Herd Immunity Dalam Pandangan Islam, Baik atau Buruk?

0
83

Herd Immunity – Kehidupan masyarakat saat ini terasa semakin berat selama pandemi. Bukan hanya ancaman kesehatan saja yang mengintai namun juga ancaman ekonomi. Banyak masyarakat yang semakin merasakan betapa pandemi ini seolah semakin tidak diketahui kapan berakhirnya. Bahkan presiden Joko widodo mengajak masyarakat untuk berdamai dengan virus corona hingga vaksin ditemukan.

Menanti ditemukannya vaksin tentu saja membutuhkan waktu yang lama, sedangkan masyarakat butuk beraktifitas untuk mendapatkan makanan dan memenuhi segala kebutuhannya. Hingga saat ini kebijakan PSBB belum dicabut namun berbagai macam kelonggaran juga sudah mulai diterapkan.

Kebijakan seperti social distancing, PSBB dan yang lainnya selama 3 bulan ini seolah tidak menampakkan hasil yang positif karena penambahan kasus baru masih terus terjadi. Mungkin pemerintah sudah mulai bingung dengan kebijakan yang paling tepat hingga mulai membiarkan masyarakat untuk kembali beraktifitas seperti biasa.

Mungkin anda saat ini sudah mulai mendengar mengenai Herd Immunity. Lantas apakah itu Herd Immunity?

Berbagai negara di dunia yang sudah mulai kewalahan menangani virus corona menggaungkan wacana mengenai Herd Immunity.

Pengertian Herd Immunity   

Sobat cahaya Islam, kita perlu untuk mengetahui apa itu Herd Immunity. Apakah hal ini merupakan sesuatu yang positif atau bukan. Herd Immunity dalam Bahasa Indonesia memiliki arti kekebalan kelompok. Adalah sebuah kondisi di mana sebagaian besar orang dalam suatu kelompok memiliki kekebalan terhadap suatu infeksi menular.

Kekebalan kelompok bisa dicapai dengan beberapa cara, salah satunya menggunakan vaksin. Misalnya, vaksin diberikan kepada seseorang. Secara otomatis orang tersebut memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Virus tersebut mati ketika memasuki tubuh orang itu. Selanjutnya, virus tidak akan menyebar ke orang-orang.

Namun, dalam kasus Covid-19 hingga kini belum ditemukan sebuah vaksin untuk mengatasinya. Sehingga metode kekebalan kelompok dengan cara vaksinisasi belum bisa dilakukan sekarang. Pilihan lainnya adalah dengan jalan kekebalan kelompok alami.

Banyak yang tidak setuju kekebalan kelompok alami diterapkan untuk mencegah Covid-19. Kenapa banyak yang tidak setuju? Sobat Cahaya Islam, perlu kalian ketahui bahwa Herd Immunity secara alami dilakukan dengan cara membiarkan orang-orang terinfeksi virus Corona tanpa ada pencegahan.

Jika suatu negara benar-benar menerapkan kekebalan kelompok alami seperti yang digaungkan, artinya negara atau pemerintah membiarkan rakyatnya mati.

Herd Immunity Alami, Baik atau Buruk Menurut Islam?

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa kekebalan kelompok alami bisa membunuh banyak manusia sebelum kekebalan kelompok tercapai. Apakah pantas suatu negara yang wajib melindungi seluruh rakyatnya menerapkan kekebalan kelompok? Dalam Islam hal ini jelas sangat bertentangan.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. (QS. An-Nisaa ayat 58)

Kekebalan kelompok alami mungkin saja berhasil namun membutuhkan waktu lama dan akan banyak manusia meninggal. Indonesia yang memiliki banyak penduduk, terbesar ke-4 di dunia jika menerapkan kekebalan kelompok akan mengorbankan berapa banyak penduduk sebelum mencapai kekebalan kelompok. Pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan orang meninggal yang tidak sedikit untuk mencapai kekebalan kelompok di Indonesia.

Masih banyak cara efektif yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia. Cara-cara tersebut antara lain lock down, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan physical distancing. Tapi Pemerintah Indonesia enggan dan terkesan setengah-setengah menerapkan aturan yang dibuatnya sendiri. Buktinya masih banyak kegiatan yang mengundang keramaian massal.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!