Film Ipar adalah Maut – Bagaimana Adab Terhadap Ipar Sesuai Ajaran Islam?

0
103
film Ipar adalah Maut

Film Ipar adalah Maut – Satu lagi tayangan di Indonesia yang tengah menjadi perbincangan hangat, yakni film Ipar adalah Maut. Sejak penayangannya, banyak pecinta film yang merasa penasaran dengan Ipar adalah Maut.

Bukan tanpa alasan, film tersebut disebut-sebut diangkat dari kisah nyata. Memang, Ipar adalah Maut menjadi film yang diangkat oleh storyteller akun Instagram bernama @elizasifaa. Kisah yang sempat viral itu membuat masyarakat semakin penasaran dengan filmnya.

Sinopsis Film Ipar adalah Maut

Selaras dengan judulnya, film Ipar adalah Maut berkutat pada cerita hubungan rumah tangga Aris dan Nisa. Dikisahkan, hubungan tersebut menjadi rusak karena terdapat orang ketiga. Parahnya, orang ketiga itu adalah orang terdekat sendiri yakni adik sang istri.

Dalam film, rumah tangga Aris dan Nisa awalnya harmonis serta tidak ada masalah yang berarti. Tetapi, rumah tangga keduanya mulai retak saat Rani selaku adik Nisa mulai tinggal di rumah mereka.

Alasan Rani tinggal di rumah mereka lantaran sang ibu merasa khawatir membiarkannya tinggal seorang diri tanpa keluarga. Hal itulah yang membuatnya meminta Nisa membiarkan Rani tinggal dengan keluarga kecilnya.

Namun lama kelamaan, muncul perubahan dalam rumah tangga mereka yang awalnya dari gerak gerik suaminya dan Rani. Sampai pada akhirnya, adik dan suaminya menjalin hubungan gelap yang artinya menghianati Nisa.

Benarkah Ipar adalah Maut?

Sobat Cahaya Islam, judul film Ipar adalah Maut sejatinya hanya ungkapan. Tetapi dalam ungkapan tersebut terselip makna yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. ‘Maut’ di sini maksudnya adalah ipar mampu menghancurkan rumah tangga saudaranya sendiri.

Hal ini bisa Sobat lihat di kehidupan rumah tangga orang lain. Terbukti, cukup banyak kehancuran rumah tangga akibat ipar yang dekat dengan pasangan saudaranya. Oleh sebab itu, agama islam sejatinya menganjurkan ipar satu rumah dengan pasangan suami istri.

Apalagi jika di dalam rumah tersebut hanya ada ipar, suami, dan istri. Bukan tak mungkin jika hal itu bisa memicu keretakan sampai kehancuran rumah tangga. Ada baiknya, setelah menikah, pasangan suami istri hidup sendiri dan membangun keluarganya dengan harmonis.

Adab Terhadap Ipar dalam Islam

Sobat, islam melalui syariatnya sudah menutup kemungkinan buruk terjadi dalam kehidupan. Salah satunya yaitu menetapkan adab terhadap ipar dalam hubungan suami istri. Lalu apa saja adab terhadap ipar yang berbeda jenis kelamin yang sesuai syariat islam?

Sobat bisa memahaminya sebagai berikut:

1. Tidak Berduaan dengan Ipar

Ketika ada saudara ipar dekat dengan Sobat, usahakan untuk tidak berduaan saja apalagi di tempat tertutup. Hal itu bisa menimbulkan prasangka negatif dari orang lain. Mengingat, ipar bukanlah mahram Sobat, begitu pula sebaliknya.

film Ipar adalah Maut

Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadist yang berbunyi,

 لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

Artinya:

“Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ahmad 1: 18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih, para perowinya tsiqah sesuai syarat Bukhari-Muslim).

2. Tidak Membukakan Pintu Sembarangan untuk Ipar

Saat sendirian di rumah, Sobat hendaknya tidak membukakan pintu kepada ipar yang berjenis kelamin berbeda. Sebaiknya, tunggu suami/istri pulang jika ingin mengajaknya ke dalam rumah. Opsi lainnya adalah mengajak ipar ke luar rumah yang ramai orang.

3. Tidak Bersolek di Depan Ipar

Kaum wanita terutama istri hendaknya tidak berhias selain untuk suaminya, termasuk ipar. Hendaknya tetap berpakaian yang sopan dan tertutup saat berinteraksi dengan ipar. Selain itu, bicaralah dengan tegas dan tidak lemah lembut atau mendayu-dayu.

film Ipar adalah Maut

Ini sejalan dengan,

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu.” [al-Ahzâb/33:33].

Sobat Cahaya Islam, film Ipar adalah Maut adalah cerminan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, Sobat hendaknya selalu menjaga batasan dengan ipar demi rumah tangga yang harmonis.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY