Putri Candra Wati Ungkap Kebenaran Laporannya

0
467
Putri Candra Wati

Putri Candra Wati  – Sejak diungkapnya kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo, nama istrinya yaitu Putri Candra Wati juga terseret. Pada awalnya diungkap jika motif pembunuhan tersebut karena adanya tindak pelecehan.

Setelah melalui pemeriksaan secara fisik, mendatangkan para saksi, dan beberapa sidang lanjutan mengungkap jika tuduhan pelecehan hanya sebagai pengalih alasan sebenarnya. Alasannya sebenarnya Putri ungkap langsung di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pengakuan Putri Candra Wati Terkait Tuduhan Pelecehan

Setelah terus mengungkap jika ia mengalami tindak pelecehan oleh Brigadir J, akhirnya Putri Candra Wati mengatakan alasan sebenarnya di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sontak pengakuannya membuat publik ramai.

 Seperti pengakuan-pengakuan saksi lain, akhirnya istri dari Ferdy Sambo ini mengakui jika ia hanya mengikuti skenario dari suaminya. Oleh karenanya kesaksiannya selalu menyudutkan Brigadir J telah melakukan pelecehan seksual saat berada di Magelang.

Meski telah menggunakan berbagai dalih, namun pihak kejaksaan menganggap jika Putri Candra Wati memberikan kesaksian palsu. Hal ini karena alasan yang ia sebutkan kurang meyakinkan.

Melihat sudut pandang Islam, perbuatan memberi kesaksian palsu tidak diperbolehkan. Bahkan pembahasan ini telah termaktub dalam QS al-A’raaf ayat 33 yang berbunyi:

قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْاِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَاَنْ تُشْرِكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya:

Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

Akibat Memberikan Kesaksian Palsu

Kesaksian palsu sering terjadi dalam persidangan untuk mendapatkan kemenangan dari salah satu pihak. Bukan hanya terlarang secara hukum, namun perbuatan seperti ini juga terlarang dari segi ajaran syariat Islam.

Seorang yang memberikan kesaksian palsu akan mendapatkan berbagai akibat buruk. Apa saja itu? berikut beberapa poin pentingnya:

1. Termasuk Akhlak yang Rasulullah Benci

Memberikan pernyataan palsu termasuk berbohong dan hal seperti ini sangat Rasulullah benci. Penjelasannya terdapat pernyataan ‘aisyah RA pada hadits berikut:

ما كانَ خلقٌ أبغضَ إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ منَ الكذبِ ولقد كانَ الرَّجلُ يحدِّثُ عندَ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ بالكذبةِ فما يزالُ في نفسِه حتَّى يعلمَ أنَّهُ قد أحدثَ منها توبةً

”Tidak ada akhlak yang lebih dibenci oleh Rasulullah ﷺ dari berbohong. Sungguh, pernah ada seorang lelaki yang berbicara di sisi Nabi ﷺ yang mengandung kebohongan, maka Rasulullah ﷺ terus menerus merasa ada sesuatu di hatinya terhadap pria tersebut, sampai Nabi ﷺ mengetahui bahwa orang tadi telah bertaubat darinya.”

Putri Candra Wati

2. Orang yang Berbohong Mendapatkan Dosa

Seperti halnya perbuatan buruk lainnya, berbohong juga mendatangkan dosa. Sebab merugikan banyak pihak terutama korbannya. Oleh karenanya Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berkata jujur sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda:

 إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إلى البِرِّ، وإنَّ البِرَّ يَهْدِي إلى الجَنَّةِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حتَّى يَكونَ صِدِّيقًا. وإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إلى الفُجُورِ، وإنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إلى النَّارِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا.

”Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada al-Birr dan al-Birr akan mengantarkan ke surga. Dan sesungguhnya, seseorang benar-benar bersikap jujur hingga dia menjadi orang yang shiddiq. Kebohongan akan mengantarkan kepada semua kefajiran (al-Fujur). Dan kefakiran akan mengantarkan ke neraka. Sungguh, seseorang benar-benar berbohong hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” [Hadits shahih riwayat Al-Bukhari di dalam Shahih Al-Bukhari no. 6094]

Putri Candra Wati

Kasus Putri Candra Wati hingga saat ini masih dalam penanganan pihak berwajib. Pelajaran berharga yang bisa Sahabat Cahaya Islam dapatkan dari kasus tersebut adalah junjung tinggi kejujuran jika ingin beruntung baik di dunia ataupun akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY