Tragedi Pesawat Sriwijaya, Inilah 4 Tingkatan Seorang Muslim Ketika Mendapatkan Musibah!

0
121

Pesawat Sriwijaya – Tepat pada tanggal 09 Januari 2021, Indonesia dikejutkan dengan berita duka jatuhnya Pesawat Sriwijaya di sekitar Kepulauan Seribu. Dikabarkan terdapat kurang-lebih sekitar 50 penumpang yang berada di dalam pesawat.

Berita mengejutkan tersebut menjadi salah satu musibah yang menggoreskan luka mendalam di hati para korban. Musibah hendaknya disikapi dengan penuh kesabaran dan ikhlas. Begitu pun dalam Islam disebutkan terdapat ragam tingkatan seorang muslim ketika mendapatkan musibah. Apa saja tingkatannya? Yuk disimak!

Tingkatan Seorang Muslim Ketika Mendapatkan Musibah

Peristiwa jatuhnya Pesawat Sriwijaya merupakan musibah yang amat mendalam bagi Indonesia. Namun, setiap musibah tidak bisa diubah melainkan hanya bisa diterima dengan kerelaan hati. Selain itu, ambil hikmat dari kepingan peristiwa yang terjadi.

Sobat Cahaya Islam, terdapat empat tingkatan seorang muslim ketika dihadapkan dengan suatu musibah. Di antara tingkatan tersebut yakni sebagai berikut.

1.   Orang yang Marah

Tingkatan pertama ketika mendapatkan suatu musibah yakni orang yang marah. Tingkatan yang satu ini amat menakutkan, ketika seseorang mendapatkan musibah lalu  mengumpat atau pun memaki, maka tidak menerima takdir Allah swt. Sikap yang ditunjukkan sama halnya mendekati juran kesyirikan. Marah ketika mendapatkan musibah sama halnya marah kepada Allah swt.

Firman Allah swt dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 11:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Dan di antara manusia, ada yang menyembah Allah di pinggiran. Jika ia diberi nikmat berupa kebaikan, maka tenanglah hatinya. Namun jika ujian menimpanya, maka berubahlah rona wajahnya, jadilah ia merugi di dunia dan di akhirat.” (QS. Al-Hajj: 11).

2.   Orang yang Ridha

Selanjutnya, terdapat tingkatan orang yang ridha. Untuk tingkatan yang satu ini yakni seseorang yang sedang diuji, percaya akan adanya Qadha dan Qadar Allah swt. Melalui keyakinan tersebutlah, seseorang akan merasakan bahwa nikmat dan musibah dalam pandangan yang sama yakni merupakan takdir Allah swt. Hal ini tentunya dibatasi dengan pondasi keimanan yang kuat.

3.   Mereka yang Bersabar

Tingkatan lainnya bagi muslim yang tertimpa musibah yakni mereka yang bersabar. Beratnya ujian yang menghadang terasa sama saja dengan ujian lainnya, karena mereka memilih bersabar untuk menerimanya. Hal ini menjadi salah satu bukti iman yang kokoh mampu membenteng jiwa agar tidak menjadi pemarah.

4.   Mereka yang Bersyukur

Muslim yang mengalami musibah terdapat tingkatan mereka yang bersyukur. Secara umum, manusia yang bersykur terhadap ujian atau pun musibah yang menghadang merupakan satu hal yang amat tabu.  Tingkatan yang bersyukur yakni senantiasa melihat ke bawah bahwa masih banyak yang kesusahan dan sebagainya. Mereka yang bersyukur percaya bahwa musibah yang menimpa merupakan salah satu penghapus dosa.

Nah, Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan singkat terkait tingkatan ketika terjadi musibah. Jatuhnya Pesawat Sriwijaya semoga senantiasa menjadi salah satu musibah yang dapat diterima dengan kelapangan. Selain itu, setiap musbiah pasti ada hikmah yang dapat diambil.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY