Jamal Preman Pensiun Tak Kapok Pakai Narkoba, Lakukan Terapi Kecanduan Narkoba Ala Islam Ini

0
22

Jamal Preman Pensiun – Ia kembali ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkotika. Seakan tak kapok, pemain sinteron preman pensiun ini kembali berulah dengan mengkonsumsi sabu-sabu, yang sebelumnya sempat direhabilitasi akibat kasus yang sama.

Jamal preman pensiun mengatakan sepinya job di masa pandemi ini yang menjadi alasannya kembali terjerumus narkotika. Ia juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga dan kepada masyarakat umum atas perlakuan dirinya yang tak jera berurusan dengan narkoba.

Kasus tertangkap nya Jamal preman pensiun ini merupakan hasil dari penyitasan yang dilakukan oleh pihak polisi setelah menangkap seorang pria berinisial A-A, yang ternyata merupakan kurir narkoba Jamal. Keduanya langsung diamankan dengan barang bukti sabu seberat 0.38 gram serta satu buah bong milik Jamal preman pensiun.

Kasus narkotika yang ada di tanah air kian bertumbuh dari waktu ke waktu, sebesar apapun upaya pihak BNN beserta kepolisian untuk memutus jaring penjualan barang haram ini seolah tiada membuahkan hasil.

Dibutuhkan kesadaran diri dari setiap insan untuk membentengi diri masing-masing dari godaan barang haram ini. Berikut kami sajikan untuk sobat cahaya Islam, metode terapi kecanduan narkoba dengan prinsip Islam.

Jamal Preman Pensiun Terjebak Narkoba, Mari Mulai Terapi Kecanduan Narkoba dengan Ini

Ada banyak cara yang bisa dijadikan media rehabilitasi bagi pecandu narkotika, salah satunya dengan metode pendekatan-pendekatan Islam. Sejatinya fitrah dari seorang manusia adalah aqidah tauhid yang diajarkan oleh Al-Quran.

Metode rehabilitasi yang dilakukan dengan konsep Islam ini adalah kembalinya manusia kepada fitrahnya sebagai jiwa yang merindukan kebenaran pada dirinya. Tak sedikit manusia yang menjerumuskan diri kepada narkotika dengan tujuan mencari kedamaian dunia. Sejatinya kebenaran, kesucian serta kedamaian hanyalah bisa di dapatkan melalui Allah semata.

  1. Perbaiki Niat Diri

Untuk melepaskan diri dari pengaruh narkotika, Anda dapat memulainya dengan memantapkan niat dalam diri untuk benar-benar terlepas dari jeratan barang haram ini. Segala bentuk kebaikan haruslah dibarengi dengan niat tulus serta tekad yang kuat, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan taubatan nasuha.

Increasing social problem
  1. Mensucikan Diri dengan Mandi dan Berwudhu

Dalam istilah ilmiah, mandi dikategorikan sebagai bentuk hidro terapi yang biasa dilakukan kepada pasien. Jauh sebelum dikenal secara ilmiah, Allah telah menerangkan bagaimana air dapat mengusir setan yang tertanam dalam diri manusia.

“Ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepada mu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan kamu dari gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki.” (QS. Al-Anfal: 11)

Salah satu cara kerja narkoba adalah menyerang sistem syaraf manusia. Metode terapi mandi taubat bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh manusia agar otak dapat menerima suplai darah dengan baik, sehingga meminimalisir kerusakan pada sistem syaraf yang terjadi.

  1. Melaksanakan Shalat

Shalat bukan hanya media berdiskusi antara seorang hamba dengan tuhan nya. Dibalik rangkaian gerakan shalat, ada terapi yang menyehatkan tubuh, mulai dari mengangkat tangan untuk takbiratul ikhram sampai dengan gerakan salam.

Shalat merupakan cara mendekatkan diri kepada maha pencipta, manusia yang terjerat narkotika adalah manusia yang berada jauh dari penciptanya. Apabila seorang pecandu bisa melaksanakan ibadah shalat wajib ditambah shalat sunah, maka dapat dipastikan ia akan terbebas dari jeratan narkotika ini.

Sobat cahaya Islam, dapat disimpulkan bahwa cara mudah mengatasi kecanduan narkotika adalah dengan kembali kepada fitrahnya manusia. Mendekatkan diri kepada sang maha pencipta akan menjauhkan kita dari segala bentuk kejahatan serta kemungkaran. Wallahua’lam bissawaab

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!