Lesti Melahirkan – Pada hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 26 Desember 2021 kabar bahagia datang dari dunia entertainment Indonesia, yang mana Lesti melahirkan anak pertamanya.
Sayang sekali, Lesti harus melahirkan bayinya secara premature yakni saat kehamilannya masih berusia 34 minggu.
Kondisi yang tidak memungkinkan juga membuat Lesti tidak memiliki pilihan lain selain melahirkan melalui operasi caesar.
Namun banyak netizen yang nampaknya ragu akan kebenaran tersebut dan justru melemparkan gunjingan pada wanita berusia 22 tahun itu.
Mereka mengatakan asumsi bahwa bayi Lesti tidak seperti prematur pada umumnya namun tampak seperti sudah waktunya lahir ke dunia.
Tentu saja hal tidak menyenangkan itu membuat suaminya, Rizky Billar menjadi geram.
Menurut Billar, pernyataan warganet semacam itu hanya karena mereka iri dan hatinya penuh dengan kebencian.
Ia lalu mengunggah penjelasan rincinya melalui Insta Story miliknya dan mencoba memberikan kesadaran pada orang-orang yang telah menggunjing bayi serta istrinya itu.
Rizky Billar bahkan tak habis pikir bagaimana bisa sebagai orang tua ia menginginkan bayinya lahir prematur.
Karena kondisi seperti itu jelas-jelas di luar kekuasannya dan kini ia bersama sang istri harus sabar menghadapi serta mencoba kuat demi bayi mereka.
Gunjingan tersebut tentu membuat hati Billar menjadi sakit.
Lantaran bayinya yang baru lahir dan istrinya yang telah berjuang melahirkan harus mendapatkan komentar kasar seperti demikian.
Hal seperti ini tentu termasuk suatu perbuatan dosa yang mana telah dijelaskan dalam agama Islam.
Seperti apa penjelasannya? Di bawah ini merupakan ulasan lengkapnya. Mari kita simak!
Lesti Melahirkan Anak Pertama Namun Digunjing Oleh Warganet, Islam Sebut Hal ini Perbuatan Dosa
Dari berita di atas yang menjelaskan bahwa Lesti melahirkan anak pertamanya namun mendapatkan gunjingan dari warganet maka harus kita tinjau pula dalam ajaran Islam.
Gunjingan atau ghibah adalah satu perbuatan yang seringkali dilakukan orang dengan sadar atau bahkan tidak sadar.
Padahal jika kita tahu seberapa besar dosanya maka kita akan takut karena hal tersebut juga mendatangkan ancama siksa kubur kelak di akhirat.
Dalam Alquran disebutkan:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat ayat 12)
Lantas seberapa berat dosa yang akan diterima oleh orang yang suka menggunjing atau ghibah pada orang lain?
1. Ghibah Lebih Berat dari Zina
Hal yang paling mengkhawatirkan adalah dosa dari perbuatan ghibah yang mana lebih besar daripada orang yang pernah melakukan zina.


Hal ini karena pelaku zina yang bertaubat maka Allah dapat menerimanya dan memberikan ampunan.
Namun pelaku ghibah tidak akan mendapatkan ampunan Allah sampai ia mendapatkan maaf dari orang yang pernah dighibahnya.
2. Ghibah akan Menerima Azab di Dunia dan Akhirat
Seperti firman Allah Ta’ala yang berbunyi:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersira di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur: 19)
Demikian dijelaskan bahwa orang yang berghibah akan menerima azab pedih baik saat masih di dunia ataupun di akhirat kelak.


Demikian di atas merupakan kabar terbaru Lesti melahirkan anak pertamanya namun justru mendapatkan gunjingan.
Serta bagaimana azab yang diterima oleh penggunjing seperti yang telah Alquran jelaskan.
































