Umbu Landu Paranggi Tutup Usia, Adakah Hikmah yang Bisa Dipetik dari Sebuah Kematian?

0
38

Umbu Landu Paranggi – Dunia seni kini diselimuti duka, pasalnya salah satu tokoh sastra Indonesia, yang dijuluki Presiden Malioboro meninggal. Umbu Landu Paranggi menghembuskan napas terakhirnya, Selasa, 6 April 2021. Hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang menyiratkan luka mendalam, penyair yang menginspirasi para sastrawan muda untuk terus berkreasi.

Sobat Cahaya Islam, dalam setiap kepingan hal yang terjadi di dunia ini, senantiasa menyiratkan hikmah yang bisa dijadikan pelajaran. Begitu pun dengan adanya kematian, terdapat hikmah yang amat berharga untuk semua umat muslim khususnya.

Meninggalnya Umbu Landu Paranggi, Terdapat Hikmah yang Bisa Dipetik dari Kematian

Kematian adalah takdir yang tidak bisa dihindari semua makhluk hidup. Manusia tidak bisa lari dari takdir yang digariskan ini. Ketika seseorang meninggal, bukan hanya rasa duka yang bisa dirasakan. Melainkan ada hikmah yang bisa dipetik sebagai pelajaran yang berharga. Di antara hikmah tersebut yakni sebagai berikut:

1.   Semua Akan Ditinggalkan, Kecuali Iman dan Amal Shaleh

Kematian yang menghampiri seseorang menjadikan pelajaran bahwa yang dibawa mati hanyalah iman dan amal shaleh. Baik keluarga, harta, jabatan dan sebagainya tidak akan pernah menemani seseorang menuju liang lahat. Hanya iman dan amal shaleh-lah yang  senantiasa mengantarkan.

Hal ini tentunya menjadi salah satu pengingat untuk senantiasa meningkatkan iman dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Selain itu senantiasa menebar kebaikan, guna membangun amal shaleh sebagai bekal menuju akhirat kelak.

2.   Menjadi Pengingat Kematian

Kematian adalah kebenaran yang pasti akan tiba. Hal ini menjadi pengingat bagi setiap makhluk yang masih hidup, pasti akan sampai pada batas, di mana dirinya akan menghembuskan napas terakhir. Setiap yang bernyawa, pasti akan merasakan kematian.

Sebagaimana Firman Allah SWT:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Ali ‘Imran : 185)”

Dengan mengingat kematian, seseorang akan lebih khusyu’ dalam melaksanakan ibadah, seperti shalat. Selain itu, Sobat Cahaya Islam senantiasa berintrospeksi diri sehingga bisa mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan Husnul KHatimah.

Kematian akan menjadi pengingat bahwa sanya hidup di dunia ini hanyalah sementara. Bak persimpangan tempat bernaung sementara, selanjutnya akan dilanjutkan perjalanan menuju tempat yang lebih kekal.

Setiap muslim senantiasa mengingat pentingnya untuk meningkatkan amal perbuatan yang shaleh. Sebagai salah satu bekal menuju akhirat yang kekal. Selain itu, menanamkan sifat qanaah dalam diri seorang muslim.

Nah, Sobat Cahaya Islam itulah ulasan singkat terkait hikmah di balik suatu kematian. Tutup usianya Umbu Landu Paranggi senantiasa meninggalkan duka. Namun, tidak baik bagi seorang muslim untuk terus tenggelam dalam kesedihan. Hadapi dengan sikap bijak dengan mempersiapkan diri untuk mencapai derajat husnul khatimah. Aamiin!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY