Debat Sengit Najwa Shihab dan Eks Jubir FPI, Inilah Adab Berbicara dalam Islam

0
46
Republican U.S. presidential candidates Marco Rubio (L) and Donald Trump react to each other as they discuss an issue during the debate sponsored by CNN for the 2016 Republican U.S. presidential candidates in Houston, Texas, February 25, 2016. REUTERS/Mike Stone - RTX28N66

Najwa Shihab – Baru-baru ini nama Najwa Shihab mencuat di pemberitaan media nasional dikarenakan debat sengitnya bersama Munarman, eks jubir FPI. Persinggungan tersebut ada dalam acara Talkshow Mata Najwa yang bertajuk “Teror Untuk Siapa?”.

Dalam beberapa video yang sudah diunggah di YouTube, sangat terlihat jelas bagaimana respon Munamarman menanggapi pertanyaan pembawa acara. Hingga sekarang video tersebut sudah banyak ditonton ratusan ribu rakyat Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, berbicara dan bersilang pendapat sependapat seperti Najwa Shihab adalah hal yang lumrah. Dikarenakan manusia memiliki berbagai argumentasi sesuai pemahaman yang dimiliki. Hanya saja, yang tidak diperbolehkan dalam Islam yakni ketika sebuah pembicaraan sampai mengundang adanya perdebatan. Terlebih perdebatan itu dilakukan bukan dalam rangka mencari sebuah kebenaran.

Apakah Najwa Shihab sengaja memancing perdebatan? Bagaimana cara menghindari debat sengit dalam pembicaraan?

Munculnya video debat Najwa Shihab, memungkinkan dirinya dianggap sebagai pemantik perdebatan. Hanya saja, tidak bisa disalahkan secara keseluruhan karena memang termasuk tuntutan sebagai seorang moderator acara.

Bahkan, seorang moderator yang handal akan mampu menguak sebuah misteri yang ada di balik ucapan sang narasumber. Pun, acara tersebut didapuk untuk mencari sebuah kebenaran yang bisa menjadi penjelasan bagi publik.

Namun, yang perlu diketahui yakni bagaimana seorang moderator dapat menghindari debat sengit dengan lawan bicara. Islam secara tegas melarang berjidal (debat) hanya untuk memamerkan kekuatan intelektualitas.

Bahkan hal tersebut akan menjerumuskan hambaNya pada jurang kesombongan diri. Hal ini tentu saja akan menodai kebaikan. Lantas, bagaimana cara untuk menghindari perdebatan yang sengit dalam Islam? Simak ulasannya di bawah ini.

1.   Menanamkan Pola Pikir Islami

Sebagai seorang manusia, sudah selayaknya menancapkan pemahaman Islami dalam diri. Termasuk pemahaman terkait larangan dalam sebuah perdebatan. Telah dijelaskan dalam

 Shahih Al-Bukhari, dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِمُ

“Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari, no. 4523; Muslim, no. 2668)

Jika sudah mengetahui hal ini, sudah selayaknya seorang muslim menghindari bahkan juga ikut mengabarkan pada sesama muslim lainnya.

2.   Berusaha untuk mencari Kebenaran

Dalam sebuah perdebatan, hendaknya di awal membuat kesepakatan bahwa hasil dari diskusi adalah sebuah kebenaran (Haq) bukan mencari pembenaran.

Hal ini akan menjadi sebuah pagar pembatas agar antar lawan bicara tidak sampai saling mengukuhkan pendapat. Selain itu, diskusi yang dilakukan akan lebih produktif dibandingkan hanya sekedar saling bersilang pendapat tanpa hasil akhir.

3. Mengumpulkan Informasi

Dalam hal berdiskusi, sebaiknya kedua pihak mengumpulkan informasi terlebih dahulu. Khususnya informasi terkait topik yang akan diperbincangkan.

Hal ini akan mengurangi resiko bersilang pendapat, karena kedua pihak sama – sama memahami apa yang sedang dibicarakan. Selain itu, alangkah lebih baik jika argumentasi disampaikan berdasarkan dalil yang Shahih.

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa cara yang bisa dilakukan supaya terhindar dari debat sengit seperti yang dialami oleh Najwa Shihab.

Alangkah lebih baik jika bersilang pendapat dihindari, supaya tidak menimbulkan pertikaian bahkan berujung pada hati yang mendendam. Bagi yang sudah terlanjur melakukannya, semoga Allah SWT mengampuninya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY