Kompetisi Olahraga, Salah Satu Sunnah yang Terlupakan

0
558
kompetisi olahraga

Kompetisi Olahraga – Menpora beberapa hari yang lalu telah mengumumkan bahwa kompetisi olahraga akan segera terlaksana ketika beberapa daerah sudah dapat memenuhi target kenormalan.

Tentu saja, beberapa dari masyarakat memiliki respon yang baik dengan pemberitaan tersebut. Dari dulu sekarang, olahraga selalu menjadi hal yang umat senangi.

Sobat Cahaya Islam, viralnya berita kompetisi olahraga di beberapa media sosial tentu saja menjadi kabar baik bagi negeri.

Sebab, perencanaan kompetisi tersebut tentu juga dari hasil pembacaan situasi dan kondisi pandemi sekarang.

Beberapa daerah, sudah mulai memasuki level tingkat 1-3 bahkan sekolah sudah banyak yang menerapkan kebijakan PTMT ( Pembelajaran Tatap Muka Terbatas).

Bagaimana Muslim Memaknai Kompetisi Olahraga?

kompetisi olahraga

Sobat Cahaya Islam, makna olahraga sendiri dalam Islam merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW. Jika umat perhatikan, anjuran ini sangat sesuai dengan ranah kesehatan yang biasanya umat pelajari.

Konsep sederhananya jelas, semakin sering umat melakukan workout, maka sebagian besar peluang umat untuk tetap sehat bukan?

Kesehatan sejak dulu sejatinya memang penting. Namun, ternyata tak banyak orang yang sering melaksanakan olahraga.

Barulah sejak ada pandemi, orang – orang bahkan para influencer sekalipun seringkali memberikan tips berolahraga baik secara indoor maupun outdoor.

Padahal, Islam adalah agama yang sangat menjaga kesehatan umat. Buktinya, ada dalil terkait pelarangan makan babi sebab dagingnya sangat merugikan bagi kesehatan. Selain itu, menjaga kesehatan sama halnya dengan menghindarkan diri dari kebinasaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 195 yakni :

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya : Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dari hal tersebut saja, sebenarnya sudah sangat kentara bagaimana kerennya Islam dalam menjaga kesehatan seluruh umat bahkan non muslim sekalipun.

Dengan kondisi tubuh yang prima dan bugar, ibadah umat akan menjadi maksimal. Tentu saja hasil dari ibadah orang yang sehat berbeda dengan mereka yang sedang sakit. Walaupun secara pahala, tak ada umat yang bisa menjamin bahkan mengkalkulasikannya.

Apa Faktor yang Menyebabkan Umat Tak Berolahraga?

Sobat Cahaya Islam, tentu ada beberapa faktor yang menyebabkan umat enggan berolahraga atau istilah kerennya workout.

Ada sebagian umat yang memang malas, sehingga olahraga tak pernah masuk dalam rutinitasnya.

Ada sebagian umat yang terpaksa tidak berolahraga karena memang padat jadwal kerja maupun hal lainnya.

Kondisi – kondisi seperti inilah yang menjadikan ghiroh hidup sehat tak bisa umat jalankan.

Akhirnya cita – cita untuk sehat hanya terucap di lisan saja, tanpa akhirnya umat benar – benar menggapai mimpinya.

Hal ini banyak terjadi pada sebagian umat. Selain itu, merutinkan diri untuk berolahraga memang hal yang sangat rumit apalagi ketika zaman sudah berganti dengan era instan hari ini. Semuanya sudah tersediakan. Masya Allah bukan?

Maka dari itu, hal utama yang perlu umat pahami yakini adalah pemahaman bahwa olahraga merupakan anjuran bahkan terdapat Sunnah yang perlu umat jalankan.  Salah satu sunnah yang terkenal yakni olahraga renang dan berkuda.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kompetisi olahraga yang seharusnya dpaat umat maknai sebagai implementasi dari penjagaan kesehatan umat.

Semakin sehat tubuh umat, maka semakin maksimal pula ibadah yang dapat mereka lakukan bukan? Semoga umat muslim senantiasa mendapat penjagaan dan perlindungan dari Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY