Ini Lho Hal-Hal Yang Memudahkan Kita Menggapai Cita-cita Menurut Islam!

0
12009

Dari keseluruhan manusia di bumi ini, tim Cahayaislam percaya bahwa hampir semuanya Insha Allah pasti memiliki cita-cita. Sewaktu kecil, acap kali kita ditanyai “Kalau besar mau jadi apa?” dan jawaban yang hampir selalu di dengar adalah “Aku ingin menjadi dokter” atau “aku ingin menjadi polisi” dan lain sebagainya.

Ini Lho Hal-Hal Yang Memudahkan Kita Menggapai Cita-cita Menurut Islam!

Tim Cahayaislam pun juga punya cita-cita, bahkan karena sangat berharap cita-cita itu menjadi nyata, kerap kali tiba-tiba air mata menetes dan terkadang cita-cita itu kerap kali datang dalam mimpi. Apakah sobat cahayaIslam pernah mengalaminya???

Cita-cita bila ia tidak diperjuangkan maka ia hanya akan menjadi wacana, ia hanya akan menjadi mimpi, dan mungkin bisa jadi menjadi sebuah penyesalan. Kita menyesal mengapa pada saat kita menyadari cita-cita itu harus diperjuangkan, tapi semua sudah terlambat. Jika kita tidak mau menyesal maka kita harus berani dan harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Materi  nasehat ini dishare oleh ukhti cantik tim Cahayaislam Novita Nurhafidhah dari Ustad Muhammad Affan yang berasal dari Jombang Jawa Timur, tiga jam sebelum penulis memulai membuat artikel ini. Penulis ingin berbagi tips-tips tentang menggapai cita-cita menurut islam yang telah disampaikan Ustad Affan kepada sobat cahayaIslam.

Tertib dalam Ibadah dan hal lainnya

Tips menggapai cita-cita menurut islam yang pertama adalah dengan tertib untuk mengerjakan segala sesuatunya. Buat para sobat Cahayaislam yang masih kuliah ya tertib kuliahnya, yang sudah bekerja ya tertib kerjanya, termasuk tertib dalam ibadahnya, dan kunci utamanya adalah tertib dalam sholat. Dalam sehari semalam, kita mengerjakan sholat 5 waktu dan kesemuanya itu sudah ada waktunya. Jika kita mengerjakan sholat subuh pada jam 7 pagi, maka hal demikian tidak dapat dinamakan terib. Di dalam nasehatnya, Ustad Affan menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

و حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ مُفَضَّلٍ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Dan telah menceritakan kepadaku [Nashr bin Ali Al Juhdlami] telah menceritakan kepada kami [Bisyr yaitu Ibn Al Mufadlal] dari [Khalid] dari [Anas bin Sirin] katanya; aku mendengar [Jundab bin Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu dari kalian sebagai imbalan jaminan-Nya, sehingga Allah menangkapnya dan menyungkurkannya ke dalam neraka jahannam.” [1]

Dalam hadist tersebut secara jelas tersirat pahala yang didapat sangat besar, yaitu dua diantaranya adalah kita terhindarkan dari sifat munafiq, dan yang kedua cita-cita kita akan digenggam oleh Allah.

Menjaga Diri dan Pergaulan

Memiliki banyak teman bukanlah hal yang salah. Namun, sudah menjadi kewajiban bagi diri kita untuk dapat memilih teman bergaul yang baik bagi kita. Teman yang baik akan membawa kita dalam kebaikan pula, ia akan membantu kita untuk terus bersemangat untuk menggapai cita-cita. Selain itu dengan teman yang baik kita juga akan semakin mudah didalam menjaga diri untuk tidak berbuat hal yang dilarang oleh Allah. Tips kedua untuk menggapai cita-cita menurut islam adalah dengan mencari teman bergaul yang alim dan memfahamkan diri kita.

Jangan lupa untuk terus Berdo’a

Tips ketiga untuk menggapai cita-cita menurut islam adalah dengan berdo’a. Seseorang pernah berkata. Hasil itu adalah 1% usaha dan 99% do’a. Jangan pernah meremehkan kekuatan dari do’a. Bahkan qodar pun dapat diubah dengan kita berdo’a. Jika bait do’a telah kita lantunkan berulang kali namun cita-cita kita tak kunjung tercapai ada tiga kemungkinannya do’a kita ditunda, do’a kita diganti, ataukah hati kita yang memang telah mati. Lalu mengapa hati kita bisa mati? (tim Cahayaislam akan membahasnya lebih detail dalam artikel selanjutnya, insha Allah) Ada 10 penyebab hati kita mati dan yang paling utama adalah

“Kita mengaku mengenal Allah, tapi kita tidak menunaikan haqnya”

Contohnya : Dalam adzan Allah memanggil kita untuk bermunjah padaNya dalami 15 kalimat, dan dalam iqomah ada 11 kalimat. Jika dijumlah maka keseluruhannya menjadi 26 panggilan. Namun dalam 26 kali panggilan ini terkadang kita tak kunjung menghadap. Lalu bagimanakah menurut sobat cahayaIslam? Berhak kah Allah marah kepada ktia??? Dan sebagai konsekuensinya berhak kah Allah untuk tidak mengabulkan cita-cita kita????

Sebenarnya masih ada beberapa hal yang bisa membuat kita meraih cita-cita dengan sukses ala islam, namun tim Cahayaislam akan mengulas tips-tips lainnya dalam artikel kajian islam lain dikesempatan berikutnya. Insha Allah kami akan mengulasnya beserta hadits tentang cita-cita dan beberapa penjelasan tentang indikasi hidup sukses menurut Al-Qur’an. Makanya, jangan kemana-mana ya sobat Cahayaislam!

NB: Cara lain juga agar dapat menjaga diri kita adalah dengan menunaikan sholat dengan khusyu’ dan tuma’ninah. Seorang yang telah sholat dengan khusyu’ dan tuma’ninah maka dia tidak akan melaksanakan sesuatu yang dilarang :

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [2]

Jika kita melakukan kemaksiatan, pelanggaran atau apapun itu maka harus menjadi selfreminder bagi kita. “Sudahkan sholat saya khusyu’ dan tuma’ninah?” – Tim Cahayaislam akan mencoba mengulas bagaimana sih cara melakukan sholat dengan tuma’ninah beserta tips-tips nya dikesempatan yang akan datang, ditunggu ya!

[1] HR. Muslim 1050 (shahih)

[2] QS. Al-Ankabut (29) ayat 45

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!