Kapal Selam Titanic Tewaskan 5 Penumpang, Termasuk Syahid?

0
311
kapal selam Titanic

Kapal Selam Titanic – Baru-baru ini terjadi peristiwa mengerikan yang menggemparkan seluruh dunia. Kejadian tersebut yakni tenggelamnya kapal selam Titanic.

Di dalam kapal tersebut ada 5 orang penumpang yang hendak menjelajahi bawah laut. Namun kapal itu menewaskan semua penumpang di dalamnya.

Kapal Selam Titanic Meledak di Dalam Laut

Awalnya kapal selam Titanic dilaporkan meninggal sejak hari Minggu 18 Juni 2023 lalu. Setelah pencarian, pihak terkait menemukan kapal tersebut dalam kondisi hancur.

Kapal ini merupakan armada yang menjanjikan wisata melihat bangkai Titanic. Kapal tersebut tenggelam dan hancur lantaran ledakan serta menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.

Adapun kapal milik perusahaan OceanGate Expedition satu ini melakukan perjalanan ke titik tempat bangkai kapal Titanic berada. Tetapi kemudian kapal hilang kontak usai 1 jam 45 menit menyelam di dasar laut.

Mendapati kenyataan kapal meledak dan tenggelam, pihak perusahaan pun mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga penumpang. Lebih lanjut, perusahaan juga berterima kasih terhadap semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian kapal.

Menurut perusahaan, semua pihak sudah bekerja keras dalam beberapa hari terakhir untuk menemukan kapal itu meskipun dalam kondisi sudah bangkai.

Berdasarkan hasil  investigasi, kapal ini mengalami kehilangan tekanan. Inilah yang membuat kapal meledak serta menewaskan semua orang di dalamnya.

Mati Tenggelam dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, tragedy kapal selam Titanic yang tenggelam dan meledak tentu menimbulkan duka mendalam bagi keluarga penumpang. Menurut pandangan islam, orang yang meninggal karena tenggelam seperti para korban bisa termasuk ke dalam golongan mati syahid.

kapal selam Titanic

Bukan tanpa sebab, mati yang mereka rasakan sangatlah mengerikan. Karena itulah, Allah SWT memberikan ganjaran kepada orang-orang seperti itu mati syahid.

Meninggal dalam kondisi syahid, tentu sangat diinginkan oleh banyak orang. Sebab mereka akan mendapatkan ganjaran berupa surganya Allah SWT di akhirat kelak.

Pandangan Islam Terhadap Orang yang Mati Tenggelam

Berdasarkan pernyataan di atas, apakah semua orang yang mati tenggelam mendapat ganjaran syahid? Untuk pembahasan selengkapnya, Sobat bisa simak informasi berikut ini.

1.       Tenggelam Termasuk Mati Syahid Secara Hukum

Nabi Muhammad SAW bersabda:

 الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani).

Musibah-musibah yang disebut dalam hadits tersebut juga menyebabkan seseorang mendapat pahala mati syahid. Tetapi mereka tergolong syahid secara hukum, dan bukan syahid secara hakikat.

Ini mengartikan, mereka di dunia mendapat perlakuan seperti jenazah pada umumnya. Sedangkan di akhirat, mereka mendapat keutamaan mati syahid.

2.       Mati Tenggelam Menjadi Pembersih Dosa

Mati karena tenggelam tergolong sebagai proses untuk pembersih dosa. Ini merupakan karunia dari Allah SWT.

kapal selam Titanic

Bahkan musibah tersebut menjadi penambah pahala untuk orang yang mengalaminya. Ini tertuang dalam:

فهم شُهَدَاء حكما لَا حَقِيقَة، وَهَذَا فضل من الله تَعَالَى لهَذِهِ الْأمة بِأَن جعل مَا جرى عَلَيْهِم تمحيصاً لذنوبهم وَزِيَادَة فِي أجرهم بَلغهُمْ بهَا دَرَجَات الشُّهَدَاء الْحَقِيقِيَّة ومراتبهم، فَلهَذَا يغسلون وَيعْمل بهم مَا يعْمل بِسَائِر أموات الْمُسلمين

Mereka mendapat status syahid secara hukum, bukan hakiki. Ini karunia Allah untuk umat ini, Dia menjadikan musibah yang dialami umat ini sebagai pembersih dosa mereka, penambah pahala, bahkan sampai mengantarkan mereka derajat para syuhada hakiki.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/180). 

3.       Jika Penyebab Tenggelam Karena Maksiat, Maka Tidak Termasuk Syahid

Jika seseorang bepergian untuk maksiat namun tenggelam dan meninggal, maka ia tidak termasuk mati syahid. Ini sejalan dengan:

“Asalnya memang pergi berdagang dengan kapal itu boleh selama yakin bahwa diri kita bisa selamat. Namun kalau tidak yakin bisa selamat, maka tidak boleh bergadang dengan kapal laut. Jika nekad dilakukan, maka sama saja bunuh diri dan tidak disebut syahid.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 293)

Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa pandangan islam bagi korban tenggelam seperti dalam kejadian kapal selam Titanic. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY