Larangan Mudik Di Masa Pandemi : Hukum Mudik dalam Islam

0
159
Larangan Mudik

Larangan Mudik – Di masa pandemi ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terkait larangan mudik. Hal ini di maksudkan agar tidak terjadi lonjakan drastis di bulan April – Mei mendatang.

Larangan ini menuai pro kontra di tengah masyarakat karena tidak selaras dengan realita penerapannya. Sehingga, akan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk memahamkan kepada masyarakat terkait sosialisasi larangan tersebut.

Sobat Cahaya Islam, bagi kaum muslimin seharusnya larangan mudik bukanlah sesuatu yang harus di sesali. Terdapat pelajaran (ibrah) yang bisa sobat ambil loh. Dengan adanya kebijakan tersebut, umat dapat menjaga diri serta keluarganya dari virus covid-19.

Jika mudik di biarkan saja terjadi, maka akan bertambah beban para petugas kesehatan karena harus menerima lonjakan pasien. Tentu hal ini sangat sayang bukan? bahkan terkategorikan sebagai aktivitas yang dzalim. Hari Raya seharusnya menjadi hari yang suci, namun jika terisi dengan kedzaliman akan menjadikan kesucian hari tersebut ternodai.

Apa larangan mudik menjadikan aktivitas silaturrahmi terhenti?

adanya kebijakan larangan mudik tidak akan menghilangkan esensi yang biasa kita lakukan, dalam hal ini yaitu menjalin silah ukhuwah dan silaturrahmi.

Kedua hal tersebut masih dapat berjalan dengan memanfaatkan gawai. Bahkan, terdapat berbagai aplikasi untuk menjalin komunikasi tanpa harus bertatap muka. Hal ini akan membantu virus covid – 19 terhenti.

Di dalam Islam sendiri tidak ada kewajiban untuk menjalankan silaturrahmi hanya di masa mudik. Menjalin komunikasi kembali baik dengan keluarga maupun kolega dapat sobat lakukan kapanpun dan di hari apapun. Sehingga, seharusnya tidak ada permasalahan mendalam terkait larangan tersebut. Lantas, bagaimana umat muslim seharusnya menyikapi momen mudik di masa pandemi? Simak penjelasannya di bawah ini!

1.   Momen Muhasabah Diri

Bagi kaum muslimin, sudah seharusnya momen mudik yang tidak terpakai menjadi momen untuk melakukan perenungan. Muhasabah yang sobat lakukan akan menjadikan diri lebih baik lagi di masa depan dengan target yang lebih maksimal. Selain itu, diri akan menjadi lebih ikhlas manakala tidak jadi melakukan mudik.

Jadi daripada menyalahkan kebijakan pemerintah, alangkah lebih baik momen mudik ini kita gantikan dengan hal yang produktif. Hal ini pun sesuai dengan apa yang Allah sampaikan dalam firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

2.   Mengajarkan Kebaikan pada Keluarga

Selain momen perenungan, cobalah untuk menjadikan mudik untuk mengajari banyak kebaikan pada keluarga. Misal dengan mengaji, kajian online dan mempelajari hadits. Hal ini tentu akan lebih berguna karena bisa memahami Islam lebih dalam. Kebaikan yang diajarkan dapat menjadi pemberat amalan di bulan Ramadhan.

3.   Bercengkrama dengan Tetangga

Bagi kaum muslimin, baik dan bersikap lembut terhadap tetangga sangat di anjurkan, bahkan di hukumi Sunnah. Jadikan momen mudik sebagai ajang untuk dekat dengan tetangga. Hal ini di maksudkan agar ketegangan dengan tetangga dapat di minimalisir. Salah satu hal yang bisa dilakukan yakni berbuka bersama atau membuat kue kering untuk hari raya.

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa langkah yang bisa sobat lakukan ketika larangan mudik di berlakukan. Jadikan momen mudik sebagai waktu yang produktif di bandingkan menyesali hak yang tak bisa sobat lakukan. Allah SWT lebih menyenangi yang demikian di bandingkan menyia-nyiakan waktu alias tidak berlaku produktif.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY