Inilah Tanda Kurang Bersyukur yang Patut Kita Waspadai

0
866
Tanda kurang bersyukur

cahayaislam.id – Apa saja yang ada di dalam kehidupan kita sudah sepatutnya kita syukuri, sebab hidup merupakan karunia dari Allah SWT yang tidak bisa diukur akan seberapa besarnya. Namun ada banyak sekali tanda kurang bersyukur pada orang-orang yang tidak pernah merasa cukup atas rezekiNya.

Padahal, mengucapkan syukur adalah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk berterima kasih terhadap semua pemberian dari Allah SWT.

Orang yang kurang bersyukur biasanya akan selalu merasa kurang dan tidak bisa menghargai rezeki yang bernilai kecil. Hal ini pun pastinya membuat perasaan dalam hatinya menjadi jauh dari ketenangan.

Contohnya saja, orang kaya tetapi masih mengeluh akan kesulitan yang dihadapinya. Selain itu, dia juga sulit untuk merasakan bahagia. Begitu pun sebaliknya, ada banyak orang yang tampak kurang dari segi materi namun terlihat sumringah dan sangat bahagia hidupnya.

Seperti itulah pandangan kita terhadap orang yang bersyukur dan kurang bersyukur. Jika pandai bersyukur maka apa saja yang hanya sedikit bisa terasa besar nikmatnya, lalu orang yang kurang bersyukur akan senantiasa merasa tidak cukup dengan segala yang dimilikinya saat ini.

Nah, Sobat Cahaya Islam, untuk memastikan bahwa kita termasuk golongan hamba yang bersyukur atau pun kurang bersyukur maka perlu dilihat apakah sifat-sifat di bawah ini melekat dalam diri kita?

Inilah Tanda Kurang Bersyukur yang Patut Kita Waspadai

Apa saja sifat dari orang yang kurang mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT?

1.      Memandang Kecil Nikmat Allah SWT

Yang pertama, orang dengan sifat suka memandang kecil dan remeh akan pemberian Allah maka termasuk golongan yang kurang bersyukur. Berbeda dengan merendah agar tidak tampak sombong, orang yang sering kali merasa kurang atas rezeki yang diperolehnya biasanya karena tidak bisa menerima kesederhanaan.

Tanda kurang bersyukur

2.      Iri dengan Rezeki Orang Lain

Iri dengan rezeki yang dimiliki orang lain adalah salah satu sifat manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apapun. Sering kali apa yang menjadi kepunyaan orang lain, ingin dia miliki juga.

Parahnya lagi, hal ini dapat memicu adanya persaingan hingga membuat keretakan pada kerukunan antar sesame. Sebab ada rasa iri dan juga dengki yang menyelimuti hatinya dan membuat hidupnya kurang bersyukur atas nikmat yang menjadi porsinya.

3.      Sering Mengeluh

Selanjutnya, orang yang sering mengeluh atas apa yang menjadi nasib di hidupnya juga termasuk sifat dari kurang bersyukur. Keluhan bisa menjelma satu kebiasaan dan akhirnya dilakukannya pada hampir semua hal.

Tanda kurang bersyukur

Misalnya, mengeluh atas penghasilannya yang kecil, mengeluhkan bencana, mengeluh pada harga kebutuhan pokok yang mahal dan lain-lain. Daripada mengeluh sebaiknya kita memperbanyak istighfar.

4.      Kikir

Orang yang kikir biasanya tidak mau bersedekah atau membagikan sebagian rezeki miliknya kepada orang lain. Sebab dia memiliki kekhawatiran tidak bisa memperolehnya kembali.

Selain itu, juga ada rasa cemas dan takut jika apa yang dimilikinya jadi berkurang. Hal ini sama saja dengan tidak percaya bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan untuk memberikan rezeki pada semua hambaNya tanpa ada satu pun yang terlewatkan.

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,” (QS. An-Nisa’ :36)

Demikian di atas adalah ulasan mengenai tanda kurang bersyukur yang harus kita waspadai.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY