Herd Immunity Menyimpang Dari Ajaran Islam, Begini Alasannya!

0
66
Herd Immunity Membahayakan Nyawa Banyak Orang

Herd Immunity Menyimpang  – Herd Immunity ini merupakan salah satu istilah yang mulai familiar ditengah wabah covid-19 ini. Covid-19 bukanlah wabah yang sepele, apalagi hingga hari ini sudah banyak korban meninggal akibat terjangkit virus ini. Banyak kebijakan yang diterapkan dengan harapan dapat memutus tali penyebaran dari virus corona tersebut. Mulai dari larangan untuk kegiatan dalam keramaian, hingga kebijakan PSBB. Tidak sedikit orang yang bahkan rela kehilangan pekerjaan untuk mengamankan diri dari resiko penularan virus mematikan ini.

Herd Immunity Tidak Mencerminkan Sikap Muslim Untuk Berbuat Baik

Banyak upaya yang dilakukan untuk menuntaskan wabah ini agar berhenti sesegera mungkin. Hingga akhirnya muncul istilah herd immunity yang dianggap sebagai solusi untuk wabah covid-19 ini. Istilah yang diartikan sebagai kekebalan kelompok (komunitas) ini adalah suatu keadaan dimana masyarakat akan kebal terhadap virus atau penyakit tertentu. Ini bisa terjadi ketika banyak orang yang kebal terhadap penularan suatu penyakit atau virus sehingga menghambat penularan atau penyebaran penyakit tersebut. Lalu bagaimana jika dikaitkan dengan ajaran islam?

Herd Immunity Menyimpang Dari Ajaran Islam, Apa Alasannya?

Herd Immunity Menyimpang Dari Ajaran Islam

Herd Immunity menyimpang dari ajaran agama islam. Sebelumnya ini dianggap bisa digunakan untuk menghambat bahkan menghentikan penyebaran penyakit. Dengan harapan akan menjadi jalan keluar bagi wabah covid-19. Sayangnya, jika dikaitkan dengan ajaran agama islam ini sangat menyimpang. Herd immunity ini bisa terjadi dengan dua cara. Pertama, banyak orang dibiarkan terjangkit penyakit ini sehingga membentuk respons kekebalan alami. Kedua, memberikan vaksinasi kepada banyak orang dan membentuk kekebalan terhadap penyakit.

Mengapa ini menyimpang dari ajaran agama islam? Bisa sobat cahaya islam bayangkan, membiarkan orang terjangkit penyakit sama halnya dengan membahayakan orang lain. Ini jelas bukan ajaran islam dan bahkan dilarang untuk dilakukan oleh kaum muslim terhadap kaum yang lain. Lalu apa saja alasannya herd immunity ini menyimpang dari ajaran islam?

Tidak Mencerminkan Sikap Muslim Untuk Berbuat Baik

Dalam istilah kekebalan komunitas ini, jika dikaitkan dengan agama islam maka ini sama sekali tidak mencerminkan sikap muslim. Dalam agama islam, kita dianjurkan untuk berbuat baik. Jika yang dilakukan adalah membahayakan orang lain, tentu saja ini dilarang dalam agama. Penerapan membiarkan banyak orang terjangkit penyakit untuk membangun respon kekebalan alami. Ini sama halnya dengan mencelakakan orang lain. Sedangkan agama mengajarkan untuk berbuat baik.

وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Menyimpang Dari Tugas Pemimpin Melindungi Rakyatnya

Herd Immunity Disebut Sebagai Solusi Menghambat Penyebaran Corona

Dengan menerapkan herd immunity, ini bukan hanya akan membahayakan banyak orang. Namun juga sama dengan melalaikan tugas seorang pemimpin untuk melindungi rakyatnya. Dalam islam, pemimpin bertugas melindungi. Lalu apa jadinya jika kekebalan kelompok ini dibiarkan begitu saja diterapkan di Indonesia dan menimbulkan banyak korban jiwa?

Covid-19 ini memang merupakan wabah yang tidak bisa dianggap sepele. Sehingga semakin hari semakin meresahkan. Namun hal ini juga bukan berarti membenarkan cara-cara yang dapat membahayakan banyak orang. Dalam ajaran agama islam, kita tidak dianjurkan untuk memberikan kesulitan bagi orang lain. Memerangi virus corona ini bisa dilakukan dengan cara lain yang lebih manusiawi tanpa harus mengorbankan manusia yang lain.

Herd Immunity Menyimpang – Herd Immunity bukanlah solusi tepat untuk menghambat penyebaran dari virus corona. Lebih tepatnya, sebaiknya mari kita tertib terhadap kebijakan yang berlaku. Agar wabah ini dapat segera berhenti dan selesai.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 195

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!