Ternyata Ini 3 Hikmah Puasa Ketika Sakit

0
79
puasa ketika sakit

Hikmah Puasa – Ramadhan yang mulia memang meninggalkan banyak kenangan indah, bahkan terdapat banyak hikmah puasa yang didapat salah satunya yaitu puasa ketika sakit. Tak hanya itu saja, ada sebagian kaum muslimin yang tetap memaksakan puasa. Padahal Allah SWT sudah menjamin golongan tersebut dengan keringanan atau (rukhshah) untuk tidak berpuasa.

Sobat Cahaya Islam, Allah SWT meminta kaum muslimin untuk mengambil hikmah puasa ramadhan. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat memaksimalkan bulan puasa. Walaupun hampir seluruh negara mengalami masa pandemi, hal ini tidak menyurutkan untuk mengambil ibrah puasa.

Apa Hikmah Puasa yang dapat Diambil ketika Sakit?

Bagi kaum muslimin yang diberikan kenikmatan sehat, tentu hikmah puasa akan lebih mudah dirasakan. Namun, bagi seseorang yang sedang sakit agak sedikit mengalami kesulitan. Pasalnya, sakit yang diderita juga membutuhkan waktu perawatan cukup lama. Sehingga kenikmatan untuk puasa sedikit terbagi.

1. Mendapat Ridho Allah SWT

Orang yang bersabar atas sakitnya, maka akan diberikan bonus berupa pahala oleh Allah SWT. Walaupun memang jumlah pahala yang diberikan tidak diketahui, seharusnya motivasi terbesar bagi kaum muslim bukan pahalanya. Melainkan ridho Allah SWT yang tak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Namun, orang sakit diberikan peluang besar dalam hal ini. Maka dari itu, berpuasa ketika sakit akan lebih keras perjuangannya walaupun Allah SWT memberikan keringan untuk tidak berpuasa. Dengan catatan si orang ini akan mengganti ataupun membayar fidyah.

2. Digugurkan Dosanya

Seseorang yang sedang sakit sebenarnya sedang mendapatkan peluang untuk digugurkan dosanya. Sehingga, alangkah baiknya bila kaum muslimin mampu untuk melewati masa sakit dengan ikhlas. Sebab keikhlasan itulah yang akan menjadikan dirinya digugurkan dosanya. Selain itu, ia pun juga akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah dalam haditsnya yakni :

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573

3. Disifati Sabar

Hal yang paling utama Allah SWT kepada hambaNya adalah sifat sabar ketika sakit. Namun, ternyata tak banyak orang yang mengetahuinya. Malah secara fakta, orang sakit tak pernah bersabar. Sebab rasa sakit yang melanda ingin segera dihilangkan.

Memang, kesabaran yang disifatkan Allah SWT kepada manusia hanya akan terwujud apabila umat tersebut menghambakan dirinya kepada Pencipta. Pun, sabar adalah sifat yang sangat mulia dan jarang orang bisa melakukan.

Apalagi ketika dunia lagi masa pandemi. Tentu, kondisi emosional diri akan mudah berubah – ubah. Sehingga, jika dimasa pandemi seperti ini seseorang yang sakit mampu bersabar, maka Allah SWT akan memberikan perlindungan dan menjaminnya.

Jaminan yang Allah SWT berikan adalah satu – satunya kepastian dibandingkan jaminan yang manusia beri. Bahkan di saat sedang sakit pun, doa akan mudah terjawab. Sehingga wajar terdapat kenikmatan saat seornag hamba sedang sakit namun tetap menjalankan ibadah.

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa hikmah puasa yang bisa diambil sewaktu sakit. Manfaatkanlah hikmah ini supaya segera menjemput Ridhao Allah Ta’ala. Tidak sepantasnya rasa sakit yang Allah SWT berikan menjadikan umat muski malah menjauh dari Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY