Islam Tidak Ajarkan Prokrastinasi (Sikap Menunda Pekerjaan)!

0
711
Islam Tidak Ajarkan Prokrastinasi (Sikap Menunda Pekerjaan)

Sikap Menunda Pekerjaan – Pernah nggak sih sobat cahayaislam meluangkan waktu di akhir pekan gitu deh. Coba pikirkan dalam seminggu ini kamu udah ngelakuin hal produktif apa aja dan apakah setiap hari kamu udah berkembang menjadi diri yang lebih baik? – Allah maha adil dan setiap manusia mendapatkan 24 jam sehari. Dalam artian ada sekitar 168 jam setiap minggu. Jika jawaban dari pertanyaan awal tadi kurang baik, bisa jadi kamu memiliki kecenderungan prokrastinasi (sikap menunda pekerjaan).

Menunda sesuatu akan mempengaruhi jiwa

Ada sebuah kata kata baik yang kami dapatkan dari sebuah tafsir dan kajian terkait dengan sikap menunda nunda sesuatu, yaitu:

اِحالتكَ الاَعمالِ علىٰ وجودِ الفراغِ من رعوناتِ النـَّفـْسِ

Dijelaskan diatas bahwa dia yang menunda kebaikan (Amal perbuatan, pekerjaan, dan sejenisnya) hanya karena menunggu kesempatan lain yang lebih baik. Maka hal itu merupakan kebodohan yang akan mempengaruhi dasar jiwa. Dalam Tafsir Al Qurtubi pun, penjelasannya lebih runtut dan melabeli salah satu orang dengan karakter sikap menunda pekerjaan ini sebagi orang yang bodoh layaknya orang mati.


قَالَ سَهْلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ: الْجَاهِلُ مَيِّتٌ، وَالنَّاسِي نَائِمٌ، وَالْعَاصِي سَكْرَانُ، وَالْمُصِرُّ هَالِكٌ، وَالْإِصْرَارُ هُوَ التَّسْوِيفُ، وَالتَّسْوِيفُ أَنْ يَقُولَ: أَتُوبُ غَدًا، وَهَذَا دَعْوَى النفس، كيف يتوب غدا وغدا لَا يَمْلِكُهُ

Orang yang menunda kebaikan itu layaknya orang yang berkata “aku ingin bertaubat esok hari” – seolah olah dirinya tahu bahwa dia masih bisa menemui esok hari. (padahal semua itu merupakan keputusan Allah).

Sikap Menunda Pekerjaan adalah satu tembok yang harus kamu hancurkan

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ، – قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، – قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلاَءُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا ‏”

Rasulullah memerintahkan kepada kaumnya untuk menyegerakan kebaikan dan melakukan kebaikan. Jangan menunda nunda hal itu karena fitnah dan cobaan pada kebaikan itu bisa datang laksana lipatan malam. Jelas dari hadits Muslim 118 diatas Rasulullah menyukai orang orang yang menghindari sikap menunda pekerjaan.

Tiada yang lebih rugi diantara manusia selain orang yang menyia nyiakan waktunya. Orang yang tidak menghargai setiap detik waktunya dan membuangnya begitu saja tanpa memberikan efek baik untuk kehidupan, baik itu kehidupannya sendiri atau orang lain disekitarnya. Kontras sekali dengan ungkapan bahwa sebaik baiknya manusia adalah dia yang memberi manfaat kepada orang lain atau khalayak ramai disekitarnya. Nah sudah jelas kan sobat cahayaislam semuanya. Kami percaya sih untuk itulah sikap atau perilaku Prokrastinasi atau suka menunda pekerjaan selalu disebut sebagai Dream Killer (Pembunuh Impian). Rasulullah selalu mengajarkan dalam ajaran Islam untuk menjadi orang yang tidak mudah berpuas diri untuk kebaikan. Kita harus selalu berlomba pada kebaikan bukan? Aspek Selalu mencari kepuasan instan (Instant Gratification) yang merupakan bagian sikap prokrastinasi harus kita usahakan untuk hilang dari diri kita, agar kita menjadi muslim yang lebih bermanfaat dalam kehidupan ini. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY