Ruqyah sesuai syari’at – Tidak sedikit dukun yang mengaku-ngaku dirinya ustadz dan bisa melakukan ruqyah sesuai syari’at Islam. Padahal ia menggunakan perantara pengobatan layaknya para dukun-dukun. Karena alasan inilah mengapa Sobat perlu mengetahui ruqyah sesuai syari’at islam.
Mengetahui ruqyah yang sesuai dengan syariat, menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan syirik yang semakin meraja lela. Syirik merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah, karena pernyataan ini menduakan kepercayaan dan merusak keimanan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
Untuk itu, Sobat yang ingin melakukan pengobatan melalui ruqyah dan tentunya, sesuai dengan syariat Islam. Simak penjelasannya di bawah ini, agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.
Ruqyah Sesuai Syari’at Islam
Sesuai syari’at tentu, proses penyembuhannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, do’a yang diajarkan oleh nabi, atau do’a bahasa Arab yang sudah diketahui artinya.
Ruqyah emiliki arti memohon perlindungan untuk orang sakit kepada Allah. Baik itu sakit secara fisik, maupun mentalnya.
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”(QS. Al-Fathihah: 5)
Untuk melakukan pengobatan sesuai syari’at, Sobat perlu menyimak tata caranya di bawah ini.
1. Membaca Taawudz


Ruqyah yang sesuai dengan syariat, dimulai dengan membacakan Taawudz.
Adzubillahi’minasyaithan nirajim
“Aku berlindung kepada Allah, dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Tentunya sebelum memulai ruqyah, kita perlu memohon perlindungan kepada Allah.
2. Bacakan ayat-ayat ruqyah utama


Dalam keadaan apapun, peruqyah wajib untuk membaca ayat-ayat ruqyah yang paling utama di bawah ini.
- Surah Al-fatihah
Artinya, “Abu Sa’id al-Khudri ra telah menceritakan kami bahwa Rasulullah saw pernah mengutus sekelompok pasukan dan Abu Sa’id berada bersama mereka. Pasukan itu kemudian melewati sebuah perkampungan. Ketika itu pemimpin kampung itu digigit hewan melata. Kami lalu meminta makanan kepada mereka, namun mereka enggan memberinya dan tidak menyuruh kami singgah. ADVERTISEMENT Tak lama kemudian salah seorang penduduk kampung tersebut melewati kami dan berkata, ‘Wahai sekalian orang Arab, apakah di antara kalian ada yang pandai meruqyah? karena pemimpin kami hampir mati.’ Abu Sa’id berkata, ‘Aku lalu mendatanginya dan membacakan surah Al-Fatihah kepadanya.
Akhirnya, ia siuman dan sembuh.’ Ia lalu memberi kami persinggahan dan beberapa ekor domba. Setelah itu kami menyantap makanannya, namun mereka enggan memakan domba tersebut. Ketika kami sampai kepada Rasulullah saw, aku menceritakan hal tersebut kepadanya. Mendengar itu, beliau berkata, ‘Apa yang membuatmu tahu bahwa ia adalah ruqyah?’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada sesuatu (ilham) yang dibesitkan di hatiku.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu makanlah dan berilah kami makan dari domba tersebut.’” (HR. Ad-Daraquthni no. 3018).
- Al-Baqarah ayat 1-5
- Surah Al-Baqarah ayat 255-257 (untuk ayat kursi dibaca 3x, lanjutkan dengan ayat 256 dan 257 dibaca 1x saja)
- Al-Baqarah ayat 284-286
- Ali Imran ayat 26-27
- Al-Mu’minun ayat 115-118
- As-Shaffat ayat 1-10
- Al-Hasyr ayat 21-24
- Al-Mulk ayat 1-11
3. Ayat ruqyah bagi yang terkena sihir
Jika pasien mengalami gangguan sihir maka bacakan, ayat-ayat berikut ini.
- Al-Baqarah ayat 102
- An-Nisa ayat 45-46
- Al-A’raf ayat 54-56
- Al-A’raf ayat 117-122 (ayat 120 dan 122 dibaca 3x)
- Yunus ayat 80-82 (ulangi tiga kali kalimat ‘innallaha sayubthiluh)
- Maryam ayat 68-72
- Thaha ayat 68-70
- Ad-Dukhon ayat 43-56
- Al-Ahqaf ayat 29-32
- Al-Jin ayat 1-9
Dengan membaca ayat-ayat ini, insya Allah pasien bisa terhindari dari permasalahan gangguan sihir.
Sebelum melakukan ruqyah, Sobat perlu tahu. Untuk melakukan ruqyah kan lebih baik, jika pasien melakukan penyembuhan ini secara mendesak dan dengan syarat; benar-benar yakin gangguan berasal dari jin atau sihir, seperti kesurupan.
Kemudian, penyakit yang diderita tidak bisa disembuhkan secara medis. Ataupun jika bisa ditangani dengan media, tapi pasien sangat menderita dan membahayakan nyawanya maka boleh diruqyah.
Keberhasilan ruqyah juga berdasarkan dari keimanan dan ketaqwaan peruqyah. Lalu, memiliki sikap ikhlas, hanya takut kepada Allah, tidak tergoda urusan dunia, kemauan sukarela dari pasien dan suasana ruqyah yang kondusif (bersih, tidak ada najis, tenang serta jauh dari kemaksiatan).
Dengan mengetahui tahapan-tahapan ruqyah sesuai syari’at, Sobat Cahaya Islam semoga bisa membedakan ruqyah yang syar’i dan sesat. Semoga artikel ini bermanfaat, Wallahu’alam.
































