Rekam Jejak Kecelakaan Penerbangan Garuda Indonesia, Inilah Hikmah yang Dapat Diambil dari Musibah Tersebut!

0
72

Garuda Indonesia – Baru-baru ini Indonesia kembali menerima berita duka yakni jatuhnya Pesawat Sriwijaya. Hal ini tentu bukanlah hal pertama, banyak pesawat lainnya yang pernah mengalami hal sama. Salah satunya Garuda Indonesia yang pernah mengalamai pendaratan darurat.

Kecelakaan yang terjadi merupakan suatu musibah yang harus disikapi dengan penuh kesabaran dan ridha. Hal ini memang berat untuk dilakukan, Sobat Cahaya Islam harus percaya aka nada hikmah di balik setiap hal yang terjadi.

Hikmah yang Dapat Diambil dari Suatu Musibah

Jatuhnya pesawat Indonesia, seperti pesawat Srwijaya, Garuda Indonesia, Lion Air, Mandala Airlines, Trigana Air Service, dan sebagainya menjadi sebuah musibah yang hendaknya diterima dengan penuh kelapangan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah swt tidak lepas dari hikmah yang dapat diambil.

Firman Allah swt dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 35:

  وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa setiap musibah, bencana yang menimpa seorang muslim merupakan ujian yang hendaknya diterima dengan lapang, sabar dan ridha.

Musibah seperti halnya kecelakaan pesawat Sriwijaya, Garuda Indonesia, Lion Air dan sebagainya hendaknya diambil hikmahnya yang mendalam. Di antara hikmah yang dapat diambil dari suatu musibah yakni sebagai berikut.

1.   Musibah Sebagai Obat Pembersih

Islam mengajarkan untuk senantiasa bersabar dan ikhlas ketika menghadapi suatu musibah. Hal ini dikarenakan musibah yang datang bisa menjadi obat pembersih dalam membersihkan kotoran serta penyakit hati yang ada dalam diri manusia. Dengan adanya musibah dan cobaan yang membersihkan segala penyakit, maka seorang muslih akan meraih pahala serta kedudukan yang tinggi di sisi Allah swt.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً اْلأَنِبْيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلٰى حَسًبِ ( وَفِي رِوَايَةٍ قَدْرِ ) دِيْنُهُ فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلَبًا اِشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِيْنِهِ رِقَةٌ اُبْتُلِيُ عَلٰى حَسَبِ دِيْنُهِ فَمَا يَبْرَحُ اْلبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتىٰ يَتْرُكَهُ يَمْشِيْ عَلَى اْلأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةُ

“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Azza wa Jalla ) adalah para Nabi  kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), (setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Azza wa Jalla ) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun). (HR. At-Tirmidzi, no 2398).”

2.   Penyempurna dalam Penghambaan Diri

Kemunculan musibah atu pun cobaan lainnya menjadi satu hal yang mendatangkan hikmah besar. Salah satunya yakni sebagai penyempurna seorang muslim dalam rangka penghambaan diri serta ketundukan kepada Sang Pencipta. Allah swt senantiasa mencintai hamba-hamba-Nya yang dapat beribadah dalam keadaan senang maupun sedih.

3.   Penyempurna Keimanan Seseorang

Musibah yang menghadang menjadi salah satu penyempurna keimanan seseorang. Oleh karena itu, setiap kaum muslim hendaknya harus bersabar dan ikhlas sehingga kelak akan menikmati kenikmatan yang hakiki dan sempuna yakni di surga-Nya Allah swt. Sebuah negeri dengan kekekalan abadi yang terbebas dari segala bentuk kepedihan, penderitaan serta kesusahan.

Nah, Sobat Cahaya Islam itulah beberapa ulasan terkait hikmah yang dapat diambil dari suatu musibah. Sebagaimana yang terjadi pada kecelakaan pesawat Sriwijaya, Garuda Indonesia, Lion Air dan sebagainya menjadi satu hal yang harus disikapi dengan penuh sabar dan ikhlas.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY