Ceramah Agama Sedekah yang Serba Salah

0
75
Ceramah Agama Sedekah yang Serba Salah

Tips Islami – Umat Islam dianjurkan untuk memberikan sedekah. Sedekah bisa membantu meringankan beban sesama yang nasibnya secara ekonomi mungkin tidak seberuntung kita. Ada banyak sekali ayat Al Qur’an yang menyiratkan anjuran sedekah ini. Salah satunya yang juga sering dikutip dalam ceramah agama adalah surat Al-Baqarah ayat 195:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [1]

Ayat ini sangat kuat memberikan anjuran berinfaq atau memberikan sedekah. Dalam ayat yang lain, Surat Al-Baqarah ayat 245, memberikan sedekah bahkan diumpamakan dengan memberikan pinjaman kepada Allah dan Allah akan membayarnya dengan berlipat ganda.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. [2]

Dengan demikian, sedekah tampak menempati posisi yang sangat tinggi dalam Islam. Ini juga membuktikan bahwa ajaran Islam memiliki perhatian yang sangat besar terhadap aspek sosial kemanusiaan. Akan tetapi yang mungkin jarang dibahas dalam ceramah agama adalah ada momen-momen tertentu ketika memberikan sedekah bisa menempatkan kita pada posisi yang serba salah. Yakni di satu sisi kita ingin memberikan sedekah, tetapi di sisi lain kita mengkhawatirkan efek buruk dari memberikan sedekaha itu. Apakah ada di antara sobat cahayaIslam yang sudah pernah mengalami situasi seperti itu?

Sedekah untuk pengemis

Merupakan satu fakta yang sudah diketahui umum bahwa di Indonesia ada banyak pengemis. Mereka biasa meminta-minta di perempatan, kadang hanya sekadar di pinggir jalan yang banyak dilewati orang, sebagian lagi mengunjungi warung-warung makan ataupun warung kopi. Memberikan uang receh untuk pengemis juga bagi sebagian orang mungkin sudah dianggap biasa, apalagi kalau misalnya kita hanya fokus pada bagian ceramah agama yang kita ikuti yang membicarakan pahala sedekah. Kita jelas akan terdorong untuk memberikan uang kita kepada pengemis.

Fenomena adanya pengemis adalah salah satu fenomena sosial. Masalah ini sebenarnya masalah yang merupakan tanggung jawab negara. Akan tetapi birokrasi yang tidak bisa sepenuhnya turun ke bawah dan fokus mengurusi masalah ini belum bisa menyelesaikannya. Ada memang upaya-upaya untuk mengusahakan para pengemis supaya mendapatkan kehidupan yang layak, tetapi upaya-upaya itu tentu saja belum maksimal. Buktinya sederhana, kita masih bisa menemukan banyak pengemis di jalanan. Memberikan ceramah agama yang menganjurkan memberikan sedekah mungkin membantu mereka, tetapi hal itu tidak menyelesaikan masalah.

Sedekah tanpa membuat Ketagihan

Dengan kata lain, kita kemudian ada di posisi yang serba salah. Di satu sisi kita ingin memberikan sedekah karena ingin menjalankan tuntunan agama islam sebagaimana yang sering kita dengarkan dari ceramah agama. Tetapi di sisi lain kita juga tergerak untuk membantu mereka dengan cara yang lebih baik. Memberikan sedekah bisa membuat mereka terlena dan kemudian ketagihan untuk terus bekerja dengan cara mengemis. Hal semacam itu tentu saja tidak baik. Apa yang dibutuhkan adalah bantuan yang justru bisa membuat mereka hidup mandiri.

Nah, sobat cahayaIslam, hal tersebut tentu tidak mudah. Bagaimana caranya kita membantu mereka tanpa membuat mereka enggan menjadi mandiri? Salah satunya misalnya bisa dimulai dengan memberikan penyadaran. Tentu sedikit demi sedikit kita bisa mengajak mereka untuk mempelajari ajaran agama Islam. Kita bisa membantu mereka untuk menyadari bahwa dalam ajaran Islam pekerjaan mengemis bukanlah pekerjaan yang dianjurkan. Secara sosial, pekerjaan mengemis tentu saja membuat status mereka dipandang sebagai manusia yang hina. Cara menyampaikan hal ini tentu harus dengan ramah, jangan sampai mereka merasa diintimidasi untuk mendengarkan ceramah agama.

Kalau kesadaran semacam itu sudah muncul, barulah langkah selanjutnya bisa dipraktikkan. Kita misalnya bisa bekerja sama dengan organisasi-organisasi sosial baik itu swadaya maupun yang dibentuk oleh pemerintah untuk melatih mereka memiliki keterampilan. Jika mereka sudah memiliki keterampilan tertentu, mereka akan bisa disalurkan ke tempat bekerja yang lebih layak.


Catatan Kaki :

[1] Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 195

[2] Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 245

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!