Bagaimana Hukum Islam tentang Kemarahan Ade Armando?

0
25
Ade Armando

Kemarahan Ade Armando – Beberapa hari ini, salah satu kampus ternama yang melahirkan Ade Armando sebagai alumnus viral. Universitas tersebut viral lantaran poster buatan BEMnya menggunakan foto bapak Presiden Indonesia. Hal tersebut berujung pemanggilan Rektor kepada BEM Universitas untuk segera ditindaklanjuti.

Sobat Cahaya Islam, sebagaimana yang umat ketahui bahwa fitrahnya manusia dapat juga berlaku seperti kemarahan Ade Amando. Alamiahnya, para alumnus akan merasa kecewa bila kampusnya viral sebab hal – hal tak positif menurut perasaan masing – masing. Menurutnya, poster menggunakan foto bapak Presiden merupakan hal negatif yang tidak perlu untuk BEM lakukan.

Bagaimana Umat Menyikapi Kemarahan Ade Armando?

Ade Armando

Sobat Cahaya Islam, umat perlu memahami bahwa kemarahan adalah ekspresi ketidakpuasan dalam diri. Sehingga kemarahan akan selalu memberikan dampak negatif baik bagi dirinya maupun orang yang mendapatkan pelampiasan marah.

Bersyukurnya, Islam telah memberikan pengaturan secara detail terkiat bagaimana Umat agar tak melampiaskan kemarahannya. Salah satunya yakni dengan cara duduk bahkan sholat. Hal ini tentu saja akan membantu seseorang tersebut untuk tak marah bahkan memaki atas sikap yang dilakukan oleh para mahasiswa anggota BEM.

Kekesalan Ade Armando terhadap aksi yang BEM lakukan, menuai beberapa kontra. Pertama, sebagian besar umat bahkan para pemuda sepakat dengan apa yang BEM lakukan. Sebab hal tersebut sesuai dengan kondisi negeri.

Dalam postingan tersebut, pak Jokowi mendapat gelar sebagai The King of Lip Service yang tentu saja bermakna negatif. Namun, bila umat kaji lebih lanjut bis saja hal tersebut termasuk ungkapan kekecewaan masyarakat yang terwakili oleh para pemuda.

Umat tak mungkin memberikan ekspresi kekecewaan dalam bentuk postingan tersebut, jika memang sang presiden tidak melukai hati rakyatnya bukan? Maka daripada hal tersebut terwarnai dengan kemarahan bahkan tindakan yang berlebihan, tentu saja hal tersebut sangat keterlaluan.

Sebab di negeri ini, umat perlu memahami bahwa kebebasan berpendapat masih bisa umat rasakan. Akan menjadi sebuah permasalahan bila umat tak kunjung mendapat kepastian serta kebebasan berpendapat.

Mengenai kemarahan salah satu alumnusnya, baik tak perlu umat perhatikan secara detail. Hukum alamnya, manusia yang tak ingin dengan adanya eksistensi kebenaran adalah manusia yang jahat itu sendiri. Sehingga umat lebih baik fokus sampaikan apa yang perlu untuk umat lain ketahui.

Apa Dampak Kemarahan yang Berkepanjangan?

Ade Armando

Jika umat tak bisa menahan gelora kemarahannya, maka tentu ia akan merasakan dampak negatif dari kemarahan yang ia lakukan. Dampak ini tidak hanya memberikan pengaruh negatif bagi dirinya yang melakukan, namun juga menyakitkan bagi si korban yang mendapat kemarahan. Salah satu hal negatif yakni :

Balas Dendam

Tahukah Sobat Cahaya Islam? Bahwa kemarahan yang berkepanjangan dapat menjadikan umat ingin melampiaskannya melalui balas dendam. Sebab balas dendam adalah cara tersembunyi yang tak mampu umat lainnya ketahui bukan? Sehingga umat menganggap cara ini sebagai langkah yang efektif daripada membalas secara Apple to Apple. Padahal, Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa umat tidak boleh marah yakni dalam hadits berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116].

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kemarahan Ade Armando serta bagaimana pandangan Islam terkait marah. Semoga ke depan, umat lebih waspada dan menjaga amarah agar dapat lebih bersyukur atas segala hal yang umat miliki.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY