Kenali Tokoh-tokoh Tasawuf, untuk Meningkatkan Pengetahuan Sobat

0
142
tokoh-tokoh tasawuf

Tokoh-tokoh tasawuf – Selain mempelajari kisah tokoh ilmuwan Islam, tentu sobat juga bisa mencoba belajar terkait tokoh – tokoh tasawuf.

Sobat Cahaya Islam, belajar terkait tokoh – tokoh tasawuf tentu tidak bisa asal sembarangan. Sebab banyaknya literatur terkait hal tersebut bisa saja mengaburkan pemahaman Islam terkait tasawuf itu sendiri.

Mengapa Sobat Wajib Memahami Kisah Para Tokoh-tokoh Tasawuf?

Pemahaman pemuda akan kisah para tokoh tokoh tasawuf tentu merupakan salah satu bahasan tentang mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Namun sebelum memahami kisah para tokoh tersebut, tentu sobat perlu memahami secara mendalam konsep tasawuf sendiri.

Sederhananya, tasawuf adalah sebuah konsep disiplin ilmu yang orientasi belajarnya di ranah moralitas dan berasaskan keislaman. Sehingga secara tidak langsung, jika benar para pemuda mempelajarinya, maka dapat membantu mereka lebih mendekatkan diri pada Allah sang pencipta.

Selain itu, di masa – masa awal, konsep tasawuf sendiri lebih dianggap sebagai masa zuhud dimana bentuk amaliyahnya seorang muslim dengan memperbanyak ibadah mahdhoh, sedikit makan dan minum serta mengurangi waktu tidur.

Tokoh-tokoh Tasawuf di Berbagai Masa

Untuk mengenali para tokoh tasawuf, tentu ada beberapa tokoh di masa yang berbeda untuk dipahami. Mulai dari masa klasik, pertengahan, modern dan kontemporer. Adapun rinciannya sebagai berikut :

1.    Mengenali Hasan Al Basri

Salah satu tokoh tasawuf yang dikenal di masa klasik yakni Al Hasan bin Abi Al – Hasan Abu Sa’id. Beliau lahir di bumi Madinah di tahun 21 Hijriah.

Semasa hidupnya, beliau mendedikasikan kehidupan untuk meningkatkan keilmuan dan menjadi sosok yang konsisten dengan perannya sebagai seorang muslim.

tokoh-tokoh tasawuf

Tentu saja, hal ini sesuai dengan keharusan seorang muslim untuk senantiasa beribadah dimanapun berada seperti halnya dalam surat Adz Dzariyat ayat 56 yakni :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya : Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

2.    Mengenali Abu Sulaiman Al-Darani

Tokoh selanjutnya yakni sufi dari masa pertengahan, yakni Abu Sulaiman Al-Darani. Beliau merupakan seorang sufi yang terkemuka dan sangat wara’ dalam hidupnya. Beliau memegang prinsip bahwa selama hidupnya sebisa mungkin mengkaitkan diri dengan konsep kebersihan jiwa dan kesucian pribadi.

Kehati-hatiannya ini sebagaimana tercermin dalam surat Al Baqarah ayat 208 dimana menjadi pedoman bagi kaum muslimin untuk berislam secara keseluruhan. Adapun ayatnya yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

3.    Mengenali Al Qusyairi

Selanjutnya, yakni tokoh sufi dari masa modern yang bernama Abdul Karim bin Hawazin. Beliau adalah seorang sufi yang bertekad untuk mengembalikan tasawuf pada landasan Ahlussunnah melalui karya beliau yakni Ar Risalah Qusyairiyyah.

tokoh-tokoh tasawuf

4.    Mengenali Ibnu Sabin

Tokoh selanjutnya yakni dari masa kontemporer yang bernama Abdul Haqq bin Ibrahim Muhammad bin Nashr. Beliau merupakan seorang sufi yang terkemuka dari Andalusia.

Beliau mengajarkan terkait konsep tasawuf dengan sebutan “paham kesatuan mutlak” dimana maknanya yakni menempatkan ketuhanan di tempat yang pertama.

Konsistensi beliau dalam mengajarkan konsep tersebut tentu merupakan bagian dari menjadi muslim yang fastabiqul khairat yakni berlomba – lomba dalam kebaikan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 148 yakni :

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya : Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan tokoh-tokoh tasawuf dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY