Sambut Kelahiran Anak Nadya Mustika : Inilah Gambaran Parenting dalam Islam

0
26

Nadya Mustika – Beberapa hari ini publik sedikit lega dengan kabar kelahiran anak dari Nadya Mustika, istri pedangdut Rizki D’Academy. Bagi yang tahu dengan kabar yang mengikuti kisah pasangan ini, pasti dibuat geram dan gemas. Pasalnya, terdapat banyak beberapa kabar beredar mengenai keretakan isu rumah tangganya. Namun, kehadiran seorang bayi di tengah mereka tentu akan membawa kebahagiaan di Bulan Ramadhan ini.

Sobat Cahaya Islam, nyatanya kebahagiaan ini diuji dengan  kondisi Nadya Mustika sendiri yang sedang tidak dalam kondisi baik. Beberapa berita melansir bahwa sang ibu positif covid – 19. Sehingga sang ibu masih tidak dapat meluangkan waktunya untuk menjaga sang bayi sepenuh waktu. Di dalam Islam, pernikahan memang diorientasikan untuk pelestarian keturunan.

Bagaimana seharusnya Nadya Mustika mendidik sang anak?

Sebagai seorang muslimah, tentu Nadya Mustika seharusnya memilih metode mendidik anak ala Islami. Hal ini dimaksudkan agar anak lebih terbiasa dengan pendidikan berbasis Islam di tengah gemparnya kehidupan kapitalis sekarang. Akan bahaya jika anak tidak didekatkan dengan pendidikan berbasis Islam seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Metode mendidik anak dalam keluarga atau parenting sendiri sekarang sedang marak dibahas oleh umat Islam. Hal ini dipilih sebagai jalan utama mendidik anak supaya dapat menjadi generasi penerus peradaban. Lantas, bagaimana gambaran parenting dalam Islam seharusnya? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Memahamkan Dasar Aqidah

Sebagai orang tua, hendaknya mulai disiapkan sejak dini bahkan sebelum menikah untuk belajar tentang parenting Islam. Dengan adanya kecanggihan teknologi sekarang, tentu memudahkan bagi para calon ibu maupun ibu yang ingin belajar tentang parenting. Bisa juga mengumpulkan e-book parenting yang memang dibagikan secara gratis.

Pemahaman tentang Aqidah sangat diperlukan agar anak memiliki pondasi kuat tentang Islam dan memahami tentang hakikat RabbNya. Selain itu, aqidah ini perlu dibangun agar tertanam dalam diri anak keimanan yang kuat. Dengan demikian anak tak akan mudah goyah dan rapuh bahkan malah berkontribusi ikut membela Islam ketika dilecehkan.

Hal ini sesuai dengan apa yang Allah firmankan dalam surat Luqman yakni :

وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS. Lukman: 12)

2. Memahamkan tentang Konsep Bersosialisasi

Walaupun usia anak masih balita, penting untuk dipaham tata cara Bersosialisasi ala Islam agar kepribadiannya terbentuk. Memiliki kepribadian sejak dini akan membantu seorang anak untuk menguatkan imannya. Akan berbahaya manakala anak berpola pikir Islam namun tidak dibarengi dengan penerapan dalam kepribadiannya.

Pola pikir Islami memang terkesan baik, namun harus diimbangi juga dengan kepribadian Islam. Sehingga anak akan lebih berhati – hati dalam setiap aktivitas yang dilakukannya. Di era kecanggihan sekarang, akses untuk menjadikan anak semakin liar sangat mudah. Sehingga berbahaya jika dibiarkan tanpa pengembangan karakter Islam.

3. Mengajarkan Hal Kebaikan dan Keburukan

Selain memahamkan tentang hal kebaikan dan keburukan sesuai Syara’, hendaknya orang tua juga mengajarkan banyak hal tentang kebaikan dan keburukan. Namun, perlu diketahui konteks baik buruk sesuai Islam. Banyaknya pemahaman sesat dan liar menyebabkan sulitnya ajaran Islam meresap ke dalam diri kaum muslimin.

Bahkan, ketika pemahaman Islam berusaha diajarkan ada saja fitnah bahkan cacian bagi yang mempelajarinya. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan. Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua memahamkan baik dan buruknya sesuai Islam mengajarkan.

Nah sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa langkah mendidik anak bagi semua ibu, khususnya dalam hal Nadya Mustika yang baru melahirkan. Masih ada banyak waktu bagi dirinya untuk menyiapkan diri semaksimal mungkin mempersiapkan pendidikan anak. Selain itu, hal ini juga perlu didiskusikan dengan pasangan agar dapat tercapai visi misi yang diinginkan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY