Hari Bela Negara 2020, Upaya Bela Negara Menurut Islam

0
1046

Hari Bela Negara 2020 – Peringatan Hari Bela Negara 2020 pada tanggal 19 Desember kemarin sebagai peringatan HBN ke-72. Asal usul hari bela negara sendiri lahir saat peristiwa Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948. Belanda menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota Indonesia. Selain penyerangan terhadap Ibukota Indonesia, Belanda juga menangkap Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan beberapa tokoh lain.

Akibat peristiwa ini dibentuklah PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) di Padang, Sumatera Barat dan dipimpin oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara. Berkat PDRI, eksistensi NKRI masih berjaya dan tetap utuh hingga saat ini. Meski PDRI bertugas selama kurang lebih 207 hari. Namun, upaya PDRI untuk melawan Belanda melalui pemerintahan yang resmi dan diakui oleh seluruh rakyat Indonesia membuahkan hasil yang maksimal.

Dalam pidato terkait hari bela negara 2020 ini, Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan bahwa kita juga bisa ikut andil dalam upaya bela negara. Salah satunya melalui tindakan penerapan protokol kesehatan 3M. Dikarenakan kondisi negara yang masih belum stabil dalam kasus pandemi ini, Sobat Cahaya Islam dapat mewujudkan upaya bela negara dengan tertib aturan yang berlaku.

Nah, selain mematuhi tata tertib yang berlaku di negara untuk mencegah persebaran Covid-19 ini. Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita perlu menjaga NKRI dari pengaruh paham radikal yang belakangan ini banyak timbul dan meresahkan warga negara Indonesia. Bagaimana caranya? Simak ulasan berikut:

Hari Bela Negara 2020, Simak Cara Bela Negara dari Sudut Pandang Islam

Upaya bela negara menjadi tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Bela negara dapat juga dimaknai sebagai perwujudan rasa nasionalisme dan sikap cinta tanah air. Meski sikap cinta tanah air merupakan sikap alami yang melekat pada manusia. Namun, Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin juga telah mengatur fitrah manusia untuk mencintai negaranya.

1.      Mempertahankan Ideologi Negara

Upaya bela negara tidak hanya dilakukan oleh prajurit TNI saja. Dalam artian jika ingin membela negara tidak melulu kita harus menggunakan senjata. Pada bagian ini Islam menekankan untuk mempertahankan ideologi negara dengan menekankan pada kesamaan pemahaman terhadap Indonesia, NKRI, dan mewujudkan nilai yang terkandung dalam pancasila, UUD 45, serta Bhineka Tunggal Ika.

Pemahaman terkait hal-hal di atas tidak cukup hanya dengan menghapal pancasila. Pada generasi millenial contohnya, pemahaman pancasila dapat dibekali melalui bijak dalam menggunakan sosial media. Karenanya, banyak ujaran kebencian dan pernyataan tentang SARA juga masih ditemui di beberapa linimasa media sosial.

2.     Tidak Terpengaruh Paham Radikal

Poin ini menjadi lebih urgent dibahas dan diterapkan pada situasi negara belakangan ini. Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat terjadi teror pada sekelompok golongan hingga menghilangkan nyawa karena dianggap memiliki paham agama yang berbeda. Tentu hal ini sudah menyalahi aturan bernegara dan beragama Islam yang rahmatan lil’alamin.

Islam telah mengajarkan umatnya untuk mencintai negara dengan tertib dan damai tanpa peperangan hingga mengarah pada penghilangan nyawa sekelompok orang yang bukan anggotanya. Dalam hal ini kita dapat melihat dan merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Sahabat Anas:

“Diriwayatkan dari Sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding Madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliay menggerakkannya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah.” (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi)

Dari poin-poin di atas, kita dapat melaksankannya pada momen hari bela negara 2020 ini sebagai salah satu bentuk upaya cinta tanah air dan bela negara.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY