Inilah Pandangan Islam tentang Musibah Gempa Bumi

0
40
gempa bumi

Gempa bumi – Pada hari Sabtu (10/04/21) siang hari, getaran gempa bumi sebesar 6,7 SR melanda beberapa di provinsi Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Titik episentrum gempa tersebut berlokasi di Kab. Malang tepatnya di wilayah perairan. Ada beberapa fasilitas di daerah Kab. Malang yang mengalami kerusakan seperti gedung sekolah, pariwisata dan beberapa rumah serta akses jalan.

Sobat Cahaya Islam, gempa bumi bagi kaum muslimin tidak boleh dipandang hanya sekedar sebagai sebuah bencana semata. Terdapat pelajaran (ibrah) yang bisa diambil dari bencana tersebut. Selain itu, bencana dapat dijadikan sebagai ajang evaluasi diri (muhasabah) sejauh mana kemaksiatan yang sudah dilakukan. Sehingga setelah itu harapannya dapat melakukan pertaubatan.

Apakah gempa bumi termasuk pertanda dunia akan segera berakhir? Bagaimana seharusnya umat muslim menyikapi bencana?

Segala kejadian besar yang terjadi memang dapat diartikan sebagai akhir dunia, termasuk gempa bumi. Namun, hal itu bukanlah menjadi fokus utama bagi kaum muslimin. Justru, jika semakin banyak bencana melanda, semakin banyak ikhtiar untuk melakukan pertaubatan dan mendekatkan diri pada kebaikan.

Islam secara jelas mengabarkan bahwa kaum muslimin harus selalu bisa mengambil sebuah pembelajaran dari suatu peristiwa, apalagi bencana. Akan sangat disayangkan apabila bencana dibiarkan berlalu begitu saja tanpa ikut merenungi dosa apa yang sudah diperbuat. Walaupun Allah sang Maha Pemberi Ampunan, hal itu tidak menjadikan kaum muslimin bisa berleha – leha tanpa melakukan usaha. Lantas, bagaimana caranya?

1. Menyadari Kekuasaan Allah SWT

Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya memiliki kesadaran bahwa Allah SWT saja lah yang memiliki kekuasaan penuh terhadap alam semesta dan seisinya. Hal ini akan menjadikan diri tidak lagi bersikap sombong dan berbangga diri yang berlebihan. Selain itu, senantiasa menyadari kekuasaan Allah SWT akan menjadikan kaum muslimin tidak mudah tergelincir pada jurang kemaksiatan karena takut akan kemarahan Allah.

2. Tidak Bersikap Sombong

Selain menyadari kuasa yang Allah SWT miliki, hendaknya kaum muslimin menghindari bahkan menghilangkan sikap sombong dalam diri. Kesombongan yang dimiliki hanya akan menjadikan diri tak bisa mengambil perenungan dari sebuah peristiwa, termasuk bencana yang kerap kali terjadi. Tentu, kesombongan juga akan menjadikan seorang hamba membisukan hatinya dari jeritan serta tangis para korban yang membutuhkan bantuan.

3. Senantiasa Bersedekah

Harta dan nyawa yang dimiliki oleh manusia, suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban. Sudah selayaknya sebagai kaum muslimin untuk senantiasa menyisihkan harta bagi kaum dhuafa.

Aktivitas ini akan menjadikan seorang hamba senantiasa mengingat bahwa harta yang dimiliki adalah titipan semata. Dengan begitu, maka umat muslimin tidak akan menjadi serakah.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah yakni :

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

Hadits ini dibawakan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab “Kemuliaan, berderma dan berinfaq”, hadits no. 559 (60/16).

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah kiat – kiat untuk menjadikan bencana sebagai pelajaran terlebih bencana gempa bumi. Pada awalnya, mengambil pelajaran dari suatu bencana memang sedikit.

Namun, perlu diingat bahwa Allah SWT mencintai hambaNya yang senantiasa mengambil sebuah pelajaran. Pun, Allah SWT menjanjikan syurga bagi kaum muslimin yang berbuat demikian.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY