Dibalik Kisah Para Pencari Pesugihan: Orang Kufur yang Diperbudak Dunia

0
27
Dibalik Kisah Para Pencari Pesugihan Orang Kufur yang Diperbudak Dunia

Kisah para pencari pesugihan – Kayaknya banyak banget deh kisah para pencari pesugihan yang bersliweran di telinga kita disana sini. Memang sih Indonesia yang merupakan negara yang memiliki ragam budaya, pastilah sarat dengan hal hal seperti itu. Namun kita sebagai orang islam yang beriman kepada Allah, amit amit jangan sampai terjerumus pada hal beginian deh ya. Karena salah satu dosa paling besar adalah menyekutukan Allah.

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Dalam surat Yunus ayat 31 diatas dijelaskan bahwa sudah jelas bahwa yang memberikan rizki dari langit dan bumi adalah Allah. Allah adalah penguasa segalanya, maka mengapa kita tidak bertaqwa kepadaNya? (dan malah menyekutukannya?)

Kisah para pencari pesugihan adalah kisah orang orang yang meletakkan Dunia di dalam hatinya

اللهم اجعل الدنيا في أيدينا ولا تجعلها في قلوبنا

Kata kata diatas bukan dari Quran ataupun hadits sih, melainkan satu kata motivasi islam yang baik. Dimana seharusnya kita menggenggam dunia di tangan kita dan tidak meletakkannya di dalam hati. Karena orang orang yang meletakkan dunia dalam hati akan dibutakan olehnya, dan sungguh dia adalah orang orang yang merugi.

Allah SWT takkan ridho dan melaknat pada kemusyrikan

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ ‏”

Dalam hadits riwayat Muslim 2985 (Kitab Zuhd) diatas dijelaskan bahwasanya Allah tidak membutuhkan siapapun, dan jika seseorang melakukan sesuatu yang berkaitan dengan persekutuan / kemusyrikan kepada Allah, maka Allah akan menelantarkan orang itu dalam keadaan hina.

Orang orang yang syirik itu bahkan tidak menyadari bahwa kehidupan mereka akan menjadi semakin hina. Karena mereka berpasrah kepada hal hal gaib dan kekuatas magis untuk mendapatkan hal sepele dalam kehidupan dunia. Mereka tidak tahu bahwa sebaik baiknya tempat bersandar adalah Allah.

***

Sebenernya bisa disimpulkan cukup sederhana sih. Bahwa mau sebanyak apapun dan seelok apapun kita mengejar dunia, tabiat manusia tidak akan pernah merasa cukup. Sebagai orang beriman kepada Allah dan memegang erat ketaqwaan kita. Jangan sampai kita terjerumus pada hal hal sesat seperti pesugihan dan sejenisnya. Sungguh suatu kebodohan yang mutlak jika kita menukarkan akhirat kita hanya untuk secuil harta dunia yang tiada artinya dimata Allah. Sungguh yang mulia adalah alam akhirat kelak. Semoga bermanfaat yaa!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!