Bulan Ramadhan Momentum Tepat untuk Taubat kepada Allah

0
55
Bulan Ramadhan Momentum Tepat untuk Taubat kepada Allah

Taubat kepada Allah – Sebagai umat muslim, jangan sampai kita melewatkan Ramadhan begitu saja. Pasalnya, manusia seperti kita pasti berlumuran dengan dosa. Oleh karena itu, kita harus menjadikan Rmadhan sebagai momentum untuk bertaubat. Dengan begitu, di hari yang suci (Idul Fitri) nanti, kita kembali menjadi insan yang bersih dari dosa.

Amalan-amalan Penghapus Dosa di Bulan Ramadhan

Di bulan yang agung ini, terdapat amalan-amalan yang dapat mendukung taubat seorang hamba. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. وَمَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa puasa Ramadhan dengan iman dan mengharap Ridha Allah, maka terampuni dosa-dosanya di masa lampau. Begitu juga mereka yang shalat malam di bulan Ramadhan (tarawih) dan shalat di malam lailatul qadar.” (1)

Oleh karena itu, jangan sampai kita meninggalkan puasa Ramadhan yang termasuk salah satu rukun Islam. Selain itu, shalat tarawih juga akan membantu mempermudah mendapatkan ampunan dari Allah. Apalagi kalau beruntung mendapati lailatul qadar dengan shalat malam dan mengerjakan amalan saleh lainnya, maka ampunan Allah akan semakin terbuka lebar.

Yuk Taubat kepada Allah di Bulan Ramadhan!

Sangat rugi jika seorang hamba masih berlumuran dosa padahal Ramadhan telah pergi. Bahkan, Rasulullah sampai bersabda:

‏ رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum terampuni.” (2)

Pasalnya, begitu lebar Allah membuka pintu taubat di bulan yang mulia ini. Maka, benar-benar rugi jika kita tidak dapat memanfaatkannya untuk bertaubat atas segala dosa yang pernah kita perbuat, baik dosa kecil maupun besar.

Setidaknya, lakukan shalat tabat satu kali di bulan Ramadhan ini serta memperbanyak membaca istighfar. Dengan tekad tidak akan mengulangi dosa-dosa yang telah lampau dan berjanji menjadi insan yang lebih saleh, kita boleh berharap banyak akan ampunan dari Allah.

Pentingnya Taubat Nasuha

Agar Allah menerima taubat kita, maka kita harus benar-benar tulus dalam bertaubat. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk taubat nasuha:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا 

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.” (3)

Menurut Ibnu Katsir, taubat nasuha adalah dengan menghindari dosa untuk sekarang, menyesali dosa yang sudah terjadi, dan bertekad tidak mengulanginya lagi. Kemudian, kalau dosa itu berkaitan dengan hak sesama ana kadam (manusia), ia harus menyelesaikannya. Misalnya adalah dengan minta maaf atau mengembalikannya jika ia mengambil hak orang lain. Mudah-mudahan Allah menerima taubat kita dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. Aamiin.


Referensi:

(1) Mishkat al-Masabih 1958

(2) Al-Adab Al-Mufrad 646

(3) Q.S. At-Tahrim Ayat 8

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY