Membiasakan Etika Berbicara dalam Islam: 3 Adab Berbicara dalam Al-Qur’an!

0
7024

Islam dengan pedomannya Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah mengajarkan banyak hal yang menembus setiap layer dalam kehidupan kita, bahkan terhadap hal-hal yang kecil dan remeh. Bisa dibilang bahwasanya dengan kita mengetahui keduanya, kita akan tetap berada dijalur yang benar dalam hidup kita. Seperti wasiat Rasulullah kepada umatnya sebelum beliau kembali ke Rahmatullah bahwasanya umat islam haruslah tetap berpegang teguh kepada dua hal yang ditinggalkan nabi sebagai obor yang akan selalu menerangi segala aspek kehidupan.

Dan seperti yang kita ketahui, kehidupan sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari interaksi sesama manusia, karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup (tentunya dalam konteks positif ya). Dalam kehidupan sosial tersebut, tingkah laku dan adab kita sudah seharusnya menjadi hal utama yang perlu kita perhatikan. Bak kata pepatah, Mulutmu harimaumu, tutur kata kita perlu kita perhatikan pula. Sobat Cahayaislam tidak perlu membeli buku cara bertutur kata dengan baik atau semacamnya, karena seperti yang kami bilang, kita bisa menemui ilmu perihal etika berbicara dalam islam dari pedoman kita orang muslim, Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dalam artikel hari ini, kami akan mengulas 3 adab berbicara dalam Al-Qur’an. Cekidot deh!

Berbicaralah kebenaran/Jujur! maka Anda akan dilindungi dari siksa api neraka

Allah menyebutkan istilah shodiqin (orang yang berkata jujur/benar) beberapa kali dalam Al-Qur’an dan Rasulullah bahkan sebelum diangkat oleh Allah menjadi utusanNya dikenal sebagai orang yang sangat jujur. Ternyata orang yang berkata jujur dan benar adalah salah satu dari hamba favoritnya Allah, karena dalam rangkaian surah Al-imran 16 – 17, Allah berjanji akan mengampuni dosa-dosanya dan menjamin jauhnya api neraka dari mereka bersma orang-orang yang sabar, ta’at dan orang-orang yang berjuang dalam sabilillah.

فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِالصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ …

Berbicara dengan Anggun dan lembut dan menghindari berbicara yang buruk

Adab berbicara dalam Al-Qur’an selain berbicara jujur dan benar adalah berbicara dengan anggun dan lembut serta menghindari berbicara yang buruk. Pengertian berbicara anggun dan lembut ini cukup luas definisinya. Pengertian berbicara dengan anggun ini erat kaitannya dengan kepada siapa kita berbicara. Seperti yang telah diperintahkan oleh Allah kepada hambanya untuk tidak mengatakan kalimat “uff” kepada kedua orang tuanya dalam surah Al-isra ayat 23.

Masih dalam surah Al-isra, ayat 53 juga diterangkan bahwasanya Rasulullah diperintahkan untuk mengajarkan umatnya agar berhati-hati dalam bertutur kata dan memilih hal-hal terbaik untuk diucapkan. Dalam ayat tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa ada perintah untuk menjauhi perkataan yang buruk karena Allah telah memerintahkan untuk memilih yang terbaik pada apa yang akan kita ucapkan.

Berbicara dengan sopan dan ramah tidak memiliki batas

Pengertian adab berbicara dalam Al-Qur’an tentang berkata-kata sopan dan ramah bisa diartikan tutur kata kita dalam memberikan nasihat baik kepada seseorang. Seperti yang telah diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Musa untuk mengajak Firaun sang raja mesir untuk menyembah Allah secara lembut dan penuh kesabaran. Hal ini bisa sobat Cahayaislam intip pada surah Taha dalam rangkaian ayat 43-44.

Dalam surat Taha diatas kita bisa memetik kesimpulan bahwasanya berkata sopan dan ramah tidak memiliki batasan dan tidak memandang siapa yang kita ajak bicara. Meskipun orang yang kita ajak bicara atau kita beri nasihat merupakan seorang yang sekeji dan sekejam Firaun, kita tetap harus berusaha untuk berbicara dengan sopan dan ramah. Sekiranya itu saja ulasan kami tentang adab berbicara dalam Al-Qur’an yang bisa kami sampaikan disini. Semoga bisa dipraktekkan ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!