Nadiem Makarim Janji Berikan Kuota 50 GB, Ini Hukum Menepati Janji Dalam Islam!

0
52
Nadiem Makarim Janji Berikan Kuota dan Ini Hukum Menepati Janji

Nadiem Makarim janji – Di masa pandemi saat ini, hampir segala kegiatan tidak berjalan seperti biasanya. Kegiatan perkantoran, sekolah dan tempat keramaian banyak dihentikan sehingga menghambat kegiatan yang harusnya berjalan. Begitu juga dengan siswa dan mahasiswa yang seharusnya menimba ilmu. Saat ini banyak pelajaran dan mata kuliah diberikan dalam pertemuan visual atau secara online. Sehingga siswa atau mahasiswa diharuskan memiliki penunjang seperti handphone, laptop hingga kuota internet.

Nadiem Makarim Janji Berikan Kuota dan Ini Hukum Menepati Janji

Dengan kegiatan belajar yang saat ini banyak dilakukan secara online, membuat Mendikbud mengeluarkan keputusan untuk berjanji akan memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan ini berupa kuota untuk para siswa, mahasiswa hingga dosen. Diharapkan dengan adanya kuota ini nanti bisa membantu kegiatan belajar dengan lancar. Dalam agama islam, janji adalah sesuatu yang harus ditepati. Bahkan seringkali kita mendengar istilah tentang janji adalah hutang. Bagaimana sebenarnya hukum menepati janji dalam islam?

Nadiem Makarim Janji Berikan Kuota 50 GB, Begini Hukum Menepati Janji Dalam Islam!

Nadiem Makarim Janji Berikan Kuota dan Ini Hukumnya Dalam Islam

Nadiem Makarim janji berikan kuota untuk mahasiswa 50 GB per bulan. Ini guna membantu kegiatan perkuliahan yang harus dilakukan secara online. Dalam islam, janji adalah sesuatu yang harus ditepati. Hal ini karena janji adalah tanggung jawab yang tidak boleh diingkari. Itu sebabnya, islam pun mengatur hukum tentang menepati janji dalam ayat Al Quran. Dimana Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menepati janji.

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa setiap janji yang kita buat akan dimintai pertanggung jawabannya. Dalam kehidupan bermasyarakat pun, janji adalah ucapan yang berkaitan dengan kepercayaan. Bagi siapa yang sering mengingkari janji tentu saja akan dianggap sebagai pendusta atau pembohong. Itu sebabnya, orang yang suka mengingkari janji bukan hanya dianggap pembohong namun juga tidak akan dipercaya.

Hati-Hati! Suka Ingkar Janji Termasuk Ciri Orang Munafik Lho

Seringkali kita sebagai manusia dengan mudah mengucapkan janji. Namun justru lalai untuk menepatinya. Padahal janji ini adalah sesuatu yang nantinya akan dipertanggung jawabkan. Itu sebabnya, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menepati janji. Bukan hanya sebagai cerminan sikap seorang muslim. Ini juga untuk menjaga kepercayaan orang lain terhadap kita. Dan tahukah sobat Cahaya Islam, bahwasanya orang yang suka mengingkari janji termasuk orang munafik.

Ciri orang yang munafik adalah seseorang yang suka berkata dusta dan jika berjanji mengingkari. Tentu saja kita tidak mau dianggap sebagai golongan orang munafik bukan? Itu sebabnya, hati-hatilah saat mengucapkan janji. Apalagi Allah memberikan ancaman bagi seorang yang mengkhianati janji.

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).

Nadiem Makarim janji – untuk berikan bantuan berupa kuota 50 GB. Ini merupakan janji yang tentu saja harus ditepati. Seperti halnya yang tertulis dalam hukum islam, bahwasanya seseorang yang mengucapkan janji maka akan dimintai pertanggung jawaban atas janjinya. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang yang suka ingkar janji ya sobat Cahaya Islam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Isra’ Ayat 34

(2) – Surat Al-Anfal Ayat 56

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!