Agar Tidak Salah, Ketahui Cara Menghitung Darah Istihadhah

0
2754
Cara Menghitung Darah Istihadhah

Cara Menghitung Darah Istihadhah – Ada beberapa jenis darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita, salah satunya adalah darah istihadhah atau sering disebut darah penyakit. Karena banyak orang salah paham mengenai darah ini, sebaiknya ketahui cara menghitung darah istihadhah.

Perlu diketahui, hukum antara darah haid dan istihadhah sangatlah berbeda. Seorang wanita yang mengeluarkan darah istihadhah maka tetap diharuskan menjalankan ibadah-ibadah wajib termasuk sholat lima waktu dengan tata cara khusus.

Begini Cara Menghitung Darah Istihadhah

Tidak sedikit muslimah yang masih bingung dengan cara membedakan antara darah istihadhah dan haid. Meskipun sama-sama ditandai dengan keluarnya dari dari kemaluan, namun antara keduanya sangat berbeda.

Jika haid mencegah seseorang melakukan beberapa ibadah seperti sholat, mengaji al-Aquran, dan puasa, maka sangat berbeda dengan istihadhah. Ketika seorang wanita mengalaminya maka tetap diwajibkan menjalankan seluruh aktivitas ibadah.

Hanya saja perlu menerapkan aturan khusus yang telah diatur oleh syariat. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa yang keluar dari kemaluan adalah darah istihadhah? Sahabat Cahaya Islam dapat menghitungnya.

Usia minimal wanita mengalami haid adalah 9 tahun, jika belum mencapai usia tersebut dalam perhitungan hijriah, maka bisa jadi dihukumi sebagai darah istihadhah atau bisa juga disebut sebagai darah penyakit.

Bagi yang sudah biasa mengalami haid, batas minimal jarak antara haid pertama dan kedua adalah 15 hari menurut dua mazhab yaitu Syafi’i dan Hanafi. Maksud 15 hari di sini harus tepat termasuk waktunya bukan hanya harinya saja sebagai kehati-hatian.

Cara Membedakan Darah Istihadhah dan Haid

Meski sama-sama mengeluarkan darah dari kemaluan, namun antara haid dan istihadhah sangatlah berbeda. Agar tidak salah dalam menghukumi keduanya, ketahui penjelasan berikut ini:

1.   Ciri Khas Darah

Jika Sahabat Cahaya Islam amati baik-baik, darah Istihadhah memiliki karakter yang berbeda dari darah haid. Saat menemukan karakter darah berwarna merah cerah (seperti luka), tidak berbau, dan tidak kental, maka ada kemungkinan bahwa darah tersebut adalah istihadhah.

Cara Menghitung Darah Istihadhah

Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam Bersabda kepada Fatimah binti Abi Hubaisy yang berbunyi sebagai berikut:

إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضَةِ فَإِنَّهُ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنْ الصَّلَاةِ فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ

Jika Darah Haid, itu Kehitam-hitaman dan telah Dikenal. Jika demikian, Tahanlah (Berhentilah) dari Sholat.Apabila (cirinya) lain, maka Wudhu’lah dan Sholatlah. Karena itu adalah Urat (yang Terputus sehingga Mengeluarkan Darah) (H.R Abu Dawud dan anNasaai, dishahihkan Ibnu Hibban, al-Hakim, dan al-Albany).

2.   Menggunakan Patokan 6 atau 7 Hari

Bagi yang terlupa kapan haid terakhir, maka bisa menggunakan patokan 6 atau 7 hari. Akan tetapi perlu teliti serta tidak boleh sembarangan dalam menghukuminya.

Penjelasan lebih lanjutnya sebagaimana yang Rasulullah sampaikan kepada Hamnah Bintu Jahsy berikut ini:

فَتَحَيَّضِي سِتَّةَ أَيَّامٍ أَوْ سَبْعَةَ أَيَّامٍ فِي عِلْمِ اللَّهِ ثُمَّ اغْتَسِلِي حَتَّى إِذَا رَأَيْتِ أَنَّكِ قَدْ طَهُرْتِ وَاسْتَنْقَأْتِ فَصَلِّي ثَلَاثًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً أَوْ أَرْبَعًا وَعِشْرِينَ لَيْلَةً وَأَيَّامَهَا وَصُومِي فَإِنَّ ذَلِكَ يَجْزِيكِ وَكَذَلِكَ فَافْعَلِي فِي كُلِّ شَهْرٍ كَمَا تَحِيضُ النِّسَاءُ وَكَمَا يَطْهُرْنَ مِيقَاتُ حَيْضِهِنَّ وَطُهْرِهِنَّ

Maka (hitunglah) Haid selama 6 atau 7 Hari dalam ilmu Allah kemudian Mandilah hingga Engkau Melihat telah Suci dan Bersih Sholatlah 23 atau 24 Hari dan Malam dan Berpuasalah karena yang demikian itu Mencukupimu. Demikianlah kau Berbuat pada Setiap Bulan sebagaimana Wanita (lain) Mengalami (masa) Haid dan Suci mereka (H.R Abu Dawud, Ahmad, dihasankan oleh al-Bukhari).

3.   Berdasarkan Kebiasaan Pribadi Masing-Masing Wanita

Cara membedakan haid dan istihadhah paling simpel adalah melihat bagaimana kebiasaan wanita itu sendiri.

Cara Menghitung Darah Istihadhah

Misalnya saja seseorang memiliki kebiasaan haid 5 hari, apabila pada bulan ini lebih dari itu maka bisa jadi darah istihadhah sebagaimana penjelasan di bawah ini:

امْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اغْتَسِلِي

 Berdiamlah sesuai Kadar (Masa) Haidmu, kemudian Mandilah (H.R Muslim).

Menyinggung mengenai cara menghitung darah istihadhah, pembahasan seperti ini penting untuk Sahabat Cahaya Islam ketahui karena sangat berpengaruh pada keabsahan dalam menjalankan ibadah setiap harinya. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY