Film Kafir: Bersekutu Dengan Setan, Jadikan Pelajaran dan Jangan Ditiru

0
160
Kafir: Bersekutu Dengan Setan

Kafir: Bersekutu Dengan Setan – Menjelang akhir tahun, banyak film yang tayang kembali di televisi Indonesia. Salah satu film yang menarik perhatian adalah Kafir: Bersekutu Dengan Setan. Banyak orang yang menantikan film tersebut karena penasaran dengan ceritanya.

Sekedar informasi, film berjudul Kafir ini sebenarnya sudah rilis pada tahun 2018 lalu. Kendati demikian, film garapan Azhar Kinoi Lubis tersebut masih menarik perhatian banyak orang. Mengingat film horor masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat Indonesia.

Cerita Film Kafir: Bersekutu Dengan Setan

Kisah film Kafir: Bersekutu Dengan Setan berawal dari sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis. Namun secara tiba-tiba keluarga tersebut harus berhadapan dengan peristiwa mengerikan. Semua kehidupan mereka pun berubah ketika sang ayah terkena sakit secara tiba-tiba saat makan malam.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, tokoh ayah dalam film mengeluarkan beling dari dalam mulutnya. Kejadian tragis ini rupanya menjadi awal dari gangguan yang pada akhirnya mengoyak kedamaian keluarga tersebut. Bahkan sang ibu turut menjadi sasaran berbagai teror gaib yang sangat mengganggu.

Film Kafir ini menggambarkan perjuangan para tokoh yang menyelidiki kejadian supranatural dan meresahkan. Apalagi film tersebut juga menggambarkan persekutuan dengan dukun yang juga meninggal dunia.

Bersekutu dengan Setan, Perbuatan Terlarang dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, film Kafir: Bersekutu Dengan Setan menjadi tayangan yang cukup relate dengan kehidupan di dunia. Sebab di zaman sekarang, tidak sedikit orang yang masih berkecimpung dan berhubungan dengan dunia perdukunan. Orang-orang pergi ke dukun dengan berbagai tujuan duniawi.

Seperti ingin usaha sukses, bebas dari penyakit, gangguan, sampai mencari kesaktian dengan mengharapkan bantuan setan atau jin. Banyak orang yang terkecoh saat sang ustadz, kyai, atau paranormal mengklaim seluruh jimat. Tak jarang mereka juga mengklaim semua jimat, dzikir, dan amalan berasal dari Al Quran dan As Sunnah.

Kafir: Bersekutu Dengan Setan

Padahal ini merupakan tipu daya setan yang hendak menjerumuskan umat islam dalam kesyirikan. Meminta bantuan kepada jin atau setan merupakan fitnah besar. Sebab orang akan bersandar atau tergantung kepada setan serta menghilangkan tawakkal kepada Allah SWT.

Allah SWT pun sudah mewanti-wanti hambanya agar tidak berbuat sedemikian rupa. Larangan tersebut bisa Sobat lihat di bawah ini.

1. Setan Musuh yang Nyata

Sobat, Allah SWT sudah menjelaskan bahwa sesungguhnya setan dan para penolongnya adalah musuh manusia. Sebab mereka akan senantiasa mengajak manusia ke jalan kesesatan dan neraka.

Kafir: Bersekutu Dengan Setan

Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman,

 إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuh. Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Faathir [35]: 6).

Saat setan mengajak manusia ke neraka, bukan berarti akan langsung mengatakan tujuannya. Namun setan mengajak manusia ke arah syahwan serta bermacam hal yang menyenangkan jiwa, tetapi Allah SWT haramkan. Setan akan menghias sesuatu yang jelek menjadi seolah bagus, sebagai tipu daya kepada manusia.

2. Larangan Mengikuti Langkah Setan

Manusia pada hakikatnya ada di antara ajakan setan dan ajakan Allah ke surga atau neraka. Maka perhatikan diri Sobat sendiri, ajakan siapa yang hendak disambut? Tentu saja Sobat jangan sampai mengikuti langkah setan, apalagi Allah SWT sudah memperingati,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. An-Nuur [24]: 21).

Sobat Cahaya Islam, hendaknya film Kafir: Bersekutu Dengan Setan jadikan sebagai bahan cerminan diri. Jangan sampai Sobat terkecoh dengan ajakan setan apalagi bersekutu dengan setan ataupun jin. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY