Joko Kendil – Video Joko Kendil beredar di media sosial. Seorang musafir tersebut mengaku sudah melakukan pengembaraan selama 24 tahun lamanya. Tampak pada video tersebut warga merekamnya dengan tampilan serba hitam serta mengenakan caping hijau sehingga membuat ia mudah dikenali.
Cara jalannya yang begitu cepat membuat orang yang melihatnya terheran-heran. Karena tidak peduli ketika siang atau malam hari tetap berjalan dengan cepat. Dalam sebuah vidoe ia telah mengungkapkan apa alasan menjadi seorang pengembara juga bagaimana awal perjalanannya.
Kisah Pengembaraan Joko Kendil
Melalui tayanan Sinau Hurip, sosok Joko Kendil memulai perjalanannya sejak berusia 19 tahun. Hal ini ia lakukan atas mandat sang guru, Syekh Hadi Demak Guntur. Tujuan pengembaraannya adalah mengunjungi Gunung Muria.
Kemudian akan dilanjutkan dengan mengellingi dunia dan mengakhiri pengembarannya pada tahun 2025 mendatang. Ketika ditanya mengapa cara jalnnya begitu cepat, pria yang berasal dari Lor Kadilangu ini menjawab bahwa ia tidak berjalan, melainkan sedang menunggangi macannya.
Menurutnya nama Joko Kendil merupakan nama pemberian sang guru. Nama itu diambil dari nama salah satu murid Sunan Kalijaga. Sedangkan nama aslinya adalah Kosnan. Ia telah menjadi yatim piatu tapi memiliki dua kakak perempuan.
Dan setelah pengembaraannya selesai, akan kembali menemui gurunya. Ia juga sempat berbisik, bahwa akan dicarikan jodoh oleh gurunya. Meskipun berjalan kaki ratusan meter sangat melelahkan, dirinya tidak pernah meninggalkan sholat.


Terbukti ketika adzan berkumandang langsung mencari masjid terdekat dan melaksankan sholat. Pada masjid itulah Joko mandi dan juga mencuci bajunya, kemudian barulah melanjutkan perjalannya lagi.
Pada video tersebut, musafir asal Lor Kadilangu ini berpesan untuk rajin beribadah. Karena kita hidup di dunia hanya sebentar.
Sobat bisa merasakan betapa hangat membaca kisah ini. Mengingatkan pada kita bahwa ibadah sangatlah penting. Begitu juga dengan perintah guru, sama pentingnya dengan perintah orangtua.
Terutama sosok Joko Kendil ini yatim piatu, pasti sudah menganggap sosok guru sebagai orangtuanya. Nah, apakah Sobat sudah tahu ada sejumlah adab yang perlu diterapkan seorang muslim pada orangtua atau gurunya.
Adab pada Orangtua atau Guru
Kedua sosok ini sama-sama menjadi pendidik juga orang yang memberikan jalan kepada anak-anaknya. Untuk itulah kita perlu menghormati dan menerapkan adab-adab ini.
1. Mengucapkan perkataan mulia
Jangan sampai kita mengucapkan sebuah perkataan yang menyakiti hati. Bahkan Allah melarang kita untuk berkata ‘ah’, yang dapat dianalogikan bahwa satu kata itu saja sudah mendurhakai orangtua. Apalagi dengan perkataan menyakitkan lainnya.
2. Berbuat baik
Selanjutnya, anak memliki kewajiban berbuat baik pada orangtua. Seperti yang telah Allah jelaskan dalam surah Al-Isra ayat 23-24.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 23-24)
3. Bersyukur adanya orangtua


Allah juga mengharuskan setiap muslim untuk bersyukur pada setiap nikmat yang telah diberikan. Terutama atas keberadaan ibu yang sudah berlelah-lelah melahirkan, mengasuh, dan mendidik. Hal ini sesuai dengan surah Luqman ayat ke 14 berikut ini.
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
Beberapa adab ini perlu kita terapkan, baik itu pada orangtua maupun guru. Sekian artikel tentang sosok Joko Kendil ini dibuat, semoga Sobat dapat mengambil pelajarannya.
































