Teruntuk Mereka yang Percaya Kepada Allah dan Hari Akhir, Lakukanlah Hal ini!

0
692

Siapakah mereka yang percaya kepada Allah dan hari akhir? Tentunya kita sebagai orang islam yang mengaku beriman tahu dong apa saja yang termasuk dalam rukun iman. Dua hal yang harus dipercayai oleh kita yang mengaku iman adalah percaya kepada eksistensi Allah sebagai dzat yang maha kuasa di dunia ini, Dia melihat dan mendengar apapun didunia ini tanpa terlewat sedikitpun. Hal kedua adalah percaya kepada hari akhir. Hari dimana dunia ini akan hancur setelah malaikat isrofil meniup sangkakala. Hari dimana setiap diri yang telah mati dibangkitkan dan dimintai tanggung jawab atas segala hal yang telah dilakukannya.

Berkaitan dengan kepercayaan orang iman pada Allah dan hari akhir, dalam Al Quran Allah senantiasa memanggil kita dengan kalimat yaa Ayyuhalladzi na amanu dan kemudian memberikan beberapa perintah yang mengikutinya. Yang akan tim Cahayaislam ulas di artikel ini adalah segelintir dari perintah Allah yang ditujukkan kepada kita orang iman yang percaya padaNya dan hari akhir. Kami mengutip salah-satu hadits Sunan Ibnu Majjah yang menjelaskan perintah khusus teruntuk mereka yang percaya kepada Allah dan hari akhir.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، سَمِعَ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرٍ، يُخْبِرُ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏ “‏ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ ‏

Barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memperlakukan tetangganya dengan baik, Barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah pula dia berkata-kata baik atau tetap diam (bila tidak bisa berkata-kata baik).

Perintah untuk memperlakukan tetangga dengan baik

Mereka yang percaya kepada Allah dan hari akhir adalah yang memeprlakukan tetangganya dengan baik. Perintah pertama yang terkandung dalam hadits tersebut adalah perintah agar orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untk memperlakukan tetangga dengan baik. Hal ini memang suatu kebudayaan baik yang telah baginda Rasulullah SAW ajarkan kepada kaumnya.

Menjaga pergaulan dan hubungan sosial dengan lingkungan, terkhusus tetangga adalah hal yang sangat penting. Bahkan dalam beberapa riwayat hadits dikatakan bahwa barang siapa yang bisa melakukan ibadah haji dan membangun tempat ibadah yang megah namun tetangganya masih kelaparan, maka semua kebaikan yang dia lakukan itu adalah nonsense.

Itulah kenapa memperlakukan tetangga dengan baik adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh satu-satunya orang islam yang beriman. Di dunia yang semakin modern ini kita mengetahui bahwa banyak meski alat komunikasi semakin mudah, kita semakin jauh antara satu dengan yang lain. Semakin tinggi gedung dan mewah hunian kita, malah menjadikan rumah kita terasa hampa dan kita tidak mengenal tetangga kita. Ini sesuatu yang ironis.

Dari hal ini muncul pertanyaan dari beberapa orang. Apakah ini berlaku untuk tetangga yang sama-sama orang islam? kan dizaman Rasulullah tetangga-tetangga mereka itu juga islam? – tentu tidak, esensi dari memperlakukan tetangga dengan baik ini tidak terkerucut saja pada tetangga yang sama-sama islam. Kita juga diajarkan toleransi oleh Rasulullah. Jadi meskipun tetangga kita adalah orang yang non-muslim, kita tetap harus memperlakukan mereka dengan baik.

Perintah untuk memuliakan tamu

Mereka yang percaya kepada Allah dan hari akhir adalah mereka yang memuliakan tamu. Dalam artikel lain, tim Cahayaislam menjelaskan bahwa memuliakan tamu tidak hanya baik karena kita melaksanakan perintah Rasulullah. Namun, memuliakan tamu merupakan salah satu hal yang mendekatkanpintu rezeki kita. Dalam artikel amalan yang membuka pintu rezeki part 1 yang kami bahas sebelumnya, memuliakan tamu adalah anugerah bagi sang penerima tamu. Hal itu kemudian menyenangkan kepada Allah dan dengan itu kita mendapatkan rahmat yang berlimpah.

Perintah untuk berkata-kata baik atau lebih baik diam

Diam adalah emas atau mulutmu harimaumu adalah beberapa contoh pepatah yang sering digunakan sebagai bentuk “wejangan” agar kita berhati-hati disetiap ucapan. Lisan itu adalah pedang bermata dua. Dalam beberapa poin yang telah kami jelaskan dalam artikel kami yang berjudul adab berbicara dalam Al Quran sebelumnya, kita diperintahkan untuk berkata baik secara benar, lembut, dan sopan. Dan jika kita tidak bisa memenuhi ketiga kriteria tersebut, maka lebih baik kita diam. Semoga apa yang dimaksudkan dengan mereka yang percaya kepada Allah dan hari akhir dalam hadits diatas adalah termasuk kita semua. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!