Mengaku Orang Beriman? Jangan Mengeluh Ketika di Uji oleh Allah

0
21
mengaku orang beriman

Ceramah Agama – Beberapa waktu yang lalu tim cahayaislam sedang mengikuti satu majelis kajian islam. Pada acara tersebut, ulama yang sedang memberikan nasihat agama bertanya kepada para hadirin yang tengah berada di dalam majelis mendengarkan ceramah agama tentang iman itu. Pertanyaannya simple: Siapa hadirin yang ada disini mengaku orang beriman?

Mengaku Orang Beriman?

Mendengar pertanyaan itu, banyak tangan para hadirin yang kemudian diangkat menandakan bahwa banyak yang yakin bahwa dirinya adalah orang orang islam yang beriman kepada Allah.

***

Apa yang dikatakan oleh ulama tersebut di mimbar kemudian adalah untuk bersama sama mengajak hadirin yang mengangkat tangan mereka tadi untuk berusaha keras agar menjadi orang yang tahan banting dan tidak mudah mengeluh ketika sedang ditimpa musibah. Alasannya cukup sederhana: Karena orang beriman sudah pasti diuji oleh Allah. 

Janji Allah akan Menguji Hambanya yang mengaku Beriman KepadaNya

Allah SWT sudah mencanangkan JanjiNya kepada kita semua. Terutama untuk kita yang mengaku menjadi seorang hamba yang beriman kepadaNya via Surat Al Ankabut ayat 2 & 3 dibawah ini:

 أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? [1]

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. [2]

Dalam Surat tersebut Allah berfirman bahwa niscaya Dia akan menguji kepada mereka yang Mengaku beriman kepadaNya. Dan ujian – ujian semacam itu telah dilakukan kepada orang orang sebelumnya untuk mengetahui mana hambaNya yang memang benar-benar berkata benar tentang keimanannya, dan mana yang berdusta?

Ujian tak hanya tentang sesuatu yang sulit, bahkan hal yang menyenangkan bisa jadi sebuah ujian

Banyak yang salah kaprah mengartikan bahwa ujian dari Allah hanyalah berupa cobaan cobaan yang datang membebani hidup. Entah itu dari kekurangan harta benda (masalah ekonomi), permasalahan hidup dalam keluarga atau teman, dan lain sebagainya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar [3]

Padahal sebenarnya ujian dari Allah sangatlah beragam. Ujian ini termasuk dari hal hal yang justru mungkin membawa kesenangan untuk kita. Contoh yang paling sering digunakan adalah anak dan istri, harta berlimpah, kesehatan yang baik. Dimana pada dasarnya Allah sedang mencoba diri kita dan mempertanyakan apakah dengan kuberikan semua kesenangan itu, dia menjadi lalai kepadaKu?

***

Dari beragam jenis ujian yang dikirimkan oleh Allah kepada kita, hendaknya kita selalu yakin bahwa semua jenis cobaan merupakan anugerah dari Allah, entah Allah mencoba untuk mengajarkan sesuatu kepada kita, atau Allah ingin menghapuskan dosa dosa kita dengan datangnya cobaan. Yang pasti kita sebagai orang beriman harus siap sedia membuktikan keimanan kita lewat sikap yang kita munculkan dikala ujian Allah tiba di hadapan kita. Semoga bermanfaat ya!


Catatan Kaki

[1] Q.S. Al Ankabut (29) ayat 2

[2] Q.S. Al Ankabut (29) ayat 3

[3] Q.S. Al Baqarah (2) ayat 155

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!