Jangan mudah marah karena Allah sayang

0
90
Jangan mudah marah

Tips Islami – Jika seseorang marah karena suatu hal maka sebaiknya lakukan beberapa hal yang bisa membantu untuk meredakan kemarahan. Mengendalikan marah adalah suatu kewajiban karena ciri dari hati yang kuat adalah ketika bisa mengendalikan perasaan dan salah satunya adalah marah. Seorang muslim sebaiknya memiliki sifat yang sabar dan Jangan mudah marah.

Jangan mudah marah karena Allah sayang

Marah adalah salah satu bentuk ekspresi yang akan menunjukkan kekecewaan atau kekesalan. Manusia tentu saja pernah mengalami hal seperti ini. Marah juga merupakan hal yang sangat wajar terjadi namun jika marah sudah membabi buta dan tidak bisa di kendalikan maka ini bukan hal yang wajar lagi. Seorang hamba yang sedang marah biasanya menunjukkan beberapa ciri seperti wajah memerah, nafas yang berat dan cepat, suara yang kasar dan juga ekspresi wajah yang garang.

Nabi Muhamad SAW telah mencontohkan akhlak yang begitu mulia karena itulah sebagai umatnya perlu sekali untuk mencontoh sifat nabi yang begitu sabar dan juga tidak suka marah. Nabi muhamad adalah orang yang sangat pemalu namun juga pemberani.

Di medan perang, Rasulullah selalu berada di barisan terdepan dan bahkan merupakan pemimpin perang. Ketika dirinya dihina oleh masyarakt atau orang kafir, nabi sangatlah sabar dan bahkan mendoakan kebaikan kepada orang-orang yang menzaliminya. Namun apabila agamanya yang dihina maka nabi Muhamad akan menjadi manusia yang tegas dan penuh keberanian.

Sifat yang dicontohkan oleh nabi ini memang sangatlah sempurna. Nabi bahkan menyebutkan salah satu hal yang membuat manusia beruntung adalah Jangan mudah marah.

Allah berfirman

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. [1].

Nabi mampu mengatus emosinya dengan sangat baik dan mampu menempatkan marah pada tempat yang sangat tepat. ketika ada seseorang yang menzalimi sobat cahaya islam, sifat yang sebaiknya ditahan adalah marah. Sifat pemarah justru akan membuat masalah semakin parah. Nabi menyarankan umatnya agar Jangan mudah marah karena sebenarnya Allah maha penyayang.

Perlu untuk dipahami oleh setiap hamba yang beriman, ketika ada seseorang yang menyakiti maka yakinlah jika orang tersebut adalah wayang Allah yang semua gerak geriknya Allah telah mengijinkan. Dengan memahami hal ini maka akan lebih mudah bagi seorang hamba untuk berfikir positif dan berperasangka baik.

Ketika ada orang yang menzalimi mungkin saja Allah sedang berusaha untuk memperingatkan sobat cahaya islam mengenai sesuatu hal. Misalnya ada seorang manusia yang menghina penampilan sobat, sobat sebaiknya Jangan mudah marah. Bisa jadi Allah ingin memperbaiki cara berpakaian atau penampilan hanya saja lewat perkataan yang dikatakan oleh orang tersebut.

Misalnya saja ada yang mengkomentari kehidupan anda, langsung saja berpikir positif dan jadikan sebagai bahan introspeksi. Jika sobat cahaya islam mengalami masalah seperti itu namun justru membalasnya maka tidak ada bedanya anda dengan orang tersebut.

Sobat cahaya islam juga harus yakin jika setiap perbuatan baik akan menumbuhkan hal baik begitu juga hal yang buruk. Ketika di zalimi biarlah Allah yang membalasnya. Namun ada juga saat dimana marah bisa menjadi senjata yang sangat baik. Seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Misalnya sobat melihat kemungkaran atau melihat kezaliman, tentu saja perlu memiliki ketegasan agar bisa mengatasinya. Jadi Jangan mudah marah namun tempatkan marah pada kendali yang tepat dan pada waktu serta momen yang tepat.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [2].

Allah sangat menyayangi hambanya sehingga menurunkan berbagai macam ujian dalam kehidupan. Namun jika seorang hamba mampu menerapkan prinsip sabar, bersyukur dan juga Jangan mudah marah maka kehidupan akan terasa lebih ringan. Semoga sobat cahaya islam setelah ini menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan menyikapi sebuah masalah.


Catatan Kaki

[1] Ali ‘Imrân/3 : 134

[2] HR al-Bukhâri. TAKHRIJ HADITS : Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh: al-Bukhâri (no. 6116), Ahmad (II/362, 466, III/484), at-Tirmidzi (no. 2020), Ibnu Hibban (no. 5660-5661 dalam at-Ta’lîqâtul Hisân), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul-Kabîr (II/261-262, no. 2093-2101), Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (no. 25768-25769), ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (no. 20286), al-Baihaqi dalam Syu’abul-Îmân (no. 7924, 7926), al-Baihaqi dalam as-Sunanul-Kubra (X/105), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIII/159, no. 3580).

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!