Memahami Lita’arafu, Artinya, dan Penerapannya dalam Islam

0
49
lita’arafu artinya

Lita’arafu artinya – Sobat Cahaya Islam, Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan Islam sebagai dien yang sempurna untuk pedoman hidup manusia. Termasuk dalam hubungan antara sesama manusia, Allah Ta’ala menurunkan konsep lita’arafu. Penting sekali bagi setiap muslim untuk memahami maksud dari lita’arafu, artinya, dan penerapannya.

Banyak pandangan yang menganggap bahwa Surat Al-Hujurat ayat 13 adalah ayat toleransi. Benarkah demikian? Sejatinya ayat ini memang memerintahkan manusia untuk meninggalkan fanatisme kesukuan dan rasialisme. Namun sama sekali bukan bermakna bahwa semua agama sama dan setara.

Ayat Lita’arafu dan Tafsirnya

Bagaimana relasi Islam dengan umat beragama lain dan konsep lita’arafu adalah dua hal yang berbeda. Untuk selengkapnya, Sobat bisa menyimak terjemahan ayatnya berikut ini, “Hai manusia, sungguh Kami ciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah dia yang paling bertakwa di antara kalian semua. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat: 13)

Adapun tafsir ayat tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Tafsir Jalalain

Allah Ta’ala menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yakni Adam dan Hawa. Lafal syu’uban adalah bentuk jamak dari sya’bun, maknanya adalah tingkatan nasab keturunan paling tinggi. Kedudukan suku berada di bawah bangsa.

lita’arafu artinya

Lafal ta’arafu berasal dari kata tata’arafu yang salah satu huruf ta’ dihilangkan. Dalam ayat ayat ini, lita’arafu artinya supaya sebagian kalian saling mengenal sebagian yang lain, bukan dalam rangka saling membanggakan keturunan atau nasab. Sungguh yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah Ta’ala ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentang kalian lagi Maha Mengenal apa yang tersimpan dalam batin kalian.

2.     Tafsir Ibnu Katsir

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada manusia bahwa Dia telah menciptakan mereka dari diri yang satu dan darinyalah Allah menciptakan istrinya (Adam dan Hawa). Selanjutnya Allah Ta’ala menjadikan mereka berbangsa-bangsa. Sya’bun maknanya lebih besar daripada kabilah. Sesudah kabilah terdapat tingkatan yang lebih kecil, yakni puak, bani, ama’ir, afkhad, dan lainnya.

Secara garis besar, seluruh manusia tercipta dari unsur kejadian yang sama, yakni tanah liat. Perbedaan yang paling mendasar di antara mereka adalah karena agama, yakni ketaatan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Karenanya sesudah Allah Ta’ala melarang manusia dari perbuatan menggunjing dan menghina orang lain, Allah ingatkan manusia bahwa mereka semua sesungguhnya memiliki derajat yang sama.

Lita’arafu artinya saling mengenal di antara sesama manusia, masing-masing orang dinisbatkan kepada kabilah (suku atau bangsanya. Adapun menurut Al-Baghawi dan Al-Khazin, maksudnya adalah agar setiap orang dapat mengenali seberapa dekat atau jauh hubungan nasabnya dengan pihak lainnya.

Lita’arafu Artinya Hilangnya Fanatisme Kesukuan

lita’arafu artinya

Sobat Cahaya Islam, agama Islam datang untuk menyatukan umat manusia dan menghilangkan fanatisme suku atau golongan. Setiap manusia memiliki kedudukan yang setara, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.

Islam menghilangkan bendera-bendera dan menjadikan manusia hanya memiliki satu ikatan, yakni ikatan aqidah. Perbedaan nasab, suku, warna kulit, dan bahasa, tidak menjadi pemecah-belah. Konsep lita’arafu bukanlah pandangan bahwa semua agama sama karena penilaian setiap orang hanyalah berdasarkan pada ketakwaannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai lita’arafu artinya, dan penerapannya dalam kehidupan. Semoga semakin meningkatkan wawasan dan pemahaman Sobat semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY