Pancasila Apakah Ada Dalilnya Dalam Islam?

0
43

Pancasila – adalah pedoman bangsa Indonesia, dengan mayoritas masyarakat islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai hidupnya lalu bagaimana cara menyimbangkan antar keduanya?

Sebenarnya pancasila sendiri disusun berdasarkan ayat-ayat Al-Quran yang mencerminkan bangsa yang baik dan adil untuk seluruh rakyatnya. Bahkan, setiap sila pada pancasila sendiri,  mempunyai dalil-dalilnya di dalam Al-Quran.

Mungkin hanya sedikit sobat cahaya islam yang tahu akan kebenaran ini, untuk itu artikel ini akan mengulas dalil-dalil yang terkandung dalam Al-Quran sesuai dengan sila pancasila yang dijadikan dasar hidup masyarakat Indonesia.

Sila Pertama pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama pada pancasila menyebutkan, ketuhanan yang maha Esa. Dalil untuk sila ini, ada pada surat Al-Ikhlas ayat pertama.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: “Dia-lah Allâh, yang Maha Esa”.

Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, kata Esa di sini samgatlah jelas merujuk kepada Allah Subhanahu’Wata’ala. Tidak ada yang memiliki sifat Satu atau Esa kecuali Allah, tidak ada yang menyerupai atau setara dengan-Nya, serta tidak akan pernah ada yang sebanding dengan Allah. Allah yang Maha sempurna dan tidak membutuhkan siapa atau apapun.

Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila kedua, terdapat dalam Quran Surat An-Nisa ayat 135.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”

Tafsir menurut Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan tentang setiap manusia harus menegakkan keadilan, tidak pandang bulu terhadap siapapun. Tentu ini, Sahabat cahaya islam tahu surah An-Nisa ayat 135 berhubungan erat dengan sila kedua.

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia

Pada sila ketiga dalilnya terdapat dalam Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Pada ayat ini, sudah jelas tiap bangsa mempunyai ragam suku, ras, dan agama. Tidak terkecuali Indonesia. Maka dari itu, ayat ini berhubungan erat dengan persatuan indonesia yang mencakup berbagai perbedaan antar rakyatnya.

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Khidmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sila keempat terdapat Qur’an surat As Syura ayat 38

وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka”

Sesuai dengan sila keempat, As Syura ayat 38 menjelaskan tentang pemecahan tiap-tiap masalah dengan melakukan musyawarah yang baik dan sehat. Serta dengan kepemimpinan yang bijaksana sehingga hasil musyawarah benar seadil-adilnya.

Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Dalil sila kelima terdapat pada surat An Nahl ayat 90

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Sesuai tafsir Ibnu Katsir, manusia diharuskan bersikap adil terhadap siapapun. Tidak memandang suku, kasta, atau perbedaan warna kulit.

Perlu diketahui sobat cahaya islam, bahwa sila pancasila sudah sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran yang menjadi pedoman umat Islam. Tidak ada yang perlu diperdebatkan, terutama sesama umat muslim. Sahabat cahaya islam, pasti pandai dalam membedakan mana yang baik dan benar.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!