Pembakaran Al Qur’an di Swedia dan Belanda, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

0
238
pembakaran Al Qur’an di Swedia

Pembakaran Al Qur’an di Swedia – Sebelumnya heboh pembakaran Al Qur’an di Swedia membuat kecaman dari siapa saja terutama umat muslim. Bahkan banyak reaksi dari beberapa tokoh di Indonesia, seperti Kemenlu RI yang memanggil Dubes Swedia terkait aksi tersebut.

Al Quran sendiri merupakan kitab suci yang turun langsung dari Allah SWT. Oleh sebab itulah, pembakaran Al Quran sama seperti menghina umat muslim.

Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia dan Belanda

Sebagai informasi, aksi pembakaran Al Quran itu dilakukan oleh pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras yakni Rasmus Paludan.  Aksi pembakaran Al Qur’an di Swedia itu terjadi ketika demonstrasi anti Turki serta upaya Swedia bergabung dengan NATO yang berlangsung di Stockholm.

Sesudah aksinya itu, Paludan tak bisa dihubungi lewat surat elektronik maupun email. Karena hal itulah, beberapa negara Arab termasuk Yordania, Kuwait, dan Arab Saudi mengecam pembakaran salinan kitab suci Al Quran.

Tak hanya di Swedia, baru-baru ini aksi pengrusakan kitab suci Al Quran juga terjadi di Belanda pada hari Minggu 22 Januari 2023 lalu. Kali ini pelakunya adalah Edwin Wagensveld, yakni seorang politikus sayap kanan negara Belanda sekaligus pemimpin kelompok Pegida anti islam.

Dia menyobek beberapa halaman mushaf kitab suci Al Quran di den Haag.  Tak sampai itu saja, video Wagensveld di Twitter juga memperlihatkan ia membakar sobekan halaman Al Quran itu di dalam sebuah panci.

Pembakaran Al Quran Sama Seperti Menghina Al Quran

Sobat Cahaya Islam, aksi pembakaran Al Qur’an di Swedia dan Belanda tentu terlihat sangat miris. Padahal Al Quran adalah kitab suci bagi umat islam yang tak ada celah apa pun.

Al Quran adalah kitab mulia dan di dalamnya berisi firman Allah. Bahkan Allah SWT menentang orang yang tak beriman kepada Al Quran apalagi orang yang membuat kitab suci serupa dengannya.

pembakaran Al Qur’an di Swedia

Hal itu membuktikan betapa sempurna serta agungnya kitab suci Al Quran. Bukan hanya itu, Al Quran juga petunjuk utama bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupannya.

Hukum Pembakaran Al Quran

Melihat kasus pembakaran Al Quran yang terjadi di Swedia dan Belanda, berikut ini ada beberapa hukum dari aksi tidak terpuji tersebut.

1. Hukum Merusak Al Quran

Karena begitu pentingnya Al Quran, maka tak heran semua umat muslim harus memuliakan serta mengimaninya. Bahkan beriman kepada Al Quran termasuk salah satu rukun iman bagi umat islam.

Di mana apabila Sobat Cahaya Islam meninggalkannya maka tak sempurna keislamannya. Al Quran adalah firman Allah yang turun langsung kepada Nabi Muhammad SAW.

pembakaran Al Qur’an di Swedia

Berbuat tidak baik kepada Al Quran seperti menghina apalagi membakarnya maka sebuah dosa besar. Hal ini tertuang dalam QS At Taubah ayat 65-66 yang berbunyi:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Arab-Latin: wa la`in sa`altahum layaqụlunna innamā kunnā nakhụḍu wa nal’ab, qul a billāhi wa āyātihī wa rasụlihī kuntum tastahzi`ụn

Artinya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

2. Hukuman untuk Penghina dan Pembakar Al Quran

Mengingat tindakan menghina dan membakar Al Quran termasuk dalam dosa besar, tentu terdapat hukuman yang perlu pelakunya terima. Kalau seseorang yang kedapatan melakukan hal itu adalah seorang muslim, maka sama seperti hukuman muslim yang murtad.

Di dalam Al Quran juga disebut bahwa orang yang meragukan kebenaran kitab suci Al Quran masuk dalam golongan orang merugi baik dunia dan akhirat. Hal ini tertuang dalam QS. Al Kahfi ayat 103-106 yang berbunyi:

 قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً

103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً

105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia , maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُواً

106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

Besar harapan pelaku pembakaran Al Qur’an di Swedia dan Belanda mendapat hukuman setimpal.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY