Menerima Takdir yang Allah SWT Berikan

0
70
menerima takdir

Ceramah AgamaDalam kehidupan ini sering melihat perbedaan kondisi kehidupan antara orang satu dengan yang lainnya. Dalam ceramah agama kali ini kami akan membahas mengenai menerima takdir yang allah berikan sesuai dengan ajaran agama islam. Dengan adanya pembahasan diharapkan kaum muslimin dapat menerima secara ikhlas segala keadaan yang terjadi dikehidupan masing – masing.

Menerima Takdir yang Allah SWT Berikan Terhadap Hambanya

Sobat cahaya islami, setiap orang di dunia ini pasti memiliki jalan hidup yang tidak sama. Ada orang yang mendapatkan kesenangan, kesusahan dan lain sebagainya. Semua hal atau kondisi yang terjadi pada diri seorang hamba allah di muka bumi telah menjadi ketetapan. Ketetepan tentang segala sesuatu yang dialami oleh seorang makhluk bernama manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum ruh ditiupkan ke kandungan ibu.

Pengertian Tentang Takdir Menurut Ajaran Agama Islam

Setiap orang pasti tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang bukan? Segala sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang ini merupakan rahasia Allah SWT. Hanya Allah SWT yang mengetahui bagaimana keadaan seorang hamba dimasa mendatang. Dengan kata lain, peristiwa masa depan menjadi misteri yang tidak bisa dipecahkan dengan disiplin ilmu apapun.

Peristiwa yang masih diselimuti misteri tentu saja membuat seorang muslim harus harus semakin mendekat kepada Allah SWT. Sebagai orang yang memeluk agama islam, maka harus terus berdo’a kepada Allah SWT agar selalu dalam lindungannya. Dalam ceramah agama, suatu misteri yang tidak diketahui oleh manusia di masa depan disebut dengan takdir.

Pada dasarnya, takdir memiliki pengertian sebagai segala sesuatu ketetapan Allah SWT yang pasti terjadi pada diri seorang hamba. Pengertian disini maksud seorang hamba di dunia ini tetap memiliki kemampuan sendiri untuk menetapkan jalan kehidupan yang dipilih. Akan tetapi, sebelum seorang hamba itu memilih jalan tersebut Allah SWT sudah mengetahuinya terlebh dahulu. Hal inilah yang dimaksud dengan takdir sesuai ceramah agama islam.

Dalam ceramah agama islam, urusan takdir memang begitu penting bagi umat islam. Oleh sebab itulah percaya akan urusan takdir menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Dalam ayat al qur’an surat al hadiid ayat 22 Allah SWT berfirman yang artinya:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [1]

Menurut ceramah agama yang mulia ini, dalam ayat di atas Allah SWT menjelaskan kepada manusia bahwa semua kejadian telah terulis di Lauhul Mahfush atau kitab. Pengetahuan tentang bab ini bagi Allah SWT sangatlah mudah. Oleh karena itulah, sudah sepantasnya sebagai seorang muslim yang taat harus sekuat tenaga menjalankan segala perintahnya.

Percayalah Bahwa Takdir Allah SWT Pasti Yang Terbaik

Sobat cahaya islami yang selalu dirahmati Allah SWT, takdir yang telah tertulis di kitab Lauhul Mahfush pasti terjadi. Menurut ceramah agama, sebagai seorang muslim harus mempercayai hal tersebut. Percaya akan takdir ini akan membuat seorang muslim semakin merasa kecil dihadapan Allah SWT.

Akan tetapi, kadang kala sering merasa tidak suka dengan takdir yang Allah SWT berikan kepada diri ini. tentu saja tidakkan demikian kurang tepat. semua itu bisa terjadi karena jika merasa kurang senang terhadap takdir Allah, maka secara tidak langsung orang tersebut melawan ketetapanNya.

Lantas tindakkan apakah yang sebaiknya dilakukan? dalam ceramah agama islam, seorang hamba yang beriman harus sabar dalam menerima setiap takdir Allah SWT yang baik dan buruk. Teruslah pupuk prasangka baik atau berhusnuzhon terhadap Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadits Muslim nomer 2877 :

وَحَدَّثَنِي أَبُو دَاوُدَ، سُلَيْمَانُ بْنُ مَعْبَدٍ حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، عَارِمٌ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ، مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلاَثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ ‏ “‏ لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ‏”‏ ‏.‏
Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata tiga hari sebelum kematiannya: Tidak seorang pun dari kalian yang mati kecuali hanya berharap yang baik dari Allah, Yang Mahatinggi dan Agung. [2]

Catatan Kaki

[1] Q.S. Al Hadid (57) ayat 22

[2] H.R. Shahih Muslim no. 2877 (Referensi Bahasa Inggris: Buku 40, Hadis 6877)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!