Hujjah “Saya Minum Sedikit Kok dan Nggak Sampai Mabuk!”

0
1610
Kajian Islam Hujjah Saya Minum Sedikit Kok dan Nggak Sampai Mabuk

Tafsir Al Quran dan Sunnah – “Saya Minum Sedikit Kok dan Nggak Sampai Mabuk!” wahh apakah hujjah tersebut bisa di benarkan dalam hukum islam? yuk simak hadits berikut ini!

Masih ingat dengan cerita dalam artikel tim cahayaislam yang berjudul Tuak sebagai tersangka utama banyak dosa (DISINI) sebelumnya?

cerita itu menceritakan bagaimana khamr yang di nilai sebagai sesuatu yang remeh menjadi pemicu dari banyak dosa-dosa keji lainnya.

(Kajian Islam) Hujjah “Saya Minum Sedikit Kok dan Nggak Sampai Mabuk!”

Beberapa waktu yang lalu kami tengah mengkaji beberapa hadits perihal khamr yang di berikan oleh beberapa alim ulama.

Dalam kajian islam perihal khamr itu ada beberapa hadits yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang “memabukkan” adalah haram hukumnya. Hadits-hadits nya sebagai berikut ini:

وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ كِلاَهُمَا عَنْ رَوْحِ بْنِ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Ibn ‘Umar, melalui rantai pemancar lainnya; melaporkan Rasulullah (ﷺ) setelah mengatakan ini:Setiap yang memabukkan adalah Khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram. [1]

Dalam hadits Muslim tersebut yang di jelaskan oleh Rasulullah :

bahwa segala sesuatu yang memabukkan itu adalah khamr dan itu hukumnya haram (tidak boleh oleh agama).

Riwayat Hadits Pendukung

Hadits ini di riwayatkan pula oleh perawi-perawi lainnya seperti Nasa’i, Abu Daud dan lain-lain.

حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ، وَأَبُو كَامِلٍ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الآخِرَةِ

Ibn ‘Umar melaporkan Rasulullah () mengatakan: Setiap yang memabukkan adalah Khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram. Barangsiapa meminum khamar di dunia dan mati dalam keadaan kecanduan, tanpa bertaubat, tidak akan di beri minum di akhirat. [2]

Dalam hadits muslim dengan pembahasan sama, ada tambahan bahwa :

barang siapa yang membiasakan khamr dalam hidupnya dan mati tanpa sempat bertaubat.

Maka dia tidak akan meminumnya di akhirat kelak (maksudnya tidak akan masuk surga).

Masih ada hadits-hadits yang lain yang bisa menjadi landasan jelas perihal khamr dan hal ini sangat beragam dengan tambahan ancaman siksa dan perintah untuk meninggalkannya.

Dari beberapa hadits yang kebanyakan memberikan penjelasan “yang memabukkan”, muncul satu pertanyaan dari salah satu teman.

Pertanyaannya kurang lebih seperti ini: Berarti kalau misalnya tidak sampai mabuk, apakah boleh?

Hujjah yang tidak di benarkan

Kalau dari sejarahnya sih dahulu Rasulullah tidak melarang umatnya untuk meminum semacam minuman yang memabukkan (seperti anggur dan serupa). Larangan ini kemudian muncul setelah peristiwa kurang berkenan terjadi.

Peristiwa tersebut adalah ketika adanya seorang imam shalat yang memimpin shalat setelah meminum anggur.

Sehingga sholatnya tidak sempurna karena terpengaruh oleh minuman anggur tersebut. Sejak itu, Allah dan Rasul melarang hal-hal yang memabukkan.

Dari hal tersebut banyak orang yang kemudian menyiasati hukum dengan berpendapat serta berhujjah.

Bahwa selama itu tidak sampai membuat kita mabuk, maka boleh-boleh saja. Nah, ini merupakan hujjah yang salah kaprah.

Semua ulama dalam kajian tim cahayaislam saat itu saling sepakat bahwasanya hukum haramnya benda yang memabukkan.

Bukanl tentang apakah banyak sedikitnya yang di ambil hingga menimbulkan mabuk.

Namun lebih kepada apakah hal itu bisa memabukkan atau tidak. Jadi, meski anda mengambilnya sedikit saja tanpa membuat mabuk, hal itu tetap di hukumi haram.

Karena bila anda mengambilnya dalam jumlah banyak bisa memabukkan.

Suatu hal yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya hal tersebut adalah haram dan tidak di perbolehkan.

Hal ini sejalan dengan hadits yang di riwayatkan oleh Nasa’i bahwa :

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، – يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ – عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

‘Amr bin Shu’aib meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa: Rasulullah SAW bersabda:

“Apa yang memabukkan dalam jumlah banyak, sedikit di haramkan.” [3]

Nah, sekarang sobat cahayaislam tahu kan bahwa hujjah yang di jadikan judul di atas adalah tidak boleh untuk di jadikan alasan untuk meminum atau mengambil hal yang memabukkan.

Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari hal-hal yang menjerumuskan pada pedihnya api neraka. Amiin


Catatan Kaki

[1] H.R. Shahih Muslim no. 2003 b Bab: Setiap minuman keras adalah Khamr dan semua Khamr adalah Haram

[2] H.R. Shahih Muslim no. 2003 a Bab: Setiap minuman keras adalah Khamr dan semua Khamr adalah Haram

[3] H.R. Nasa’i no. 5607 (Hasan (Darussalam)) Bab: Larangan Setiap Minuman yang Memabukkan dalam Jumlah Besar

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY