Kisah Maia Estianty Tidak Bisa Peluk Anak-Anaknya di Hari Ibu, Begini Hukum Memeluk Anak dan Manfaatnya Dalam Islam!

0
86
Kisah Maia Estianty Tidak Bisa Peluk Anak-Anaknya dan Begini Hukumnya

Kisah Maia Estianty – Bagi seorang Ibu, bisa memeluk anak-anaknya tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun dalam cerita Maia Estianty, ia mengatakan merasa sedih karena tidak bisa memeluk anak-anaknya saat hari Ibu. Pasalnya ketika itu Maia dinyatakan positif covid-19 sehingga harus isolasi mandiri. Dan hanya bisa melihat video kejutan yang dibuat oleh ketiga anaknya untuk mengucapkan selamat hari Ibu. Dan ini tentu saja membuatnya merasa semakin sedih.

Kisah Maia Estianty Tidak Bisa Peluk Anak-Anaknya dan Manfaatnya Menurut Islam

Sebagai seorang Ibu, anak-anak layaknya dunia baginya. Itu sebabnya seorang Ibu bahkan mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan anak-anaknya. Itulah kenapa Ibu memiliki kedudukan yang mulia dalam islam. Islam bahkan menuliskan banyak hal tentang Ibu dalam ayat-ayat Al Quran. Itu menunjukkan betapa Ibu adalah sosok yang dimuliakan dan memiliki peran penting dalam kehidupan.

Kisah Maia Estianty Tidak Bisa Peluk Anak-Anaknya, Begini Hukum Memeluk Anak dan Manfaatnya Dalam Islam

Kisah Maia Estianty Tidak Bisa Peluk Anak-Anaknya dan Begini Hukumnya

Kisah Maia Estianty tidak bisa peluk anak-anaknya saat hari Ibu yang biasa diperingati di tanggal 22 Desember. Ini merupakan kisah yang menurutnya cukup membuat sedih. Apalagi ketika itu Maia sedang menjalani isolasi mandiri, sehingga hanya menerima ucapan dari anak-anaknya. Sosok Ibu memang merupakan sosok yang memiliki cinta besar untuk anak-anaknya. Itupun juga digambarkan dalam islam, bagaimana Ibu adalah sosok yang dimuliakan.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(1)

Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kaum muslimin untuk baik kepada kedua orang tua. Terutama Ibu yang mana sudah mengandung dan merawat dengan baik anak-anaknya. Itu menunjukkan betapa Allah memuliakan seorang Ibu dengan segala pengorbanannya. Lalu bagaimana hukumnya seorang Ibu memeluk anaknya, bahkan yang sudah dewasa?

Begini Hukum Memeluk Anak Dalam Islam dan Manfaatnya!

Kisah Maia Estianty Tidak Bisa Peluk Anak-Anaknya

Sobat CahayaIslam mungkin sudah sering mendengar istilah “surga dibawah telapak kaki Ibu” yang artinya ridho Allah adalah ridho Ibu. Maka untuk mencapai surga Allah, seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tua. Terutama seorang Ibu. Lalu apakah boleh seorang Ibu memeluk anaknya yang bahkan sudah dewasa? Tentu saja hukumnya boleh. Apalagi ini menunjukkan kasih sayang seorang Ibu untuk anaknya.

Lalu adakah manfaat dari seorang Ibu memeluk anaknya dalam islam?

Memperkuat Rasa Kasih Sayang

Pelukan Ibu kepada anak bisa memperkuat rasa kasih sayang anak lho sobat CahayaIslam. Ini karena anak akan merasakan kasih sayang dari Ibu melalui pelukan. Dan biasanya ini menyebabkan perasaan tenang dan juga aman. Sehingga anak juga bisa semakin menyayangi Ibunya.

Mempererat Hubungan Ibu dan Anak

Pelukan adalah ungkapan kasih sayang dari Ibu kepada anak. Dengan sering-sering memeluk anak untuk menunjukkan kasih sayang. Maka ini juga bisa untuk mempererat hubungan antara Ibu dan anak. Ini akan menumbuhkan perasaan mengasihi dari anak kepada Ibunya.

Kisah Maia Estianty – yang menceritakan bagaimana sedihnya ia ketika tak bisa memeluk anak-anaknya. Ini menunjukkan bagaimana pelukan sangatlah penting untuk menumpahkan kasih sayang. Dan lagi sobat CahayaIslam, pelukan Ibu kepada anak memiliki beberapa manfaat lho.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Luqman Ayat 14

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY