Keajaiban Allah Pada Kisah Nabi Musa Melawan Penyihir

0
1543

Salah satu Nabi yang memiliki banyak mukjizat adalah Nabi Musa AS. Beliau adalah Nabi yang diutus oleh Allah SWT menyebarkan risalah ketauhidan dan berdakwah di daerah Mesir. Bahkan, Nabi Musa AS masuk dalam daftar Nabi yang memperoleh gelar Ulul Azmi sebagai buah dari kesabaran terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi ketika berdakwah dan mengajarkan ajaran agama Allah SWT. Banyak rintangan yang dihadapi oleh Nabi Musa AS ketika berdakwah, salah satunya adalah ketika beliau menghadapi penyihir yang juga merupakan salah satu bukti adanya keajaiban Allah yang patut kita imani. Apakah sobat Cahaya islam ingin tahu kisah selengkapnya tentang keajaiban Allah pada kisah nabi musa melawan penyihir? Mari kita simak bersama.

Cerita Nabi Musa melawan para penyihir Fir’aun

Nabi Musa AS diutus Allah untuk menyebarkan ajaran Islam pada penduduk Mesir. Ia bertanggung jawab untuk mengajak Bani Israel untuk kembali kepada ajaran Allah SWT melalui kitab Taurat. Mesir waktu itu dipimpin oleh Raja Fir’aun. Menurut para ahli sejarah, Fir’aun di masa Musa ini adalah Menephthah (1232 – 1224 SM) yang merupakan anak dari Ramses.

Ketika bertemu dengan Raja Fir’aun tersebut, Nabi Musa menyeru kepadanya untuk menyembah Allah SWT. Tentu, alasan Nabi Musa menyeru pada Fir’aun bukan tanpa alasan. Ketika seorang Raja yang memiliki pengaruh yang sangat kuat pada rakyatnya berhasil didakwahi, maka rakyat akan lebih mudah mengikuti apa yang dianut oleh raja tersebut. Namun, kenyataan berkata lain. Raja Fir’aun menolak dan tidak memperdulikan ajakan dari Nabi Musa tersebut. Bahkan, ia justru marah kepada Nabi Musa karena tidak mengakui Fir’aun sebagai Tuhan yang berkehendak. Oleh karena kasus tersebut, Fir’aun hendak memenjarakan Nabi Musa.

Kisah antara Musa dan Fir’aun ini tercantum dalam Q.S Al ‘Araf, ayat 104 – 108,

 (104)وَقَالَ مُوسَى يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

(105)حَقِيقٌ عَلَى أَنْ لا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

(106)قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

(107)فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

(108)وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

yang artinya:

Dan Musa berkata: “Hai Firaun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam, (104)

wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israel (pergi) bersama aku”. (105)

Firaun menjawab: “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”. (106)

Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. (107)

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya. (108)

Dari beberapa ayat tersebut, kita dapat melihat bagaimana Nabi Musa berusaha meyakinkan Fir’aun bahwa ia merupakan seorang utusan Allah SWT yang membawa risalah kebenaran. Namun, Fir’aun tidak serta merta percaya kepada Nabi Musa dan ia meminta bukti bahwa Nabi Musa adalah utusan. Oleh karena itu, berubahnya tongkat Nabi Musa AS merupakan salah satu keajaiban Allah yang diberikan kepada nabi musa melawan penyihir.

Lantas, bagaimana sikap Fir’aun setelah Nabi Musa membuktikan dirinya sebagai utusan Allah dengan menunjukkan beberapa keajaiban Allah tersebut?

Fir’aun tetap pada pendiriannya. Ia bukan lantas percaya pada Nabi Musa AS dan bertakwa kepada Allah SWT tetapi malah menuduh Musa sebagai tukang sihir. Fir’aun tetap pada keputusannya untuk tidak menyembah Allah. Hal ini di jelaskan dalam QS Al-Qashash ayat 36:

فَلَمَّا جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُفْتَرًى وَمَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

yang berarti :

“Maka tatkala Nabi Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat. Kami yang nyata, mereka berkata: Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu.”

Fir’aun lantas menantang Nabi Musa untuk melawan ahli-ahli sihir dari kerajaan Fir’aun. Pada hari yang sudah ditentukan, Nabi Musa berkumpul bersama ahli sihir Fir’aun di suatu tempat. Ahli sihir tersebut memperlihatkan kemampuannya memainkan sihir dengan melemparkan tongkat yang berubah menjadi ular-ular kecil.

Ketika tiba giliran Nabi Musa, keajaiban Allah datang kepadanya.

Nabi Musa melemparkan tongkatnya, dan terkuaklah keajaiban Allah bahwa tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular yang besar dan memakan ular-ular kecil dari penyihir. Ahli sihir merasa hina dan kalah karena kejadian tersebut.

Berkat keajaiban Allah tersebut, banyak ahli sihir Fir’aun kemudian insyaf dan menyatakan beriman kepada Allah SWT. Mendengar hal tersebut, Fir’aun sangat marah. Kejadian ini membuat Fir’aun murka dan mengancam akan memotong tangan dan kaki dari ahli sihirnya secara bersilang jika mereka mengimani Tuhan Nabi Musa.

Meskipun akhirnya ahli sihir Fir’aun mati dalam kondisi tersalib di tepi sungai Nil, keajaiban besar Allah membawa mereka pada cahaya keimanan. Demikianlah sobat Cahaya islam, cerita mengenai Nabi Musa dengan beberapa keajaiban Allah yang mampu menginspirasi kita untuk lebih menguatkan iman kepadaNya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!