Mengenal Baitul Mal, Wadah Perekonomian di Negeri Islam

0
96
baitul mal

Baitul Mal – Apakah Sobat Cahaya Islam sering mendengar istilah ini? Mungkin ada sebagian yang sudah mendengar atau bahkan jarang.

Baitul Mal sederhananya merupakan tempat bagi negara untuk menyimpan beragam catatan pemasukan maupun pengeluaran negara. Namun negara yang dimaksudkan bukan sebagaimana negara dalam sistem demokrasi. Namun, negara yang dijalankan oleh oleh sistem keislaman.

Sobat Cahaya Islam, Baitul Mal merupakan suatu wadah perekonomian di sistem keislaman yang sah dan resmi. Hal ini sebagaimana yang sudah Rasulullah SAW contohkan pada saat negeri Islam masih berjaya terutama sewaktu membina kota Madinah menjadi daulah pertama dan Rasul menjadi seorang Khalifah.

Mengapa Harus Ada Baitul Mal?

Merupakan departemen terpusat dalam sistem keislaman untuk bisa menjamin kesejahteraan umat baik bagi muslim maupun non – muslim. Penggunaan hukum yang digunakan sebagai landasan Islam yakni berdasar At Tin ayat ke -8 :

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ ࣖ

Artinya : Bukankah Allah hakim yang paling adil?

Jika ditilik ke belakang, dahulu waktu kota Madinah menjadi Daulah Pertama, Madinah juga menerapkan bahwa segala penyerahan harta rampasan perang (ghanimah), maupun lainnya akan dimasukkan ke dalamnya. Bentuk darinya sendiri sebenarnya secara teknis dapat berubah – ubah.

Namun secara esensi tetap menjadi wadah tampung resmi bagi keuangan negara. Di masa kekhilafahan, harta yang terdapat di dalamnya seringkali digunakan untuk keperluan umat misalnya berjihad, melakukan futuhat (penaklukan) , mengobati orang sakit, membangun infrastruktur apabila yang bersangkutan membutuhkan biaya tambahan.

Sebab biasanya muslim akan saling membantu antar urusan sesama muslim. Rasulullah SAW telah menegaskan dengan jelas bahwa harta baitul hanya akan digunakan keperluan umat bukan keperluan pribadi seorang khilafah atau pejabat negara.

Bahkan Rasulullah SAW akan menindak tegas seseorang yang melakukan demikian termasuk bila pelakunya adalah Fatimah, putri beliau.

Kehadiran baitul mal idealnya menjadi suatu wadah agar para umat dapat merasa tenang sebab bila tiada kemampuan untuk meningkatkan finansial, mereka dapat dibantu. Bukan malah merasa sengsara dan teraniaya.

Pos Pembentukan Baitul Mal

Sebagaimana yang dilansir dari Kitab Ajhizah yakni karya dari Syekh Taqiyudin An – Nabhani, Baitul Mal sendiri akan berkembang pos – posnya menyesuaikan dengan perluasan wilayah dan utamanya kepemimpinan dari para khalifah.

Di masa pemerintahan Ali, beliau memberikan penjelasan dalam membagi pos Baitul Mal. Pengkategoriannya yakni bagian pemasukan dan pengeluaran.

1.     Bagian Pemasukan

Pertama, beberapa pos yang masuk dalam kategori pemasukan yakni pos Fa’i dan Kharaj. Pos ini meliputi ghanimah, kharaj, jizyah, tanah maupun fa’i dan pajak.

Kedua, pos selanjutnya yakni kepemilikan umum dan meliputi minyak bumi, listrik, gas barang tambang, sungai, mata air, selat, hutan, hima, padang gembalaan dan yang lainnya.

Ketiga, kemudian pos selanjutnya yakni posa zakat. Pos ini meliputi zakat uang, pertanian, komoditas perdagangan, unta, sapi, domba serta pertanian dan buahan – buahan.

2. Bagian Pengeluaran

baitul mal

Sedangkan bagian pengeluaran terdiri dari pos dar AL khilafah, Kemaslahatan Negara, Subsidi, Jihad, Pengelolaan Zakat, Anggaran, Pengontrolan, Pengawasan Umum dan Keperluan Darurat.

Nah sobat cahaya Islam demikian ulasan mengenai Baitul Mal. Semoga ulasan ini bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY