Habib Bahar, Melihat Sisi Baik Beliau

0
81

Habib Bahar – Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap oleh polisi. Ia ditangkap kembali setelah dibebaskan selang beberapa jam sebelumnya. Sebab dia dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap aturan asimilasi narapidana.

Ada beberapa pelanggaran asimilasi yang dilakukan dia selama dalam masa pembebasannya. Pertama, Habib Bahar melakukan tindakan provokasi kencian kepada pemerintah. Selain itu, dia juga terbukti mengundang banyak massa yang mana itu melanggar aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Habib Bahar merupakan sosok ulama yang penuh kontroversial. Dirinya selalu vokal mengkritik pemerintah dalam kebijakannya yang tidak berpihak kepada rakyat. Dalam ceramah-ceramahnya, ia selalu melontarkan makian dan kritikan kepada pemerintah. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk provokasi kebencian oleh pemerintah dan penegak hukum.

Hingga akhirnya ia terkena kasus penganiayaan remaja. Tapi banyak yang mengatakan bahwa ia dijebak. Remaja-remaja tersebut diketahui menyamar menyerupai dia dan melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baiknya. Sampai akhirnya remaja tersebut ditangkap oleh Bib Bahar sendiri, dan diberi “pelajaran”.

Profil Singkat Habib Bahar bin Smith

Bahar bin Smith bernama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith. Ia memiliki darah keturunan dari Rasulullah SAW. Gelar Sayyid adalah gelar kehormatan yang diberikan khusus kepada keturunan Rasulullah melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali. Hassan dan Husain merupakan anak dari Fatimah Az Zahra (putri Nabi Muhammad) dan Ali bin Abi Thalib.

Jika Sobat Cahaya Islam melihat media-media selama ini, kebanyakan berita memang seakan seperti memojokkan Bahar bin Smith. Demi konten, media cenderung melebih-lebihkan kejelekan pada diri Sayyid Bahar bin Smith.

Padahal jika kita cari lebih dalam tentang dia, ternyata dia baik dan semangat dalam dakwah Islam. Sobat Cahaya Islam bisa melihat sisi baik dari seorang Sayyid Bahar bin Smith.

Sisi Baik Seorang Habib Bahar bin Smith

1. Pengasuh Pondok Pesantren

Selain dikenal sebagai pendakwah, ia juga memiliki subuah pondok pesantren. Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin merupakan pesantren salaf yang terletak di daerah Pabuaran, Kemang, Bogor. Pondok pesantren miliknya mempunyai banyak santri berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Memberantas Kemaksiatan

Kemaksiatan sudah menjadi hal yang biasa saat ini. Pemerintah dan aparat yang berwenang justru membiarkan kemaksiatan merajalela di mana-mana. Padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Sebagai seorang muslim kita diperintah oleh agama untuk beramar ma’ruf nahi munkar (menegakkan kebenaran dan mencegah perbuatan munkar). Dengan amar ma’ruf nahi munkar, maka kita bisa mewujudkan Islam yang Rahmatan lil ‘alamin atau rahmat untuk semua.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. – (Q.S Ali Imran: 104)

Habib bahar bin Smith adalah seorang yang masih muda tapi berani serta istiqomah menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Ia membentuk sebuah majelis bernama Majelis Pembela Rasulullah. Pada tahun 2012, bersama dengan ratuisan jamaah majelisnya dia melakukan razia dan penutupan Cafe De Most. Kafe tersebut merupakan tempat kemaksiatan di wilayah Jakarta.

3. Mengajarkan Agama Pada Narapidana

Selama masa penahanan, Habib Bahr bin Smith melakukan dakwah pada para narapidana. Dia mengajarkan ilmu agama kepada para tahanan sel. Saat dibebaskan para napi banyak yang menangis dan sedih ditinggal oleh guru ngajinya.

Sobat Cahaya Islam, itulah sisi baik dari seorang Sayyid Bahar bin Smith. Semoga beliau menjadi teladan bagi kita semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!