Kunci Pintu Rezeki: Menyambung Tali Silaturahim

0
368
Kunci Pintu Rezeki Menyambung Tali Silaturahim

Kunci Pintu Rezeki – Setiap manusia pada dasarnya Allah SWT menciptakannya sebagai makhluk sosial. Yakni makhluk yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Mungkin kita familiar dengan istilah introvert yang baru baru ini sering terdengar. Namun meski demikian seintrovert nya seseorang pun. Dia tetap membutuhkan orang lain dalam hidupnya.

اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Di dalam Al Quran surat Al Hujurat 13 diatas pun Allah berfirman bahwa Dzat Allah telah menciptakan manusia berbangsa dan berpasangan. Agar tujuannya untuk saling mengenal satu sama lain. Selain nyata merupakan maksud Allah dalam kehidupan kita untuk saling bersosial dan berinteraksi. Ternyata hal itu pula merupakan kunci pintu rezeki:

Silaturahim adalah kunci pintu Rezeki

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ‏”

Dalam riwayat Al Bukhori 5986 diatas menjelaskan dengan gamblang bahwasanya jika kita ingin Allah mempermudah rizki dan memperpanjang umur kita. Maka sangat sangat menganjurkan untuk kita menyambung rantai silaturahim.

Silaturahim merupakan sebuah hal baik yang banyak alim ulama bahkan mewajibkannya dan menekankan hal itu untuk dilakukan dalam kehidupan islami. Karena memang tiada orang di dunia ini yang suka memutus kerabat dan silaturahim kecuali mereka yang sudah rusak akal dan akhlaknya. Dirinya sudah jauh dari fitrahnya sebagai manusia. Hal itu akan berujung pada hati yang kelam dan hilangnya kunci pintu rezeki.

Silaturahim adalah Perwujudan Cinta Kasih dan Jauh dari Laknat Allah

Dalam satu hadits Tirmidzi menjelaskan bahwasanya menjalin hubungan sanak keluarga handai taulan adalah wujud cinta kasih yang akan berujung pada terbukanya kunci pintu rezeki dan umur yang panjang.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عِيسَى الثَّقَفِيِّ، عَنْ يَزِيدَ، مَوْلَى الْمُنْبَعِثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِي الأَثَرِ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَمَعْنَى قَوْلِهِ ‏”‏ مَنْسَأَةٌ فِي الأَثَرِ ‏”‏ ‏.‏ يَعْنِي زِيَادَةً فِي الْعُمُرِ

***

Nah, masih ada alasan apa lagi untuk tidak menyambung tali silaturahim? – semoga kita menjadi orang orang yang memiliki jiwa sosial dan tali persaudaraan yang kuat. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY