Hari Pahlawan Nasional, Bagaimana Sebaiknya Muslim Memperingati Hari Pahlawan?

0
101

Hari Pahlawan Nasional – Diperingati setiap tanggal 10 November. Di balik tanggal 10 November ini memiliki sejarah yang kelam di mana arek-arek Suroboyo (pemuda-pemuda Surabaya) berjuang melawan tentara Inggris dan Belanda di Surabaya.

Meski Hari Pahlawan Nasional telah berlalu, tidak ada salahnya kita untuk memperingatkan dengan berbagai kegiatan yang sekiranya  bisa mengikuti jejak para pahlawan terdahulu, yang tidak gentar melawan dengan tidak memedulikan nyawa sebagai taruhan.

Lantas, bagaimana sebagai warga negara sekaligus umat Islam yang sejati memperingati hari momen bersejarah ini? Sobat Cahaya Islam, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memperingatinya.

Berikut penjelasannya dengan harapan semoga bisa menjadi pencerahan untuk ditelusuri bersama dan diikuti secara nyata.

Cara Muslim Memperingati Hari Pahlawan Nasional

Ada beberapa cara memperingatinya, dari hal yang sederhana sampai hal yang luar biasa dan tentu tidak membebankan bila dilakukan secara ikhlas.

  1. Mengingat Sejarah

Benar kata Ir. Soekarno dalam pidatonya JAS MERAH (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Seburuk apa pun sejarah itu pasti ada hikmahnya. Muslim Indonesia saat ini hidup setelah kemerdekaan. Bayangkan, bila belum merdeka bisakah muslim khusyuk beribadah di mana meriam menghadang?

Mengingat sejarah dengan mengkajinya mempelajarinya dengan tujuan timbulnya jiwa nasionalisme ini adalah cara memperingatinya yang paling sederhana.

  1. Meneladani Sifat-sifat Pahlawan

Setelah mengkaji belajar sejarah terhadap pahlawan, kemudian pasti akan tahu sifat-sifat pahlawan yang berani, sabar, dan pantang menyerah meski keadaan sedang tidak sesuai harapan. Bisa kita teladani dengan mengaplikasikan dalam kehidupan.

  1. Berjuang sesuai Profesinya

Tidak semua pahlawan mengangkat senjata, pahlawan ada juga yang mencerdaskan bangsa dengan membuka dunia pendidikan. Itu artinya muslim bisa mengikuti jejak pahlawan dengan berjuang sesuai profesinya masing-masing.

Muslim yang menjadi pejabat memiliki kontribusi mengelola negara, yang menjadi guru memberikan jasa mencerdaskan bangsa, yang menjadi siswa dengan belajar dengan sungguh-sungguh. Tidak luput berjuang itu sesuai dengan profesi serta kadar kemampuan setiap individu.

Perintah untuk berjuang dalam Islam, sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 218, di mana Allah SWT memberitahu bahwa orang yang hijrah dan berjihad di Jalan Allah akan mendapatkan rahmat-Nya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ يَرۡجُونَ رَحۡمَتَ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  1. Mencintai Negara

Mencintai negara atau tanah air adalah sebagian dari iman, ini bisa diterapkan muslim dalam rangka memperingati hari bersejarah. Muslim yang biasanya suka produk dalam negeri bisa mengalihkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk cinta negara.

  1. Semangat dalam Meraih Impian

Tantangan melintang sudah biasa, mensyukuri pengorbanan pahlawan bisa dengan semangat dalam meraih impian. Ingat Indonesia telah dihadirkan tokoh-tokoh inspirasi yang mampu mewujudkan dengan bukti bukan ambisi.

Bagaimana dengan kita? Masih juga belum beranjak untuk semangat, ayo bangun perlahan dan usahakan. Pasti bisa! Tidak ada yang tidak mungkin, jika mau berusaha dan berdoa. Jihad terbesar dalam meraih impian yakni melawan hawa nafsu.

Sobat Cahaya Islam, semoga kita dapat memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan berbagai kegiatan di antaranya bisa merujuk pada penjelasan di atas. Semoga Indonesia semakin maju dengan lahirnya pejuang-pejuang yang mengikuti jejak pahlawan. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY