Komnas HAM Menyatakan Kasus Laskar FPI yang Tewas adalah Melanggar HAM, Bagaimana Hukum Melanggar HAM dalam Islam?

0
79

Komnas HAM – Kasus tewasnya 6 anggota Laskar FPI sejak 7 Desember 2020 lalu mulai menemui titik terang di tangan Komnas HAM. Kasus ini cukup mendapatkan banyak sorotan publik lantaran beritanya berurutan mulai ricuhnya anggota FPI menyambut kepulangan sang Imam Besar, Habib Rizieq Shihab hingga akhirnya 6 laskar anggota FPI tewas di tangah petugas kepolisian.

Sebelumnya kasus ini dianggap sebagai pengejaran petugas kepolisian terhadap dugaan terorisme dan narkoba dari 6 pengawal Rizieq Shihab. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ternyata kasus ini diserahkan ke Komnas HAM dan dinyatakan bahwa petugas kepolisian telah melanggar HAM 4 dari 6 anggota laskar FPI yang tewas.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam telah melakukan olah penyelidikan mulai dari petugas yang terlibat dalam kasus tersebut, melakukan wawancara dengan warga sekitar lokasi kejadian, dan uji forensik terhadap senjata yang terlibat dalam kasus tersebut. Diketahui hasil uji forensik bahwa senjata tersebut sebagian memang hasil rakitan dari anggota FPI, sebagian lainnya milik petugas kepolisian.

Sewaktu berita ini viral, banyak pro kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Pihak pro mengatakan bahwa FPI selama ini telah membuat kericuhan di Indonesia, dan pantas saja jika 6 laskar FPI tewas sebab kasus terorisme. Pihak kontra menyatakan bahwa ini telah melanggar HAM. Benar saja bahwa kasus ini masuk ke ranah Komnas HAM sebab petugas telah menghilangkan nyawa 6 manusia tanpa tahu penyebabnya.

Sobat Cahaya Islam, menghilangkan nyawa seseorang dapat disebut sebagai tindakan pembunuhan. Apalagi jika peristiwa tersebut telah direncanakan sebelumnya. Menghilangkan nyawa orang lain merupakan pelanggaran terhadap hak hidup manusia. Lalu, bagaimana pandangan Islam tentang penghilangan nyawa seseorang?

Komnas HAM Tangani Kasus Tewasnya Laskar FPI, Simak Hukum Penghilangan Nyawa Manusia

Selain melanggar Hak Asasi Manusia, pembunuhan juga termasuk dosa terbesar kedua setelah syirik. Membunuh satu manusia sama artinya dengan membunuh manusia seluruhnya. Tidak ada agama manapun yang menghalalkan pembunuhan tanpa disertai alasan yang bisa dibenarkan. Untuk mengetahui bagaimana hukum penghilangan nyawa seseorang atau pembunuhan simak ulasan di bawah ini:

1.     Pembunuhan yang diperbolehkan

Dalam Islam hukum membunuh orang lain boleh dilakukan dengan alasan-alasan tertentu. Seperti dalam perang atau hukuman mati yang telah didakwakan sebelumnya. Perang disini diartikan dalam hal membela Islam ketika Islam terancam, perang untuk mempertahankan negara, juga perang untuk menyelamatkan diri. Hal ini boleh dilakukan asal tidak berlebih-lebihan. Namun, selama masih bisa ditemukan solusi lain, maka perang dianggap haram.

Allah telah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut:

“Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa’: 93)

2.     Pembunuhan yang Tidak diperbolehkan

Seperti kalimat terakhir pada penjelasan poin sebelumnya bahwa peperangan yang berimbas pada penghilangan nyawa seseorang tidak boleh dilakukan ketika masih bisa dicari solusi lain. Selain itu, jika salah satu kelompok sudah menyerah, maka tidak boleh membunuh kelompok tersebut. Membunuh keluarga yang bersangkutan juga tidak dibenarkan.

Dalam Islam seseorang yang membunuh orang lain bisa mendapatkan hukuman mati jika keluarga korban menuntut hukuman yang sama. Hukuman mati dapat diterapkan pada sebuah negara yang peraturannya telah disepakati dan diatur sebelumnya.

Nah, itu tadi sekilas mengenai kasus pembunuhan laskar FPI yang ditangani oleh Komnas HAM dan hukum pembunuhan terhadap orang lain. Sebagai seorang Muslim yang menjunjung tinggi Islam damai, kita perlu berhati-hati untuk selalu menjaga diri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY