Tyson Furi – Beberapa hari yang lalu, media gempar dengan pemberitaan kalahnya seorang Tyson Furi. Para pecinta olahraga ekstrim seperti tinju, pasti mengenal sosok Tyson yang sangat terampil dalam melakukan serangan tinju bukan?
Namun, pertandingan terakhir yang beberapa hari ini dia ikuti menjadikannya harus menelan kekalahan dari sang lawan.
Sobat Cahaya Islam, kekalahan seorang Tyson Furi adalah salah satu bukti bahwa seorang ahli tinju pun bisa terkalahkan. Sehingga jargon bahwasannya “sang ahli adalah pemenang hakiki” bukanlah sepenuhnya benar.
Apa Ibrah yang Bisa Umat Ambil dari Kekalahan Tyson Furi?
Sobat Cahaya Islam, sebagai umat muslim sudah selayaknya senantiasa mengambil sebuah pelajaran dari setiap kejadian yang ada.
Misalnya saja, bagi sebagian penggemar Tyson Furi tentu akan merasa sangat kecewa sebab idolanya kalah. Malah harusnya mereka mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut.
Salah satu hal pasti yang dapat umat pahami yakni bahwa tak selamanya idola yang jago akan banyak hal misalnya tinju selalu menang.


Akan ada proses dimana umat harus memahami bahwa menjadi seorang yang ahli membutuhkan durasi yang sangat panjang bahkan bisa seumur hidup.
Setelah keahlian tersebut didapat, umat pun juga harus menyadari bahwa tak selamanya ahli akan selalu menang.
Rencana mereka akhirnya sekedar wacana belaka. Sebab, Sang Pencipta lah yang akan menentukan umat tersebut menang atau tidak.
Maka dari itu, tak sepatutnya umat berbangga diri dengan keahlian yang mereka miliki. Sebab, Allah Ta’ala dapat mengambil keahlian dalam diri manusia kapan saja.
Faktanya, sebagian besar orang yang ahli sekarang malah terkesan berbangga diri dibandingkan mengajarkan kepada khalayak umum.
Tentu aktivitas tersebut tak sesuai dengan prinsip Islam dimana ada keharusan ilmu harus tersampaikan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasululullah SAW dalam hadits :
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Artinya : “Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461)
Alih – alih berbangga diri dengan keahlian yang mereka miliki, umat sudah seharusnya malah belajar lebih giat dan menekuni bidang lain agar semakin berkontribusi pada kejayaan Islam.
Mengapa Harus Menjadi Pemberi Kontribusi untuk Kejayaan Islam?
Sobat Cahaya Islam, nampaknya kondisi kehidupan sekarang yang serba instan cukup menjadikan umat terlena. Selain itu, adanya kecanggihan teknologi malah menjadikan mereka seakan – akan merasa cukup dengan apa yang mereka miliki sekarang.


Padahal selagi manusia masih mendapatkan jatah usia dari Allah Ta’ala, seharusnya mereka mengoptimalkan kouta tersebut. Salah satu hal yang dapat umat lakukan yakni dengan memberi kontribusi pada kejayaan Islam.
Menghasilkan Karya Islam di Masa Pandemi
Bagi umat, kondisi dunia hari ini harusnya memberikan keuntungan. Salah satu keuntungan yang mereka dapatkan yakni dapat mengakses segala karya dengan akses gratis. Terlepas dari yang bajakan tau bukan, namun umat memiliki akses tak terbatas tersebut.
Sehingga, sayang rasanya jika mereka tidak menggunakan unlimited access-nya untuk menghasilkan karya walaupun manfaatnya sebatas orang sekitar saja.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Tyson Furi serta bagaimana seharusnya umat Islam mengambil pelajaran dari kekalahannya.
Semoga ke depan, umat dapat lebih bijak dalam mengambil hikmah dalam setiap kejadian di muka bumi. Sehingga hidupnya akan lebih bermakna. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.
































