Kenapa Dunia itu Penjaranya Orang Iman?

0
1428

Sobat Cahayaislam tentunya sudah familiar dengan quote yang diambil dari beberapa hadits, termasuk Riwayat Muslim yang mengatakan bahwa Dunia itu penjaranya orang iman dan surganya orang kafir. Sebenarnya banyak orang-orang yang tidak setuju tentang hal ini (padahal jelas-jelas dari hadits). Banyak orang mengatakan bahwa duniapun bisa menjadi surga bagi orang iman, dimana orang iman bisa juga hidup makmur tidak seperti yang diterangkan dalam hadits tersebut yang mengatakan dunia bagaikan penjara.

Sobat Cahayaislam tidak perlu ikut-ikutan tidak setuju seperti mereka. Kita harus bisa memahami intisari dari sebuah hadits yang merupakan perkataan dari Rasulullah. Kita semua tahu, bahwa banyak hal yang diucapkan Rasulullah adalah nasihat baik untuk kita. Kami akan menjelaskan tentang kenapa dunia itu penjaranya orang iman secara gamblang disini:

Kehidupan dunia yang berdasarkan hukum Allah dan aturan-aturan yang perlu dita’ati

Kita orang islam memiliki dua warisan Rasulullah yang bila kita memegang teguh keduanya, kita dijamin tidak akan pernah tersesat dari jalan Allah: Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Dua pedoman tersebut berisi banyak hal seputar perintah dan larangan beserta ancaman dan konsekuensi yang harus kita hadapi. Orang islam yang beriman dan faham dengan kedua pedoman tersebut, pastinya lebih mutawari’ dan berhati-hati disetiap aspek kehidupan.

Lain halnya dengan orang-orang kafir yang tidak memahami dan tidak berpegang teguh pada al-Qur’an dan Al Hadits dimana didalamnya banyak terdapat larangan yang notabene merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Contohnya saja berfoya-foya, berzina, minum minuman keras dan masih banyak lagi. Orang iman hidup dengan berbataskan aturan hukum Allah, sedangkan orang kafir hidup tanpa memperdulikan hal itu. Bukankah itu sudah jelas merupakan definisi dari dunia itu penjaranya orang iman?

Penjara bila dilihat dari nikmat surga dan siksa akhirat kelak (Cerita Ibnu Hajar)

Lain versi dari penjelasan diatas, Ibnu Hajar (seorang ahli hukum) pernah ditanya oleh seorang Yahudi tentang hadits ini. Ibnu Hajar pada waktu itu memakai baju yang bagus sedangkan orang yahudi tersebut menggunakan baju yang kotor. Kemudian orang Yahudi tersebut bertanya “bukankah bila hadits tentang dunia itu penjaranya orang iman itu benar, maka seharusnya Ibnu Hajarlah yang memakai baju kotor dan Yahudi tersebut yang memakai baju yang bagus”?

Ibnu Hajar mengatakan Dunia itu penjaranya orang iman bila dilihat dari nikmat surga yang akan didapatkan kelak di akhirat. Orang iman ditangguhkan dirinya dari mendapatkan kenikmatan surga yang hakiki dalam hidup ini, sedangkan orang kafir dibebaskan dari siksa di akhirat kelak. Jadi semiskin apapun orang kafir, hidupnya tetap disebut surga karena semasa dia hidup, dirinya belum disiksa oleh Allah dineraka.

Kehidupan orang iman yang Zuhud

Selain dua definisi diatas, banyak pula para alim ulama yang menyatakan bahwasanya pengertian dunia itu penjaranya orang iman sangat erat kaitannya dengan kehidupan Zuhud seorang yang iman. Orang islam yang beriman seharusnya lebih mengutamakan kampung akhirat daripada dunianya. Itu yang dinamakan hidup Zuhud (seperti yang telah kami ulas pada artikel kami sebleumnya disini).

Nah, sudah jelas kan sekarang sebenarnya pengertian dari dunia itu penjaranya orang iman itu seperti apa sih? Kata penjara disini bukan berarti orang-orang iman haruslah hidup miskin seperti tahanan, namun lebih kepada prioritas tujuan hidupnya yang condong pada nikmatnya surga Allah. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!