Hari Santri Nasional 2020, Ketahui 5 Kosakata Khas Santri dan Maknanya

0
69

Hari Santri Nasional 2020 – Tepat jatuh pada Kamis, 22 Oktober. Meskipun, di peringatan hari santri terlihat berbeda dengan peringatan sebelumnya. Sebab, di tengah pandemi virus Corona, akan tetapi kegiatan santri tetap berjalan, dengan menggunakan virtual, misalnya mengaji diniyah online di sebagian pesantren.

Mengingat situasi Indonesia yang sedang dilanda Covid-19, Hari Santri Nasional 2020 bertemakan “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Hal ini semoga menjadi kenyataan, dan kluster Covid-19 dari pesantren, serta Indonesia mampu menjalani dan mengatasi kondisi seperti ini.

Sobat Cahaya Islam, untuk kenal lebih jauh tentang dunia pesantren. Umat Islam yuk kita berkenalan dengan istilah-istilah sebagai kosakata khas santri, bisa jadi setelah mengetahui kalian atau sanak saudara berminat untuk mondok di pesantren.

Hari Santri Nasional 2020, 5 Kosakata Khas Santri

Hidup di dunia penuh tanda dan bahasa. Setiap tempat yang didiami akan muncul kosakata baru mungkin dari sebagian orang di luar sana belum tahu. Berikut kosakata khas santri.

  1. Antrean

Antrean mengular ketika mandi ataupun mengambil nasi, bagi santri sudah menjadi hal biasa. Hidup bersama dengan banyak orang dari berbagai daerah dan karakter, sedangkan tempat hanya satu wilayah di bawah bangunan pesantren. Pasti menuntut belajar kesabaran lewat antrean.

Tidak menyerobot yang telah dulu, bersabar menanti meski diburu waktu, begitulah makna antrean sebenarnya. Kadang kala, sembari antre ada santri yang tidak mau percuma begitu saja, membawa buku untuk dipelajari, atau Al-Qur’an untuk dihafal di tengah antrean.

  1. Sorogan

Sorogan berarti membaca atau menghafal  bahan pelajaran di depan guru untuk disimak, apakah ada yang salah atau tidak. Biasanya bagi pesantren yang mengedepankan kajian kitab kuning, ada agenda santri untuk sorogan kitab.

Begitu pun dengan pesantren tahfiz Al-Qur’an, ada kegiatan santri sorogan hafalan Al-Qur’an. Di waktu ini, santri diuji kemampuannya, dan termasuk kegiatan ini efektif demi tertangkapnya ilmu. Tidak jarang, ketika sorogan santri nervous semua hafalan pergi saat berada di depan kyai.

  1. Takziran

Bila di dunia hukum ada istilah pidana bagi tersangka, di pesantren ada istilah takziran sebagai gantinya. Bagi santri yang melanggar peraturan pesantren yang telah ditetapkan, jelas akan dikenakan takziran sesuai dengan ketentuan dalam pasal tata tertib pesantren.

  1. Roan

Kebersihan adalah sebagian dari iman, bukan hanya spanduk yang tertempel di dinding. Roan berarti kerja bakti membersihkan wilayah pesantren, setiap santri pasti akan mendapat jatah roan.

Apabila tidak melakukan roan, akan dikenakan hukuman semisal  membersihkan kamar mandi sekian hari, ini bukan memberatkan, tapi melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

  1. Mayoran

Ini yang ditunggu sebagian santri. Mayoran bisa dikatakan makan bersama yang makanannya berasal dari santri yang punya hajat, semisal ulang tahun, wisuda, dapat beasiswa, atau yang lainnya sebagai tanda syukur. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang memerintahkan untuk bersyukur.

‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, “Sesungguh­nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim ayat 7)

Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT menjanjikan orang yang bersyukur akan ditambah rezekinya, sedangkan yang kufur akan ditimpakan siksa.

Sobat Cahaya Islam, itu lima kosakata khas santri yang bisa diketahui di peringatan Hari Santri Nasional 2020. Semoga dunia pesantren dengan santri di dalamnya tetap eksis keberadaannya, dan memberikan kontribusi besar untuk Indonesia. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY