Rezeki yang Datang Kepada Kita: Kisah Nabi Sulaiman dan Ulat Buta yang Bertasbih

0
1668

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul 2 macam rezeki dari Allah, tim Cahayaislam telah mengulas bahwasanya ada satu macam rezeki yang datang kepada kita. Rezeki ini adalah rezeki yang bisa kita dapatkan tanpa harus berusaha, karena rezeki yang satu ini sudah datang kepada kita dengan sendirinya. Ada satu kisah yang cukup fenomenal dari satu riwayat hadits. Kisah ini menceritakan tentang Nabi Sulaiman dan ulat buta yang bertasbih.

روي أن سليمان بن داود عليه السلام جلس يوماً على ساحل البحر فرأى نملة في فمها حبة حنطة تذهب الى البحر فلما بلغت اليه خرجت من الماء سلحفاة و فتحت فاها فدخلت فيه النملة و دخلت السلحفاة الماء و غاصت فيه فتعجب سليمان من ذلك و غرق في بحر من التفكر حتى خرجت السلحفاة من البحر بعد مدة و فتحت فاها وخرجت النملة من فيها و لم يكن الحنطة معها فطلبها سليمان و سألها عن ذلك
فقالت:يا نبي الله ان في قعر هذا البحر حجراً مجوفاً و فيه دودة عمياء خلقها الله تعالى فيه و أمرني بايصال رزقها و أمر السلحفاة بأن تأخذني و تحملني في فيها الى أن تبلغني الى ثقب الحجر فاذا بلغته تفتح فاها فأخرج منه وأدخل الحجر حتى أوصل اليها رزقها ثم أرجع فأدخل في فيها فتوصلني الى البر فقال سليمان: سمعت عنها تسبيحاً قط؟ قالت: نعم تقول يا من لا ينساني في جوف هذه الصخرة تحت هذه اللجة لا تنس عبادك المؤمنين برحمتك يا أرحم الراحمين

Semut dan Katak yang diperintahkan oleh Allah untuk mengantarkan rezeki

Cerita tentang rezeki yang datang kepada kita ini dimulai pada Suatu ketika dalam kesendirian nabi Sulaiman duduk dipinggir lautan sembari mengagumi ciptaan Allah yaitu laut yang terhampar begitu luas sejauh mata memandang. Dalam ketakjuban Beliau pada suara-suara debur ombak dan buih lautan yang menyibak diantara batu karang itu, perhatian beliau teralihkan pada satu sosok kecil semut hitam yang sedang menarik-narik bulir gandum dengan mulutnya.

Dengan susah payah semut itu menarik bulir gandum itu dan bergeser sedikit demi sedikit diantara rimbunan pasir lautan hingga naik ke pinggir karang yang dekat dengan laut. Tak lama berselang setelah semut kecil itu sampai dipenghujung karang, tiba-tiba muncullah satu ekor katak yang melompat disisi semut yang menarik bulir gandum tersebut. Dibukanya mulut katak tersebut dan masuklah si semut kecil kedalam mulut katak tersebut. Katak pun lalu menceburkan diri kedasar laut.

Nabi Sulaiman AS pun termangu bercampur kagum pada hal itu. Hingga pikirannya melayang akan bertambahnya kecintaannya kepada Allah. Nabi Sulaiman kemudian dikejutkan lagi dengan munculnya katak tersebut kepermukaan air laut. Katak itu membuka mulutnya dan kemudian muncullah si semut kecil yang tadi membawa bulir gandum dimulutnya dari mulut sang katak. Namun, kali ini berbeda. Semut tidak membawa bulir gandum lagi dimulutnya.

Ulat buta yang diberi rezeki oleh Allah

Melihat kejadian itu, Nabi Sulaiman bertanya kepada mereka (katak dan semut), kenapa bulir gandum yang dibawanya sudah tidak ada lagi? Merekapun menjawab “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya didasar laut yang dalam disana ada satu ulat buta yang hidup didalam lubang karang. Allah telah menciptakan dirinya dan kami diperintahkan untuk memberi makan padanya. Katak juga diperintahkan oleh Allah untuk mengantarkan makanan tersebut langsung kepada ulat buta tersebut”

Mendengar hal itu, semakin takjublah nabi Sulaiman kepada kebesaran Allah. Sungguh Allah maha pemberi rezeki. Rezeki yang datang kepada kita tidak lain merupakan anugerah dari Allah untuk setiap makhluknya. Kemudian Nabi Sulaiman bertanya kembali “lalu apakah kalian mendengar ucapan tasbih dari ulat buta tersebut?” tanya Nabi Sulaiman penasaran.

“benar yaa Nabiyullah, ulat yang buta itu memanjatkan tasbih kepada Allah SWT atas pemberianNya: wahai dzat yang tidak pernah lupa kepadaku yang hidup sendirian didalam lubang batu didasar laut yang kelam, jangan lupa untuk merahmati hamba-hambaMu yang mukmin, yaa Allah sang maha penyayang yang melebihi mereka yang penyayang:
  يا من لا ينساني في جوف هذه الصخرة تحت هذه اللجة لا تنس عبادك المؤمنين برحمتك يا أرحم الراحمين.

Yang bisa kita petik dari cerita tersebut?

Dalam cerita Rezeki yang Datang Kepada Kita tersebut kita bisa mencermati bahwa Allah itu tidak pernah lupa kepada kita hamba-hambanya. Allah telah memutuskan seberapa banyak rezeki yang bisa kita peroleh sesuai ketentuan dariNya. Yang perlu kita lakukan adalah lebih banyak mendekat kepada Allah dan terus memanjatkan syukur atas segala karunia yang diberikannya. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!